Langsung ke konten utama

Sistem Ekonomi

 

 

1. Sistem Ekonomi Tradisional

Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional:

1.   Bertumpu pada sektor agraris.

2.   Terikat pada adat istiadat dan bersifat kekeluargaan.

3.   Penghidupan utama bersumber dari kekayaan alam

4.   Alat pembayarannya masih menggunakan sistem barter.

5.   Belum ada pembagian kerja/spesialisasi

Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional:

1.   Setiap masyarakat memiliki motivasi untuk menjadikan dirinya sebagai produsen.

2.   Tidak dapat ditemukan persaingan yang tidak sehat, karena tujuan produksinya bukan untuk mencari keuntungan semata.

3.   Dengan menggunakan alat pembayaran sistem barter, masyarakatnya bersikap jujur. 

4.   Mendorong terjalinnya kerja sama antar individu dan hubungan antar individu menjadi semakin erat.

5.   Adanya sistem ekonomi tradisional, perekonomian masyarakat cenderung stabil. 

6.   Kelestarian alam terjaga karena masyarakatnya masih peduli dan memelihara alam dengan baik.

Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional:

1.   Pemenuhan kegiatan ekonomi untuk hidup hanya untuk saat ini.

2.   Terdapat kendala dan kesulitan untuk mempertemukan kedua belah pihak yang sedang membutuhkan.

3.   Produktivitas dalam memproduksi barang cenderung rendah, karena dalam sistem ekonomi tradisional masih menggunakan teknologi yang sederhana. 

4.   Sulit untuk menetapkan ukuran dari barang yang akan ditukarkan.

5.   Kualitas barang produksinya masih rendah. 

6.   Kegiatan ekonomi di sistem ekonomi tradisional tidak memiliki tujuan untuk mencari laba / keuntungan.

7.   Kegiatan ekonomi yang dilakukan tidak memiliki tujuan untuk meningkatkan taraf hidup.

8.   Masyarakatnya cenderung menolak perubahan-perubahan yang baru, sehingga menjadikan masyarakatnya kurang berkembang.

9.   Sumber daya ekonominya kurang efisein dalam pengalokasiannya.

2. Sistem Ekonomi Komando atau Terpusat

Tokoh > Karl Marx 

Ciri-ciri sistem ekonomi komando:

1.   Kreativitas dan hak milik perorangan dibatasi.

2.   Regulasi ekonomi diatur pemerintah.

3.   Tingkat harga dan tingkat bunga ditentukan pemerintah.

4.   Kebebasan dalam berekonomi sangat terbatas.

5.   Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur pemerintah.

6.   Sumber daya ekonomi dikuasai negara.

7.   Hak milik pribadi tidak diakui.

Kelebihan Sistem Ekonomi Komando atau Terpusat:

1.   Pemerintah berperan untuk menentukan berbagai macam jenis kegiatan produksi sesuai dengan perencanaan yang telah direncanakan, sehingga kegiatan pasar di dalam negeri menjadi berjalan dengan lancar.

2.   Mudah untuk melakukan distribusi pendapatan.

3.   Dalam sistem ekonomi komando, pemerintah cenderung lebih mudah untuk mengendalikan pengangguran dan inflasi, karena kegiatan ekonominya sudah direncanakan terlebih dahulu.

4.   Pemerintah memiliki tanggung jawab penuh terhadap kegiatan ekonomi di sistem ekonomi komando.

5.   Program-program pemerintah yang telah direncanakan dan dibuat cepat terwujud.

6.   Pengendalian dan pengawasan kegiatan ekonomi lebih mudah dilakukan.

Kelemahan Sistem Ekonomi Komando atau Terpusat:

1.   Masyarakatnya tidak memiliki kebebasan untuk berusaha.

2.   Hak-hak milik perorangan tidak diakui. 

3.   Potensi-potensi kreativitas dan inovatif milik masyarakat menjadi tidak berkembang, karena seluruh kegiatan ekonomi telah direncanakan oleh pemerintah.

