Langsung ke konten utama

Pengertian dan Teori Permasalahan Sosial

 

Permasalahan Sosial 

Masalah sosial adalah sebuah kondisi yang dianggap menghambat ataupun berbahaya bagi masyarakat. Masalah sosial harus segera diatasi karena menimbulkan kerugian, baik fisik maupun nonfisik serta bertentangan dengan nilai, norma dan standar sosial yang berlaku di masyarakat.

Terdapat dua elemen penting dalam masalah sosial:

Elemen objektif

Kondisi ini bersifat universal, atau bisa ditemukan di manapun. Masalah sosial yang terjadi didasari dari pengalaman langsung masyarakat. Misalnya, kemiskinan dan kriminalitas.

Elemen Subjektif

Kondisi ini bersifat kontekstual, maksudnya kondisi yang dianggap masalah sosial di suatu masyarakat bisa jadi bukan menjadi masalah sosial di masyarakat lain. Misalnya, kebiasaan makan pakai tangan bagi orang Indonesia adalah wajar, sementara bagi orang Perancis menunjukan kesenjangan.

Teori Masalah Sosial

Teori Fungsionalisme (Emile Durkheim)

Dalam teori ini, masalah sosial terjadi karena ada suatu bagian dari masyarakat yang gagal berfungsi sehingga mengancam tatanan sosial. Seperti organ-organ tubuh yang dapat mengancam kesehatan bila ada yang tidak berfungsi.

Dalam teori ini ada dua pandangan mengenai masalah sosial:

Patologi Sosial

Masalah sosial dianggap sebagai penyakit karena ada sebagian masyarakat yang tidak berfungsi.

Disorganisasi Sosial

Masalah sosial muncul karena adanya perubahan sosial di masyarakat yang terjadi dengan sangat cepat.

 

Teori Konflik (Karl Marx)

Masalah sosial muncul karena adanya perbedaan kelas di masyarakat. Perbedaan kelas ini menyebabkan adanya satu kelas yang mengeksploitasi kelas sosial yang lain. 

 

Teori Interaksi Simbolik (Erving Goffman)

Masalah sosial muncul karena adanya interaksi di masyarakat. Interaksi ini bersifat negatif yang ditandai dengan pelabelan dan reaksi masyarakat yang buruk. 

Dua pandangan dalam teori Interaksi Simbolik:

Teori Pelabelan/Labelling Theory

Suatu kondisi di masyarakat yang dianggap salah karena sudah dicap salah oleh kelompok masyarakat lain.

Teori Konstruksionisme Sosial

Kondisi tertentu dianggap masalah oleh individu karena interpretasi atau konstruksi sendiri akan keadaan sosial di sekitarnya

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

Pajak

PAJAK Pengertian Pajak adalah iuran rakyat kepada negara bersifat wajib dan dapat dipaksakan yang diatur oleh undang-undang, dengan balas jasa tidak langsung. Fungsi Pajak   1. Anggaran     Pajak sebagai kontributor terbesar pembangunan fasilitas publik dan pembangunan nasional. 2. Regulasi     Pajak sebagai alat melaksanakan kebijakan sosial ekonomi, misalnya mengatur pajak untuk barang mewah dan perdagangan internasional.   3. Stabilitas     Pajak sebagai salah satu instrumen fiskal untuk mengatasi inflasi maupun deflasi.   4. Redistribusi pendapatan     Pajak digunakan untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggolongan Pajak   1. Pajak langsung     Beban pajak ini harus ditanggung langsung oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan. Contoh: PPh. 2. Pajak tidak langsung     Beban pajak ini dapat dialihkan kepada ...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...