Langsung ke konten utama

Reunifikasi Jerman

 

 Proses Reunifikasi Jerman bisa dirangkum melalui tiga proses, dampak Perjanjian Postdam, awal pembangunan Tembok Berlin, dan runtuhnya Tembok Berlin.

Setelah Perjanjian Postdam pada 1945, wilayah Jerman terbagi menjadi empat wilayah kekuasaaan. Masing-masing wilayah dikuasai oleh Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Uni Soviet. Berlin sebagai ibu kota Jerman masuk ke dalam kekuasaan Uni Soviet. Dengan adanya Perang Dingin pasca Perang Dunia II yang melibatkan Amerika Serikat dan Uni Soviet, suhu politik di Jerman makin memanas. 

Uni Soviet di bawah pimpinan Joseph Stalin menolak untuk membangun ulang Jerman. Stalin justru memerintahkan untuk memblokade Berlin dengan tujuan mencegah masuknya kebutuhan-kebutuhan logistik yang dipasok ke Berlin Barat. Akhirnya, pada 7 Oktober 1949, Uni Soviet mendeklarasikan berdirinya Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur). Uni Soviet memiliki kekuasaan penuh atas wilayah Jerman Timur. Wilayah Jerman Barat dikuasai oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Secara ekonomi, wilayah Jerman Barat lebih sejahtera dibandingkan Jerman Timur.

Pembangunan Tembok Berlin

Dengan lebih sejahteranya wilayah Jerman Barat, maka banyak penduduk Jerman Timur yang melarikan diri ke Jerman Barat. Untuk mencegah banyaknya penduduk yang melarikan diri, maka pemerintah Jerman Timur memutuskan untuk membangun tembok pemisah. Mulai dari 13 Agustus 1961, Walter Ulbricht selaku pemimpin komunis Jerman Timur memulai penutupan semua akses antara Berlin Timur dan Barat. Penutupan akses tersebut dibuat dengan dinding beton setinggi enam meter dan panjang 96 mil. Tembok beton tersebut dilengkapi dengan menara penjagaan, pos senjata, dan lampu sorot. Apabila ada warga Jerman Timur yang melarikan diri ke Jerman Barat, maka ia akan langsung ditembak.

Kronologi Runtuhnya Tembok Berlin dan Bersatunya Jerman

Semangat untuk menyatukan kembali wilayah Jerman oleh warga Jerman Barat dan Timur mulai menguat ketika adanya reformasi politik yang dikeluarkan oleh presiden terakhir Uni Soviet, Mikhail Gorbachev pada 1985. Proses reunifikasi Jerman dimulai sejak 8 Agustus 1989 di mana mulai ada 130 orang yang melarikan diri dari Jerman Timur. Tanggal 4 September 1989 terjadi demonstrasi oleh warga Jerman. Sekitar 1000 orang berkumpul di Leipzig dan menuntut kebebasan. 8000 pengungsi dari Jerman Timur mulai tiba di Jerman Barat dengan kereta-kereta khusus.

Tanggal 11 September 1989, Hungaria membuka perbatasan dengan Austria untuk memudahkan pengungsi dari Jerman Timur pindah ke Jerman Barat. Tanggal 7 Oktober 1989 Pemerintah Republik Demokratik Jerman memerintahkan untuk membuat peringatan 40 tahun berdirinya negara tersebut. Namun, hal itu justru memancing demonstrasi dari warga Jerman Timur. Tanggal 9 Oktober 1989 sekitar 70.000 orang mengadakan demonstrasi damai untuk meminta kebebasan dan reformasi politik. Hal ini diikuti oleh 120.000 orang dari seluruh Repubik Demokratik Jerman. Banyaknya orang yang berdemonstrasi ini berpuncak pada tanggal 9 November 1989 di mana rakyat Jerman bersama-sama meruntuhkan Tembok Berlin. 

Selanjutnya, dilakukan pemilu untuk memilih Dewan Rakyat Republik Demokratik Jerman. Pada tanggal 23 Agustus 1990 Dewan Rakyat yang terpilih memutuskan untuk menggabungkan wilayah Republik Demokratik Jerman dengan Republik Federal (Jerman Barat). Hal ini didukung dengan ditandatanganinya perjanjian Two-Plus-Four oleh Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, dan Perancis. Perjanjian ini memberikan kebebasan penuh kepada Jerman. Akhirnya, pada 2 Desember 1990 diadakan pemilu pertama di seluruh Jerman untuk memilih anggota parlemen. 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

Siswa Madrasah Pelopor Moderasi Beragama

  Rencana Aksi Kegiatan Siswa Madrasah Sebagai Pelopor Moderasi Beragama, Inisiator Pada Masa Bonus Demografi, Dengan Memanfaatkan Revolusi Teknologi Oleh: Moh Suma Firman R – MAN 3 Tulungagung Perubahan dunia secara global kini tengah memasuki fase yang disebut dengan istilah revolusi industri 4.0. Era ini datang dan menuntut generasi muda untuk bepikir kreatif dan inovatif dalam segala aspek kehidupan terutama dalam hal penguasaan teknologi. Yang akan bergerak dinamis dan terus menghadirkan banyak perubahan yang tidak bisa dibendung. Dalam hal ini siswa madrasah patutnya menjadi panutan dan harapan masa depan bangsa yang mampu menempatkan Indonesia pada posisi yang tepat sesuai perubahan yang ada, dengan konsep moderasi beragama. Berdasar data siaran pers Bappenas (2017) penduduk Indonesia akan mencapai masa bonus demografi   pada tahun 2030 mendatang, yakni penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total proyeksi penduduk Indonesia sebesar 297 juta ji...

Pajak

PAJAK Pengertian Pajak adalah iuran rakyat kepada negara bersifat wajib dan dapat dipaksakan yang diatur oleh undang-undang, dengan balas jasa tidak langsung. Fungsi Pajak   1. Anggaran     Pajak sebagai kontributor terbesar pembangunan fasilitas publik dan pembangunan nasional. 2. Regulasi     Pajak sebagai alat melaksanakan kebijakan sosial ekonomi, misalnya mengatur pajak untuk barang mewah dan perdagangan internasional.   3. Stabilitas     Pajak sebagai salah satu instrumen fiskal untuk mengatasi inflasi maupun deflasi.   4. Redistribusi pendapatan     Pajak digunakan untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggolongan Pajak   1. Pajak langsung     Beban pajak ini harus ditanggung langsung oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan. Contoh: PPh. 2. Pajak tidak langsung     Beban pajak ini dapat dialihkan kepada ...