Langsung ke konten utama

Relasi Antarkelompok dan Terciptanya Keharmonisan Sosial

 

Harmoni Sosial 

Definisi

Kondisi dimana individu hidup sejalan dan serasi dengan tujuan masyarakat. Kondisi yang sejalan dan serasi dengan tujuan masyarakat tersebut merupakan kondisi yang tertib, teratur, aman dan nyaman. 

Ciri atau Tanda Harmoni Sosial

Menurut Herbert Spencer, harmoni sosial berasal dari adanya pembagian kerja dalam masyarakat. Adanya kerja sama antarindividu dalam masyarakat secara otomatis adalah ciri atau tanda terciptanya harmoni sosial. Harmoni sosial tercipta saat seorang individu berfungsi sesuai dengan perannya di masyarakat. Harmoni sosial juga ditandai dalam masyarakat yang memiliki solidaritas. 

Jenis Solidaritas

1. Solidaritas Mekanik, merupakan solidaritas yang didasari dengan adanya perasan kolektif antaranggota kelompok. Solidaritas mekanik merupakan ciri dari masyarakat yang masih sederhana dan belum mengenal pembagian kerja. Tiap kelompok dapat memenuhi kebutuhan masing-masing tanpa bantuan kelompok lain dari luar.

2. Solidaritas Organik, merupakan solidaritas yang didasari dengan adanya pembagian kerja yang lebih kompleks. Solidaritas ini sifatnya mengikat sehingga masyarakat didalamnya saling bergantung. Akibat sifat saling bergantung, ketiadaan salah satu unsur dalam masyarakat akan menganggu keberlangsungan hidup kelompok.

3. Menciptakan Harmoni Sosial 

Prinsip kesetaraan harus diterapkan di tengah-tengah perbedaan demi mewujudkan harmoni sosial. Diferensiasi dan stratifikasi telah melahirkan kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Maka, penting untuk menerapkan prinsip kesetaraan dengan tidak adanya budaya atau keyakinan yang lebih tinggi dari budaya atau keyakinan lainnya. Semua perbedaan adalah sederajat. Hal-hal yang dapat dilakukan dalam menciptakan harmoni sosial antara lain:

- Positif terhadap perbedaan. 

- Dapat membaur dan menyesuaikan diri dalam perbedaan.

- Demokratis, bersikap terbuka dan menghargai pendapat orang lain.

- Memiliki kesepakatan (konsesus) bersama untuk hidup dalam perbedaan.

- Memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap orang lain. 

- Menaati nilai dan norma yang berlaku setempat.

- Keterbukaan informasi dan keinginan untuk memajukan kehidupan bersama.

Masyarakat Multikultural 

Masyarakat Majemuk

Masyarakat majemuk merupakan masyarakat yang memiliki perbedaan dan keberagaman suku bangsa, kebudayaan, kelompok sosial, dan kepercayaan. 

Masyarakat Multikultural 

Masyarakat multikultural merupakan masyarakat majemuk yang hidup berdampingan dan menjunjung tinggi nilai kesetaraan. Realitas pada masyarakat multikultural adalah masyarakat tidak mengenal perbedaan hak dan kewajiban antarkelompok, baik secara hukum maupun sosial. Masyarakat multikultural hidup bersama dan menerima perbedaan dengan saling menghargai.

Tahap Pemecahan Masalah 

Terdapat beberapa cara dalam pemecahan masalah pada masyarakat multikultural menurut Bales sebagai beerikut.

1. Tahap Orientasi. Dalam tahap ini, masyarakat mencoba untuk saling memahami sesama dengan bertanya mengenai kebutuhan satu sama lain dan saling memberikan informasi yang diperlukan. Sehingga terhindar dari kesalahpahaman atau kekeliruan antarpihak yang berkepentingan dalam kelompok masyarakat.

2. Tahap Evaluasi. Dalam tahap ini, anggota kelompok yang bertukar informasi juga saling bertukar pendapat. Keterbukaan antaranggota dalam bertukar informasidapat memunculkan berbagai alternatif baru untuk pemecahan masalah yang dihadapi.

3. Tahap Kontrol. Dalam tahap ini, tiap anggota kelompok yang telah memberikan saran mereka kemudian mencari jalan keluar bersama dalam mencapai kesimpulan akhir pemecahan masalah.

Faktor yang Memengaruhi Perlunya Masyarakat Multikultural 

a. Faktor Pendorong

- Saling menghargai dan menghormati terhadap hak-hak dasar manusia (HAM).

- Paham terhadap kesetaraan dan keragaman budaya yang ada dalam kehidupan bermasyarakat. 

- Mengakui dan menghargai keberagaman dan perbedaan antarkelompok. 

- Keinginan untuk menciptakan konsensus (kesepakatan) bersama untuk hidup menerima perbedaan dan mempelajari kebudayaan kelompok lain.

b. Faktor Penghambat

1. Sikap etnosentrisme atau menganggap budaya sendiri lebih baik dari budaya lainnya. 

2. Pertentangan antara budaya Barat dan budaya Timur. Budaya Barat dianggap sebagai budaya yang progresif dan dinamis atau hot culture. Sehingga budaya Timur dianggap sebagai budaya yang kurang dinamis atau cold culture.

3. Pluralisme atau menganggap budaya lain sebagai budaya asing diluar kelompoknya. Biasanya individu menjunjung tinggi dan cenderung memprioritaskan paham yang sudah ia dimiliki sejak lahir.

4. Pandangan yang paternalistis. Masyarakat membedakan status sosial antara perempuan dan laki-laki, dimana masyarakat menganggap perempuan sebagai kelompok minor dan dibawah laki-laki. Paternalistis terjadi pada masyarakat yang patriarkis atau lebih memprioritaskan satu jenis kelamin yaitu laki-laki. 

5. Pandangan negatif terhadap kelompok luar, sehingga menolak kebudayaan dari luar dan menghambat perubahan serta pembauran sosial.

Manfaat Multikultural

1. Menggali lebih banyak kearifan lokal yang dimiliki oleh setiap budaya. Hal tersebut didapat melalui hubungan yang harmonis antaranggota masyarakat. 

2. Memunculkan sikap toleransi sebagai syarat utama masyarakat multikultural melalui pengakuan dan penghargaan terhadap budaya lain. 

3. Menjadi alat solidaritas dan pertahanan terhadap ancaman dari luar yang timbul dari budaya kapital. 

4. Menjadi alat dalam menciptakan kehidupan yang aman dan sejahtera bagi seluruh anggota masyarakat.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

Pajak

PAJAK Pengertian Pajak adalah iuran rakyat kepada negara bersifat wajib dan dapat dipaksakan yang diatur oleh undang-undang, dengan balas jasa tidak langsung. Fungsi Pajak   1. Anggaran     Pajak sebagai kontributor terbesar pembangunan fasilitas publik dan pembangunan nasional. 2. Regulasi     Pajak sebagai alat melaksanakan kebijakan sosial ekonomi, misalnya mengatur pajak untuk barang mewah dan perdagangan internasional.   3. Stabilitas     Pajak sebagai salah satu instrumen fiskal untuk mengatasi inflasi maupun deflasi.   4. Redistribusi pendapatan     Pajak digunakan untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggolongan Pajak   1. Pajak langsung     Beban pajak ini harus ditanggung langsung oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan. Contoh: PPh. 2. Pajak tidak langsung     Beban pajak ini dapat dialihkan kepada ...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...