Sejarah Terbentuknya Yugoslavia
Sejarah singkat
Yugoslavia merupakan negara yang terletak di
kawasan Balkan, yaitu di Eropa Selatan. Sejarah terbentuknya Yugoslavia
merupakan sejarah panjang yang dimulai dari pendudukan bangsa asing, runtuhnya
Kerajaan Austria-Hongaria, pendudukan Nazi Jerman dan Uni Soviet, kemunculan
Josip Broz Tito, hingga runtuhnya Yugoslavia. Sejarah dari Yugoslavia tidak
bisa dilepaskan dari konflik etnis di dalamnya yang beragam hingga terpecah
menjadi beberapa negara.
Yugoslavia masa Perang Dunia 1
Sebelum muncul istilah Yugoslavia, wilayah
Yugoslavia merupakan sebuah wilayah yang termasuk kedalam Kekaisaran
Austria-Hongaria. Pasca kekalahan Austria-Hongaria dalam Perang Dunia 1,
wilayah kekaisaran tersebut terpecah-pecah. Masyarakat etnis Kroasia, Serbia,
dan Slovenia kemudian bersatu dan menyatakan pendirian pendirian Yugoslavia
melalui Deklarasi Corfu tahun 1917. Yugoslavia secara resmi
berdiri pada 1 Desember 1918 sebagai sebuah kerajaan. Penyatuan dari ketiga
wilayah tersebut berdasarkan kesamaan sebagai wilayah yang mengalami pendudukan
dari bangsa asing seperti Rusia, Kesultanan Turki Ottoman dan Kekaisaran
Austria-Hongaria. Dengan penggabungan tersebut juga mulai dikenal istilah
Yugoslavia yang berarti “Slavia Selatan”. Setelah berdirinya
Kerajaan Yugoslavia, muncul perlawanan dari etnis Kroasia yang ingin bentuk
negara dalam bentuk federasi, sementara dari etnis Serbia yang berkuasa di
Yugoslavia menginginkan bentuk negara kesatuan. Konflik ini yang menimbulkan
situasi politik dalam negeri Yugoslavia tidak stabil, hingga terbunuhnya Raja
Yugoslavia, Alexander I pada tahun 1929. Pergolakan politik tersebut muncul
hingga pecahnya Perang Dunia 2.
Yugoslavia masa Perang Dunia 2
Yugoslavia pada masa Perang Dunia 2 dijajah oleh
Nazi Jerman. Pada tahun 1942, muncul sebuah gerakan untuk mendirikan sebuah
negara yang diberi nama Federasi Demokratik Yugoslavia oleh kalangan partizan
Komunis. Gerakan yang dipimpin oleh Josip Broz Tito ini mendapat dukungan dari
Uni Soviet dan mampu mengusir Jerman dari Yugoslavia. Kelompok komunis kemudian
mengubah bentuk negara Yugoslavia menjadi negara komunis. Tito kemudian
menyatukan Yugoslavia yang terdiri dari 6 wilayah yaitu :
1.
Serbia
2.
Kroasia
3.
Bosnia dan Herzegovina
4.
Slovenia
5.
Makedonia
6.
Wilayah otonom Vojvodina dan Kosovo.
Era Josip Broz Tito
Dibawah kepemimpinan Josip Broz Tito, Tito
berupaya melepaskan diri dari pengaruh Uni Soviet. Yugoslavia pada akhirnya
mampu menjadi sebuah negara yang lepas dari pengaruh komunis Uni Soviet dan
menerapkan ajaran komunisme sesuai yang diadaptasi oleh Josip Broz Tito. Pada
masa kepemimpinannya, Yugoslavia aktif dalam kegiatan internasional seperti
terlibat dalam Gerakan Non-Blok. Di masa kepemimpinannya, Tito menerapkan
kebijakan yang tegas dan menyingkirkan pihak yang mengancam persatuan
Yugoslavia. Tito juga memberikan pelayanan masyarakat yang baik seperti layanan
kesehatan yang gratis dan peningkatan kualitas pendidikan. Masa ini dikenal
sebagai periode keemasan Yugoslavia. Josip Broz Tito meninggal pada 1980 dan
mengakhiri kekuasaannya.
Pecahnya Yugoslavia
Pasca kematian Josip Broz Tito, Yugoslavia
mengalami banyak kemunduran. Faktor penyebab dari mundurnya Yugoslavia terdiri
dari :
1.
Tidak adanya figur pemersatu seperti Josip Broz Tito
2.
Semakin melemahnya pengaruh komunisme di dunia
3.
Munculnya permasalahan konflik antar etnis dalam Yugoslavia
Konflik antar etnis di Yugoslavia merupakan
permasalahan yang mengakibatkan perpecahan Yugoslavia. Banyak daerah yang
melepaskan diri dari wilayah Yugoslavia dan perang antar etnis. Hal ini semakin
parah ketika Yugoslavia dibawah kepemimpinan Slobodan Milosevic yang berasal
dari Serbia. Dibawah pemerintahannya, ia condong agar seluruh etnis di
Yugoslavia berada dibawah pengaruh Serbia. Hal ini justru memunculkan memicu
kemarahan dari etnis lainnya, hingga memunculkan banyak wilayah yang memisahkan
diri pada tahun 1990-an. Hal ini menandai berakhirnya Yugoslavia sebagai sebuah
negara.
Komentar
Posting Komentar