Langsung ke konten utama

Pemberontakan RMS, APRA, Andi Aziz

 Pemberontakan Republik Maluku Selatan

Latar Belakang Pemberontakan Republik Maluku Selatan

Hasil dari Konferensi Meja Bundar atau KMB menghasilkan lima point utama yaitu 

1.   Belanda mengakui pedaulatan Republik Indonesia Serikat.

2.   Diputuskannya beberapa persetujuan pokok dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya.

3.   Penyelesaian masalah Irian Barat.

4.   Pembentukan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat atau APRIS dan membubarkan tentara kerajaan Hindia Belanda atau Koninklijk Nederlands Indisch Leger (KNIL) dan dimasukan kedalam APRIS.

5.   Kerajaan Belanda dan Indonesia membentuk Uni Indonesia-Belanda.

6.   Indonesia haru membayar hutang ke Belanda dari tahun 1942.

Dari hasil KMB tersebut point ke empat yang membuat para tentara KNIL di Indonesia menjadi khawatir akan pembubaran dan mantan tentara KNIL ini tidak ingin bergabung dengan APRIS. Akhirnya para mantan tentara KNIL ini meminta tolong ke Dr. Christian Robert Steven Soumokil yang merupakan mantan Jaksa Agung Negara Indonesia Timur untuk membantu melawan tentara APRIS di Negara Indonesia Timur atau NIT. Akhirnya Dr. Soumokil bersama mantan tentara KNIL melakukan perlawanan dan menghasut rakyat untuk membentuk negara sendiri lepas dari NIT dan Indonesia.

Pemberontakan Republik Maluku Selatan atau RMS

Pada 25 April 1950, Dr. Soumokil memproklamasikan berdirinya Republik Maluku Selatan atau RMS dan menetapkan Ambon menjadi Ibu Kota RMS. Proklamasi ini didukung penuh oleh mantan tentara KNIL dan rakyat yang pro Belanda mendukung proklamasi tersebut. Sejak saat itu RMS melakukan propaganda untuk menghasut rakyat untuk gabung sama RMS dan bagi rakyat yang menolak akan dihukum penjara.

Penumpasan Pemberontakan RMS

Untuk menyelesaikan pemberontakan RMS, pemerintah Indonesia mengirim dr. Leimena ke Maluku pada 29 April 1950 untuk melakukan negosiasi damai. Namun, kedatangan dr. Leimena ditolak oleh Dr. Soumokil. Akbat penolakan perundingan damai tersebut, pemerintah Indonesia melakukan Gerakan Operasi Militer atau GOM pada 14 Juli 1950 yang dipimpin oleh Kolonel A.E. Kawilarang. 

Pemberontak RMS memusatkan kekuatannya di Pulau Seram dan Ambon, mereka juga menguasai perairan didaerah Maluku Tengah. Pemberotak RMS juga menghancurkan dan memblokade kapal-kapal milik pemerintah Indonesia. APRIS pada 28 September 1950 melakukan serangan untuk merebut kota Ambon dan serangan tersebut berhasil dilakukan.

Setelah dikuasainya Maluku oleh APRIS, sisa pemberontak RMS bersama Dr. Soumokil melarikan diri ke Pulau Seram. Pasukan RMS yang tersisa terus melakukan pemberontakan hingga pada 2 Desember 1963, Dr. Soumokil berhasil ditangkap dan diberikan hukuman mati pada 12 April 1966.

 

 

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

tribina

Kalian tau nggak apa itu Tribina? Tribina merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dibentuk oleh BKKBN dengan tujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat terkait dengan pembinaan keluarga, yang mengedepankan peran serta kepedulian anggota keluarga guna mencapai kesejahteraan di dalam keluarga. Tri Bina memiliki tujuan khusus untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan orangtua maupun anggota keluarga lainnya dalam membina balita maupun remaja. Untuk balita berhubungan dengan pola asuh balita, perkembangan fisik atau tumbuh kembang balita, kemampuan motorik. Sedangkan untuk remaja mengenai cara efektif berinteraksi dengan remaja, bimbingan kepada anak remaja, dan lain-lain. Selain itu, Tri Bina juga mengedepankan kesejahteraan lansia agar tetap memiliki produktifitas yang baik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, Tri Bina dibagi menjadi 3 bagian, diantaranya adalah BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), BKL (Bina Keluar...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...