Langsung ke konten utama

PERAN INDONESIA DALAM PERDAMAIAN DUNIA

 

PERAN INDONESIA DALAM PERDAMAIAN DUNIA

  • Liga Bangsa Bangsa atau LBB

Liga Bangsa Bangsa terbentuk setelah Perang Dunia I yaitu tahun 1919. Terbentuk oleh usulan Woodrow Wilson yang merupakan Presiden Amerika Woodrow Wilson mengajukan usul Peace Without Victory. Usulan tersebut menjadi Wilson`s Fourteen Points yang menjadi dasar berdirinya LBB. LBB dibubarkan karena pecahnya Perang Dunia II.

Perserikatan Bangsa Bangsa atau PBB

PBB berdiri pada tanggal 24 Oktober 1945. Landasan terbentuknya PBB adalah Atlantic Charter. Pada tanggal 26 Juni 1945, terdapat konferensi San Fransisco yang dihadiri 50 negara yang menandatangani United Nation Charter. Tujuan pembentukan PBB terdapat dalam Piagam PBB yaitu untuk mejaga perdamaian dunia. Pemegang hak veto PBB adalah Cina, Uni Soviet atau Rusia, Amerika Serikat, Inggris dan Perancis. Indonesia masuk ke PBB pada tahun 1950 menjadi anggota ke 60, lalu keluar pada 1965 akibat Konfrontasi dengan Malaysia. Indonesia masuk kembali ke PBB pada 28 September 1966

  • Konferensi Asia Afrika atau KAA

Konferensi Asia Afrika diselenggarakan pada tanggal 18 – 25 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung. Konferensi Asia Afrika yang diadakan di Bandung di hadiri oleh 29 negara yang berasal dari Asia dan Afrika Latar berlakang terciptanya KAA adalah Perjanjian Colombo pada 28 April – 2 Mei 1954. KAA bertujuan untuk menghancurkan segala praktek Kolonialisme dan Imperialisme dikawasan Asia dan Afrika. KAA menghasilkan kesepakatan yag tertuang dalam piagam Dasasila Bandung. KAA dicetuskan oleh 5 tokoh dari Indonesia, India, Pakistan, Srilangka dan Burma.  Tokoh tokoh tersebut adalah :

- Ali Sastroamidjoyo = Indonesia

- Pandit Jawaharlal Nehru = India

- Muhamad Ali Borga = Pakistan 

- Sir John Kotelawa = Srilangka

- U Nu = Burma

  • Gerakan Non Blok atau GNB

Gerakan Non Blok adalah sebuah gerakan yang tidak berpihak pada salah satu blok yang ada pada perang dingin yaitu Blok Barat dan Blok Timur. Gerakan Non Blok dicetuskan oleh 5 pemimpin negara, yaitu:

- Soekarno = Indonesia

- Joseph Broz Tito = Yuglosavia

- Gamal Abdul Naser = Mesir

- Jawaharlal Nehru = India

- Kwame Nkrumah = Ghana

Konferensi Tingkat Tinggi I GNB dilakuka di Beograd ada 1-6 September 1961 yang menghasilkan Josep Broz Tito menjadi pemimpin GNB pertama. Tujuan GNB adalah untuk mengembangkan dan memajukan negara-negara yang menjadi anggota GNB secara ekonomi, sosial dan politik.

  • Association of Southest Asian Nations atau ASEAN

ASEAN di Bangkok, Thailand pada tanggal 8 Agustus 1967. ASEAN dibentuk oleh 5 negara dikawasan Asia Tenggara, yaitu :

- Adam Malik = Indonesia

- Narsisco Ramos = Filipina

- Tun Abdul Razak = Malaysia

- S. Rajaratnam = Singapura

- Thanat Khoman = Thailand

  • Tujuan berdirinya ASEAN adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial dan perkembangan budaya di Asia Tenggara. Beberapa negara lain di Asia Tenggara menyusul menjadi anggota ASEAN, yaitu

- 7 Januari 1984, Brunei Darussalam

- 28 Juli 1994, Vietnam

- 23 Juli 1997, Myanmar

- 23 Juli 1997, Laos

- 16 desember 1998, Kamboja

  • Jakarta Informal Meeting atau JIM

JIM adalah sebuah pertemuan untuk penyelesaian konflik Kamboja dan Vietnam dengan Indonesia sebagai pengengah konflik tersebut. Jakarta Infromal Meeting diselenggarakan di Jakarta pada kisaran tahun 1988 dan 1989. JIM pertama diselenggarakan pada 25-28 Juli 1958 dengan agenda melakukan gencatan senjata antara Vietnam dan Kamboja JIM kedua dilakukan pada 19-21 Februari 1989, dengan keikutserataan Asutralia sebagai penengah diwakili oleh Menteri Luar Negerinya Gareth Evans. JIM kedua menghasilkan Cambodia Peace Plan yang berisi gencatan senjata, menurunkan pasukan pejaga perdamaian PBB dan membentuk pemerintah persatuan nasional Kamboja sampai adanya pemilihan umum. JIM ketiga membahas pengaturan pembagian pemerintahan di Kamboja Pada Februari 1992, Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 745, membentuk United Nation Transitional Authority in Cambodia atau disingkat UNTAC. Indonesia mengirimkan Kontingen Garuda XII A hingga XII D, untuk mengamakan keadaan di Kamboja

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

Pajak

PAJAK Pengertian Pajak adalah iuran rakyat kepada negara bersifat wajib dan dapat dipaksakan yang diatur oleh undang-undang, dengan balas jasa tidak langsung. Fungsi Pajak   1. Anggaran     Pajak sebagai kontributor terbesar pembangunan fasilitas publik dan pembangunan nasional. 2. Regulasi     Pajak sebagai alat melaksanakan kebijakan sosial ekonomi, misalnya mengatur pajak untuk barang mewah dan perdagangan internasional.   3. Stabilitas     Pajak sebagai salah satu instrumen fiskal untuk mengatasi inflasi maupun deflasi.   4. Redistribusi pendapatan     Pajak digunakan untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggolongan Pajak   1. Pajak langsung     Beban pajak ini harus ditanggung langsung oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan. Contoh: PPh. 2. Pajak tidak langsung     Beban pajak ini dapat dialihkan kepada ...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...