4.   Sering ditemukan praktik monopoli yang merugikan masyarakat.

5.   Kegiatan perekonomiannya sangat bergantung kepada pemerintah. 

6.   Masyarakat tidak diberikan kebebasan untuk memiliki alat dan sumber daya.

3. Sistem Ekonomi Pasar atau Liberal

  Tokoh > Adam Smith

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pasar atau Liberal:

1.   Adanya pembagian kelas (status) dalam masyarakat.

2.   Pemilik modal berhak memiliki sumber-sumber produksi.

3.   Terdapat persaingan usaha yang ketat.

4.   Sumber daya ekonomi yang dimiliki swasta dapat diatur secara bebas.

5.   Pemerintah tidak campur tangan dalam pasar.

Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar atau Liberal:

1.   Setiap individu memiliki kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi sesuai dengan keahlian dan keterampilan yang dimiliki oleh masing-masing individu.

2.   Masyarakat diberikan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan inovatif. 

3.   Kegiatan ekonomi berjalan secara efisien dan efektif karena berdasarkan prinsip ekonomi. 

4.   Munculnya persaingan dalam menciptakan atau membuat produk-produk yang berkualitas di dunia usaha. 

Kelemahan Sistem Ekonomi Pasar atau Liberal: 

1.   Timbulnya persaingan yang tidak sehat karena adanya eksploitasi ekonomi yang dilakukan oleh pemilik modal. 

2.   Sistem ekonomi pasar memiliki modal yang terpusat sehingga dapat menimbulkan monopoli dan dapat merugikan masyarakat.

3.   Adanya kesenjangan ekonomi di kalangan masyarakat disebabkan karena distribusi pendapatannya tidak merata. 

4.   Adanya kebebasan dalam berekonomi mendorong timbulnya ketidakstabilan perekonomian. 

5.   Pemanfaatan sumber daya alam seringkali tidak memperhatikan kelestarian lingkungan.

4. Sistem Ekonomi Campuran (Komando dan Pasar)

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran:

1.   Sumber daya vital dikuasai oleh pemerintah

2.   Pemerintah dan swasta memiliki peran yang seimbang dalam perekonomian.

3.   Campuran antara sistem ekonomi pasar dan komando.

4.   Campur tangan pemerintah dilakukan sesuai kebijakan ekonomi agar terjadi persaingan yang sehat.

Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran: 

1.   Pertumbuhan ekonomi di sistem ekonomi campuran cenderung terjaga dan stabil. 

2.   Inisiatif dan kreativitas yang dimiliki oleh masyarakat bisa berkembang. 

3.   Adanya campur tangan pemerintah dapat meminimalisir terjadinya monopoli usaha oleh pihak swasta. 

4.   Pemerintah di sistem ekonomi campuran lebih fokus terhadap pemberdayaan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kelemahan Sistem Ekonomi Campuran:

1.   Campur tangan pemerintah yang cenderung lemah memungkinkan diberlakukan sistem ekonomi pasar. 

2.   Campur tangan pemerintah yang cenderung lebih kuat dapat mendekati ke sistem ekonomi komando. 

3.   Terdapat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang beranekaragam. 

4.   Memungkinkan untuk menimbulkan KKN karena adanya pengawasan pemerintah yang sangat kurang.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

Pajak

PAJAK Pengertian Pajak adalah iuran rakyat kepada negara bersifat wajib dan dapat dipaksakan yang diatur oleh undang-undang, dengan balas jasa tidak langsung. Fungsi Pajak   1. Anggaran     Pajak sebagai kontributor terbesar pembangunan fasilitas publik dan pembangunan nasional. 2. Regulasi     Pajak sebagai alat melaksanakan kebijakan sosial ekonomi, misalnya mengatur pajak untuk barang mewah dan perdagangan internasional.   3. Stabilitas     Pajak sebagai salah satu instrumen fiskal untuk mengatasi inflasi maupun deflasi.   4. Redistribusi pendapatan     Pajak digunakan untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggolongan Pajak   1. Pajak langsung     Beban pajak ini harus ditanggung langsung oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan. Contoh: PPh. 2. Pajak tidak langsung     Beban pajak ini dapat dialihkan kepada ...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...