Definisi
Struktur sosial atau tatanan sosial mengacu pada bentuk hubungan
sosial antarmanusia atau kelompok dalam suatu masyarakat di kehidupan
sehari-hari. Kelompok sosial tersebut dibagi berdasarkan peran, hak, dan
kewajiban yang saling melengkapi satu sama lain. Struktur sosial berperan dalam
menciptakan integrasi di masyarakat. Integrasi adalah suatu proses penyesuaian
unsur-unsur yang berbeda dalam kehidupan masyarakat, sehingga menghasilkan pola
kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi.
Ciri Struktur Sosial menurut Abdul Syani
1. Struktur sosial megacu pada hubungan-hubungan sosial yang
pokok, yang dapat menentukan batas-batas kegiatan yang dilakukan oleh
organisasi atau kelompok dalam masyarakat.
2. Struktur sosial mencakup semua hubungan sosial antarindividu
pada saat tertentu.
3. Struktur sosial meliputi seluruh kebudayaan dalam
masyarakat.
4. Struktur sosial tidak dapat berubah begitu saja dan memiliki
kerangka yang membentuk sebuah tatanan sosial.
5. Struktur sosial merupakan tahapan perubahan dan perkembangan
masyarakat yang bersifat empiris, artinya struktur atau tatanan tertentu hanya
akan berubah saat terdapat ketidakpuasan dalam masyarakat sehingga melakukan
perubahan.
Fungsi dan Pembentukan Struktur Sosial
Fungsi Struktur Sosial
1. Sebagai pengawas sosial
2. Identitas kelompok masyarakat
3. Menanamkan disiplin sosial pada kelompok masyarakat
Bentuk Struktur Sosial menurut Peter M. Blau
1. Intersected
Social Structure, jika keanggotaan dalam kelompok sosial yang ada
bersifat menyilang (berpotongan). Artinya, keanggotaan dalam kelompok sosial
tersebut memiliki latar belakang ras, suku bangsa, ataupun agama yang
berbeda-beda.
2. Consolidated Social Structure, jika keanggotaan dalam kelompok sosial
bersifat tumpang tindih dan mengakibatkan penguatan identitas keanggotan suatu
kelompok tertentu. Artinya, kelompok sosial berkembang menjadi wadah bagi
individu yang memiliki latar belakang ras, suku bangsa, ataupun agama yang berbeda-beda.
Diferensiasi Sosial
Definisi
Klasifikasi dan penggolongan masyarakat yang bersifat horizontal
atau sejajar. Artinya tidak ada golongan atau kelompok sosial yang kedudukannya
lebih tinggi dari kelompok lain. Diferensisasi menekankan pada kemajemukan
atau keberagaman yang didasarkan pada perbedaan ras, etnis (suku
bangsa), klan, agama, profesi, dan jenis kelamin.
Bentuk Diferensiasi Sosial
1. Diferensiasi Ras, ras adalah kelompok manusia yang memiliki ciri fisik bawaan yang
sama. Ras dibagi dalam tiga kelompok utama yaitu ras mongoloid (berkulit
kuning dan cokelat), ras negroid (berkulit hitam), ras
kaukasoid (bekulit putih).
2. Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis), suku bangsa merupakan sistem kekerabatan yang
memiliki ikatan darah dan nenek moyang yang sama.
3. Diferensiasi Klan, klan merupakan kesatuan genealogis (kesatuan keturunan). klan
terbagi menjadi dua bentuk utama yaitu garis keturunan ibu (matrilineal)
dan garis keturunan ayah (patrilineal).
4. Diferensiasi Agama, agama meliputi keyakinan dan kepercayaan yang berbeda-beda
berdasarkan pengalaman dan pengetahuan manusia.
5. Diferensiasi Jenis Kelamin, merupakan ciri fisik secara biologis yang dapat
dibedakan menjadi laki-laki dan perempuan.
6. Diferensiasi Profesi, pengelompokkan masyarakat yang didasarkan pada jenis pekerjaan
atau profesinya.
Stratifikasi Sosial
Definisi
Klasifikasi atau penggolongan masyarakat yang bersifat vertikal.
Artinya terdapat lapisan sosial dalam penggolongan masyarakat tersebut yang
bersifat hierarki atau bertingkat. Pelapisan dalam masyarakat dikenal dengan
kelas sosial. Kelas sosial meliputi dimensi yang berbeda seperti kekuasaan, hak
istimewa, dan prestise.
Faktor Penyebab Stratifikasi Sosial
1. Perbedaan ras dan budaya
2. Perbedaan tugas yang terspesialisasi bergantung pada peran
sosial seseorang.
3. Alokasi hak dan kewajiban yang berbeda antarindividu dalam
kelompok masyarakat.
Dasar Stratifikasi Sosial dalam Masyarakat
1. Kekayaan, berkaitan dengan pendapatan atau harta yang dimiliki oleh
seseorang. Semakin besar pendapatan seseorang semakin besar kesempatan yang
dimiliki untuk menduduki lapisan sosial paling atas.
2. Kekuasaan atau Wewenang, berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk
menentukan kehendaknya terhadap orang lain yang dikuasai.
3. Keturunan, berkaitan dengan anggota masyarakat yang berasal dari keluarga
bangsawan atau dasar stratifikasi ini bersifat genealogis (keturunan).
4. Pendidikan, pada masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan atau
pendidikan,seseorang yang memiliki keahlian atau profesi berdasarkan tingkat
pengetahuannya akan lebih dihargai oleh masyarakat.
5. Status atau kedudukan, menentukan besaran hak dan kewajiban yang dimiliki
seseorang. Seseorang yang melaksanakan hak dan kewajiban tersebut artinya telah
menjalankan peran sosialnya.
Sifat Stratifikasi Sosial
1. Stratifikasi Sosial Tertutup, dalam stratifikasi ini terjadinya perpindahan
pada lapisan masyarakat sulit untuk dilakukan atau bahkan tidak ada sama
sekali. Berikut merupakan ilustrasi stratifikasi sosial tertutup.
2. Stratifikasi Sosial Terbuka, dalam stratifikasi ini terjadinya perpindahan
pada lapisan masyarakat lebih besar, karena sifatnya yang demokratis. Berikut
merupakan ilustrasi stratifikasi sosial terbuka.
3. Stratifikasi Sosial Campuran, dalam stratifikasi ini memungkinkan untuk terjadinya
perpindahan pada lapisan masyarakat dengan batas-batas tertentu. Berikut
merupakan ilustrasi stratifikasi sosial campuran.
Fungsi Stratifikasi Sosial
1. Distribusi hak-hak istimewa seperti menentukan penghasilan,
tingkat kekayaan, keselamatan, dan wewenang.
2. Menyusun, mengatur, dan mengawasi hubungan antaranggota
masyarakat.
3. Distribusi persebaran tugas dan kewajiban agar lebih
terstruktur, serta sebagai alat bagi masyarakat dalam menjalankan kewajiban
tersebut.
4. Menjadi sistem penentu kedudukan yang berhubungan dengan
kewibawaan dan penghargaan.
5. Kriteria sistem pertentangan dan persaingan. Individu atau
kelompok tertentu akan melakukan persaingan agar dapat menduduki status sosial
tertentu dan mendapatkan hak-hak istimewa yang berbeda dengan yang lainnya.
6. Alat solidaritas antarindividu atau antarkelompok yang menduduki
sistem sosial yang sama dalam masyarakat.
Komentar
Posting Komentar