Langsung ke konten utama

PERADABAN INDIA KUNO

 


 

PERADABAN LEMBAH SUNGAI INDUS

  • Peradaban Lembah Sungai Indus terletak di lembah Sungai Indus yang saat ini termasuk ke dalam Negara Pakistan. Peradaban ini diperkirakan berkembang pada tahun 4000 SM. Peradaban ini memiliki dua kota besar yakni Kota Harappa dan Kota Mohenjodaro.
  • Penduduk dari peradaban ini adalah Bangsa Dravida. Bangsa ini merancang tata kota dengan sangat baik. Rumah-rumah mereka terbuat dari batu bata di mana rumah-rumah ini dihubungkan dengan jalan raya yang lurus dan lebar. Sistem saluran air di kota ini juga sudah sangat baik.
  • Pada tahun 1500 SM, Bangsa Arya datang ke peradaban ini secara bergelombang. Hal ini mengakibatkan terjadinya perang antara ras Arya dan Dravida untuk menguasai wilayah Lembah Sungai Indus. Perang ini menghasilkan agama Hindu yang memiliki aturan sistem kasta dengan kedudukan yang tinggi diduduki oleh Bangsa Arya. Kasta-kasta ini terbagi menjadi empat, yaitu:

1.   Kasta Brahmana, yaitu golongan agamawan

2.   Kasta Ksatria, yaitu para prajurit

3.   Kasta Waisya, yaitu para pedagang

4.   Kasta Sudra, yaitu para buruh dan petani

  • Golongan tanpa kasta yaitu Paria yang menduduki stratifikasi paling rendah.
  • Kitab suci dalam agama Hindu adalah Kitab Weda. Dalam agama Hindu, terdapat tiga dewa tertinggi, yaitu:

1.   Dewa Brahma sebagai dewa pencipta

2.   Dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara

3.   Dewa Siwa sebagai dewa penghancur.

PERADABAN LEMBAH SUNGAI GANGGA

  • Peradaban Lembah Sungai Gangga terletak di tengah - tengah Pegunungan Himalaya dan Pegunungan Widya-Kedna. Wilayah ini merupakan wilayah yang sangat subur untuk kegiatan pertanian. Peradaban ini didukung oleh Bangsa Arya yang bermigrasi ke wilayah India di antara tahun 2000 – 1500 SM. Setelah mereka berhasil mengalahkan bangsa Dravida di Lembah Sungai Indus, mereka menetap di sana dan mulai menduduki lembah Sungai Gangga.
  • Peradaban ini beragama Hindu dengan Weda sebagai kitabnya. Kitab Weda memiliki empat bagian, yaitu:

1.   Reg-Weda yang berisi syair-syair pemujaan terhadap dewa-dewa

2.   Sama-Weda yang berisi nyanyi-nyanyian untuk pemujaan terhadap dewa-dewa

3.   Yayur-Weda yang berisi tentang bacaan-bacaan untuk keselamatan

4.   Atharwa-Weda yang berisi ilmu sihir untuk menghilangkan bahaya.

  • Pada abad keenam, mulai muncul ketika terdapat beberapa golongan yang menentang pendapat kaum Brahmana. Golongan ini dipimpin oleh Sidharta Gautama yang merupakan putra mahkita dari Kerajaan Kapilawastu. Dia sendiri merupakan seseorang yang menduduki Kasta Ksatria. Setelah ia mengalami cobaan berat selama tujuh tahun, tepatnya pada tahun 563 SM, ia kemudian mendapat ilham yang menerangi hatinya yang kemudian ia beri nama sebagai ajaran Buddha.
  • Ajaran Buddha ini tidak membagi masyarakat ke dalam kasta-kasta tertentu. Ajaran ini menganggap semua manusia memiliki kedudukan yang sama. Kitab suci agama Buddha bernama Tripitaka. Ajaran ini kemudian menyebar ke Srilanka, Cina, Jepang, Kamboja, Thailand, dan Indonesia.
  • Pada tahun 321 SM, Chandragupta mendirikan sebuah kerajaan Buddha bernama Kerajaan Gupta atau Kerajaan Maurya. Kerajaan ini berpusat di Lembah Sungai Gangga. Chandragupta mampu menahan serangan Alexander Agung yang ingin menguasai India. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya ketika dipimpin oleh Raja Ashoka (Raja Samudragupta), cucu dari Chandragupta.
  • Raja Samudragupta kemudian diganti oleh putranya, raja Candragupta II. Pada masa pemerintahan Raja Candragupta, muncul seorang pujangga bernama Kalidasa dengan karyanya yang terkenal berjudul "Syakuntala". Setelah meninggalnya raja Candragupta II, Kerajaan Gupta mulai mengalami kemunduran.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

Siswa Madrasah Pelopor Moderasi Beragama

  Rencana Aksi Kegiatan Siswa Madrasah Sebagai Pelopor Moderasi Beragama, Inisiator Pada Masa Bonus Demografi, Dengan Memanfaatkan Revolusi Teknologi Oleh: Moh Suma Firman R – MAN 3 Tulungagung Perubahan dunia secara global kini tengah memasuki fase yang disebut dengan istilah revolusi industri 4.0. Era ini datang dan menuntut generasi muda untuk bepikir kreatif dan inovatif dalam segala aspek kehidupan terutama dalam hal penguasaan teknologi. Yang akan bergerak dinamis dan terus menghadirkan banyak perubahan yang tidak bisa dibendung. Dalam hal ini siswa madrasah patutnya menjadi panutan dan harapan masa depan bangsa yang mampu menempatkan Indonesia pada posisi yang tepat sesuai perubahan yang ada, dengan konsep moderasi beragama. Berdasar data siaran pers Bappenas (2017) penduduk Indonesia akan mencapai masa bonus demografi   pada tahun 2030 mendatang, yakni penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total proyeksi penduduk Indonesia sebesar 297 juta ji...

Pajak

PAJAK Pengertian Pajak adalah iuran rakyat kepada negara bersifat wajib dan dapat dipaksakan yang diatur oleh undang-undang, dengan balas jasa tidak langsung. Fungsi Pajak   1. Anggaran     Pajak sebagai kontributor terbesar pembangunan fasilitas publik dan pembangunan nasional. 2. Regulasi     Pajak sebagai alat melaksanakan kebijakan sosial ekonomi, misalnya mengatur pajak untuk barang mewah dan perdagangan internasional.   3. Stabilitas     Pajak sebagai salah satu instrumen fiskal untuk mengatasi inflasi maupun deflasi.   4. Redistribusi pendapatan     Pajak digunakan untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggolongan Pajak   1. Pajak langsung     Beban pajak ini harus ditanggung langsung oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan. Contoh: PPh. 2. Pajak tidak langsung     Beban pajak ini dapat dialihkan kepada ...