Langsung ke konten utama

SEJARAH PERGERAKAN NASIONAL


 

Awal Mula Pergerakan 

Dominasi bangsa Eropa di Nusantara membuat pribumi hidup bagaikan budak di tanah kelahirannya sendiri. 

 

Kondisi sosial masyarakat di kalangan pribumi sangat jauh dari kata sejahtera hingga muncul beberapa perlawanan dari pribumi. Awalnya, perlawanan terhadap bangsa Barat dilakukan pribumi yang dipimpin oleh tokoh kharismatik atau tokoh berpengaruh di kalangan masyarakat. Biasanya dipimpin oleh Raja, bangsawan, pemuka agama, atau rakyat biasa yang dipercaya memiliki kesaktian tertentu. Perlawanan ini lebih bersifat kedaerahan (lokal). Selain itu, perlawanan biasanya dipicu oleh gangguan penjajah di wilayahnya serta masih belum ada kesadaran sebagai suatu bangsa. 

Kebijakan Politik Etis Mempengaruhi Pergerakan Bangsa Indonesia

Pada akhir abad ke-19, Pemerintah Belanda mengeluarkan kebijakan politik etis (politik balas budi) atas prakarsa Van Deventer.  Tiga program dari politik etis ini yaitu edukasi, irigasi, dan migrasi.  

 

1. Edukasi dilakukan dengan memperluas bidang pendidikan dan pengajaran bagi pribumi di Hindia Belanda. 

2. Irigasi dilaksanakan dengan membangun dan memperbaiki pengairan serta bendungan untuk kepentingan pertanian. 

3. Migrasi dicanangkan demi keseimbangan jumlah penduduk di berbagai wilayah. 

Pada perkembangannya, program yang paling berpengaruh terhadap sejarah pergerakan bangsa Indonesia adalah edukasi. 

 

Dampak dari penerapan pendidikan dan perluasan pengajaran bagi pribumi telah melahirkan golongan elit baru yang disebut priyayi. Golongan elit baru (priyayi) ini merupakan golongan yang mengenyam pendidikan bergaya Barat di sekolah yang dibentuk oleh pemerintah kolonial Belanda. Kemunculan golongan priyayi juga berhasil mengubah corak perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan kolonialisme. Pergerakan pasca politik etis dipimpin oleh kaum terpelajar (cendekiawan) dan dilakukan melalui organisasi-organisasi pergerakan. Dengan demikian, pergerakan melawan penjajah sudah tidak berupa perlawanan fisik, namun berubah menjadi pergerakan politik dan sosial. Periode pergerakan politik dan sosial tersebut dikenal sebagai masa pergerakan nasional. Pada periode ini, sudah mulai ada kesadaran sebagai bangsa yang satu kesatuan (Indonesia) dan kesamaan visi untuk memerdekakan Indonesia.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

tribina

Kalian tau nggak apa itu Tribina? Tribina merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dibentuk oleh BKKBN dengan tujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat terkait dengan pembinaan keluarga, yang mengedepankan peran serta kepedulian anggota keluarga guna mencapai kesejahteraan di dalam keluarga. Tri Bina memiliki tujuan khusus untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan orangtua maupun anggota keluarga lainnya dalam membina balita maupun remaja. Untuk balita berhubungan dengan pola asuh balita, perkembangan fisik atau tumbuh kembang balita, kemampuan motorik. Sedangkan untuk remaja mengenai cara efektif berinteraksi dengan remaja, bimbingan kepada anak remaja, dan lain-lain. Selain itu, Tri Bina juga mengedepankan kesejahteraan lansia agar tetap memiliki produktifitas yang baik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, Tri Bina dibagi menjadi 3 bagian, diantaranya adalah BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), BKL (Bina Keluar...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...