Langsung ke konten utama

Teori Perilaku Konsumen

 

Terdapat dua pendekatan dalam teori perilaku konsumen, yaitu:

1. Pendekatan Kardinal kepuasan (utility) konsumen dapat dinyatakan secara kuantitatif, yaitu dengan satuan util. 

2. Pendekatan Ordinal > utilitas konsumen tidak dapat diukur, hanya dapat diketahui tingkatan tinggi rendahnya utilitas yang diperoleh dan dibandingkan. Pada pendekatan ordinal kita akan menjelaskan perilaku konsumen melalui kurva indiferen dan garis anggaran.

A. Kurva indiferen (indifference curve) > kurva yang menunjukkan kombinasi konsumsi antara dua macam barang yang memberikan tingkat kepuasan sama bagi konsumen. 

Kurva Indiferen

Gambar di atas merupakan kurva indiferen yang menunjukkan kombinasi konsumsi antara apel dan pisang. Sepanjang kurva indiferen kepuasan yang diperoleh konsumen akan sama. Misalnya kepuasan konsumsi di titik A yaitu 14 apel dan 20 pisang akan sama kepuasannya dengan konsumsi di titik B dengan 10 apel dan 25 pisang, begitu juga dengan kombinasi konsumsi di titik C.

 

B. Garis anggaran (budget line) > garis yang menunjukkan berbagai kombinasi dari dua macam barang yang berbeda yang dapat diperoleh dengan biaya yang sama.

Garis AnggaranGambar di atas merupakan garis anggaran yang menunjukkan biaya yang sama untuk konsumsi apel dan pisang. Sepanjang garis anggaran, biaya untuk konsumsi apel dan pisang adalah sama. Misalnya biaya untuk mengonsumsi 20 apel dan 10 pisang akan sama dengan biaya untuk konsumsi 10 apel dan 15 pisang (ditunjukkan oleh titik merah pada garis anggaran).

 

C. Keseimbangan Konsumen

Keseimbangan konsumen adalah kondisi ketika konsumen berada pada tingkat kepuasan yang maksimum dengan anggaran yang dimiliki. Keseimbangan konsumen terjadi ketika kurva indiferen bersinggungan dengan garis anggaran.

Keseimbangan Konsumen


Pada Gambar di atas, keseimbangan konsumen ditunjukkan oleh titik merah, dimana pada titik tersebut kurva indiferen bersinggungan dengan garis anggaran.

Teori Perilaku Produsen

Pada teori perilaku produsen, kita akan belajar mengenai kurva isoquant dan isocost. Untuk memudahkan penjelasan tentang perilaku produsen, kita mengasumsikan faktor produksi yang digunakan hanya dua, yaitu tenaga kerja (labour) dan modal (capital).

A. Kurva Isoquant

Kurva isoquant adalah kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi dua faktor produksi yang menghasilkan tingkat produksi yang sama.

Karakteristik kurva isoquant:

1.  Memiliki kemiringan negatif

2.  Kurva isoquant yang lebih kanan menunjukkan jumlah output yang lebih banyak

3.  Isoquant tidak berpotongan dengan isoquant yang lainnya.

4.  Isoquant cembung ke titik asal (nol)

Kurva Isoquant

Gambar di atas merupakan kurva Isoquant. Sepanjang kurva isoquant, tingkat produksi yang dihasilkan adalah sama, pada gambar dicontohkan sebesar 4.000 unit. Misalnya tingkat produksi yang dihasilkan dengan menggunakan 20 modal dan 15 tenaga kerja akan sama dengan tingkat produksi yang dihasilkan dengan menggunakan 10 modal dan 35 tenaga kerja. (pada gambar ditunjukkan oleh titik-titik merah).

 

B. Kurva Isocost

Kurva Isocost adalah kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi antara dua faktor produksi dengan tingkat biaya yang sama.

 

Gambar di atas merupakan kurva isocost. Sepanjang kurva isocost, biaya yang dikeluarkan oleh produsen adalah sama, pada gambar dicontohkan biayanya adalah £400,000. Misalnya, biaya menggunakan 30 modal dan 30 tenaga kerja akan sama dengan biaya menggunakan 10 modal dan 50 tenaga kerja, yaitu sebesar £400,000.

 

C. Keseimbangan Produsen

Keseimbangan produsen adalah kondisi ketika biaya yang dikeluarkan oleh produsen berada pada titik minimum dengan tingkat produksi yang diinginkan. Kondisi ini juga biasa disebut dengan least cost combination (LCC). Keseimbangan produsen terjadi ketika kurva isoquant bersinggungan dengan kurva isocost.

 

Pada gambar di atas, keseimbangan produsen ditunjukkan oleh titik merah, dimana pada titik tersebut kurva isoquant bersinggungan dengan kurva isocost.

The Law of Diminishing Return

Hukum the law of diminishing return dikemukakan oleh David Ricardo yang berbunyi  "jika salah satu faktor produksi ditambah terus menerus, maka produksi total akan bertambah terus hingga mencapai tingkat maksimum, dan apabila ditambah lagi, maka produksi total akan berkurang." Dengan kata lain, tambahan hasil lama-kelamaan akan menurun, meskipun faktor produksi terus bertambah.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

tribina

Kalian tau nggak apa itu Tribina? Tribina merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dibentuk oleh BKKBN dengan tujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat terkait dengan pembinaan keluarga, yang mengedepankan peran serta kepedulian anggota keluarga guna mencapai kesejahteraan di dalam keluarga. Tri Bina memiliki tujuan khusus untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan orangtua maupun anggota keluarga lainnya dalam membina balita maupun remaja. Untuk balita berhubungan dengan pola asuh balita, perkembangan fisik atau tumbuh kembang balita, kemampuan motorik. Sedangkan untuk remaja mengenai cara efektif berinteraksi dengan remaja, bimbingan kepada anak remaja, dan lain-lain. Selain itu, Tri Bina juga mengedepankan kesejahteraan lansia agar tetap memiliki produktifitas yang baik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, Tri Bina dibagi menjadi 3 bagian, diantaranya adalah BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), BKL (Bina Keluar...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...