Dalam kontestasi Perang Dingin, Uni Soviet menjelma menjadi negara adidaya dengan mengusung ideologi komunisme. Selama kurang lebih lebih 30 tahun, kekuatan komunis menguasai Uni Soviet dalam segala aspek kehidupan. Segala sumber daya yang dimiliki oleh Uni Soviet ditujukan untuk menghadapi Amerika Serikat. Meskipun dari segi teknologi dan industri Uni Soviet mengalami perkembangan pesat, namun dari segi ekonomi justru terjadi sebaliknya. Rakyat mengalami krisis kelaparan akibat kekurangan bahan pangan. Ditambah dengan praktik korupsi yang dilakukan pejabat pemerintahan Uni Soviet. Seruan penolakan terhadap ideologi komunis mulai terdengar dari dalam negeri Uni Soviet sendiri. Masalah berlanjut ketika Amerika Serikat mulai memberlakukan politik isolasi terhadap Uni Soviet, dengan menekan harga minyak ke harga terendah. Hal tersebut menyebabkan hilangnya pengaruh Uni Soviet di kawasan Eropa Timur, mengingat Uni Soviet adalah salah satu pemasok minyak dan gas terbesar dunia.
Pembaharuan Uni Soviet dimulai dari terpilihnya
Mikhail Gorbachev sebagai sekretaris jenderal pada bulan Maret 1985 sampai
dengan tahun 1991. Pengangkatan ini menandai datangnya era baru Uni Soviet.
Gorbachev mencoba memberikan keleluasaan ruang politik dan ekonomi kepada
masyarakat, serta mengembalikan hubungan diplomatik dengan dunia Barat yang
sebelumnya sempat memanas. Untuk mengatasi kondisi Uni Soviet yang semakin
terpuruk, Gorbachev mengambil beberapa kebijakan penting, yaitu:
1. Perestroika
Perestroika berarti restrukturisasi atau
pembaharuan dalam segala bidang kehidupan negara, termasuk bidang politik dan
ekonomi. Kebijakan ini dicetuskan guna menghidupkan kembali kondisi
perekonomian Uni Soviet yang tengah dilanda krisis. Kebijakan yang diterapkan
diantaranya adalah dengan liberalisasi ekonomi kepada pihak swasta baik
individu ataupun korporasi. Gorbachev juga mencoba meningkatkan produktivitas
tenaga kerja di bidang industri dan pertanian lewat standar upah yang layak,
meningkatkan kualitas barang-barang produksi serta memperbaiki sarana dan
prasarana yang menunjang produksi Selain itu, Gorbachev juga mendorong masuknya
investasi asing ke Uni Soviet.
2. Glasnost
Glasnost dapat diartikan sebagai keterbukaan.
Tujuan pemberlakuan kebijakan glasnost adalah untuk memberikan kebebasan bagi
masyarakat Uni Soviet. Penerapan kebijakan ini dilakukan dengan cara melarang
peredaran buku-buku terkait pemikiran Stalin, pelarangan penyebaran polisi
rahasia milik negara, serta kebebasan masyarakat untuk berpendapat di ruang
publik. Pers diberikan kebebasan untuk memuat kritik dan saran terhadap pemerintah.
Tahanan politik dibebaskan. Partai - partai yang berhaluan non komunis
diberikan izin untuk dapat berpartisipasi dalam pemilu.
3. Demokratizatsiya
Gorbachev menyerukan demokratisasi dalam
kehidupan politik Uni Soviet, dengan cara memberikan kebebasan bagi para calon
untuk berpartisipasi dalam ajang pemilu. Gorbachev mencoba untuk menekan
pengaruh partai komunis di jajaran pemerintahan. Pada tahun 1990, Mikhail
Gorbachev terpilih sebagai presiden federasi Uni Soviet yang baru.
4. Zakhonost
Tujuan pelaksanaan kebijakan Zakhonost adalah
untuk menciptakan sistem hukum yang adil bagi seluruh kalangan masyarakat Uni
Soviet.
Meskipun nampak menjanjikan, pembaharuan yang
dilakukan oleh Mikhail Gorbachev di Uni Soviet tidak diimbangi dengan penerapan
kebijakan yang baik sehingga melahirkan gejolak politik baru yang kemudian
menyebabkan keruntuhan Uni Soviet. Kekuasaan Gorbchev semakin melemah akibat
adanya semangat antikomunisme di negara bagian, khususnya kawasan Baltik
(Estonia, Latvia dan Lithuania). Desakan dari negara-negara bagian Uni Soviet
untuk melepaskan diri dan menjadi negara yang merdeka semakin menguat. Pada
tanggal 8 Desember 1991, Rusia, Ukraina dan Belarusia sepakat untuk
menandatangani Perjanjian Belavezha yang menandai pembubaran Uni Soviet yang
digantikan oleh persemakmuran negara merdeka (Commonwealth). Ditengah kondisi
tersebut, Gorbachev meletakkan jabatannya sebagai presiden dan digantikan oleh
Boris Yeltsin. Majelis Agung Uni Soviet membubarkan diri pada tanggal 26
Desember 1991 sekaligus menandai runtuhnya Uni Soviet secara resmi sebagai
sebuah negara federasi, Selanjutnya, Uni Soviet terpecah menjadi 15 negara,
yaitu Rusia, Ukraina, Georgia, Moldova, Belarusia, Azerbaijan, Armenia,
Estonia, Latvia, Lithuania, Kazakhstan, Kirgiztan, Uzbekistan, Tajikistan dan
Turkmenistan
Keruntuhan Uni Soviet menandakan berakhirnya
Perang Dingin sekaligus memberikan jalan kepada Amerika Serikat untuk menjadi
negara adidaya tunggal dengan ideologi kapitalismenya. Bubarnya Uni Soviet ini
dianggap sebagai bukti kegagalan penerapan ajaran ideologi komunisme di sebuah
negara.
Komentar
Posting Komentar