Langsung ke konten utama

Pemberontakan PRRI/Permesta

 

 Latar Belakang Pemberontakan

Setelah kembalinya RIS kebentuk NKRI, keadaan Indonesia masih belum stabil karena adanya pergolakan didaerah-daerah seperti di Sumatera dan Sulawesi. Faktor pemberontakan di Sulawesi karena kesenjangan dana bantuan dari pemerintah pusat dan kalau di Sumatera karena konflik Angkatan Darat. Konflik Angkatan Darat tersebut terjadi karena adanya pengurangan jumlah pasukan di Divisi Banteng yang ada di Sumatera.

Jalannya Pemberontakan

Bentuk protes yang dilakukan oleh Dewan Banteng adalah memutus hubungan dengan pemerintah pusat dan membentuk struktur pemerintahan daerah. Oleh sebab itu Divisi Banteng yang berada di Sumatera Barat yang dipimpin oleh Letkol Ahmad Husein membentuk dewan-dewan yang bertugas mengumpulkan aspirasi rakyat. Dewan-dewan tersebut bernama Dewan Gajah di Sumatera Utara, Dewan Garuda di Sumatera Selatan. Di Sulawesi juga terdapat dewan yang bernama Dewan Manguni. Akhirnya dewan-dewan yang terbentuk ini melakukan pemberontakan di Sumatera dan Sulawesi. 

Pemberontakan PRRI/Permesta

Pemberontakan di Sulawesi diberi nama Perjuangan Rakyat Semesta atau Permesta yang dipimpin oleh Letkol Ventje Sumual yang diproklamasikan pada 2 maret 1957 yang ditandatangani oleh 51 tokoh masyarakat di Indonesia Timur.

Lalu, pemberontakan di Sumatera terjadi pada 10 Februari 1958, yang dipimpin oleh Letkol Ahmad Huseinn yang menyampaikan sebuah ultimatum bahwa Kabinet Juanda harus mengembalikan mandate ke Presiden Soekarno lalu memerintahkan Mohammad Hatta dan Sri Sultan Hamengkubuwono IX untuk mendirikan Kabinet Nasional.

Pemerintah merespon dengan memberhentikan Letkol Ahmad Husein , setelah diberhentikan Letkol Ahmad Husein memproklamasikan pendirian Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia atau PRRI pada 15 Februari 1958. Diwaktu bersamaan PRRI mendapat dukungan dari Permesta maka bersatulah pemberontakan PRRI/Permesta di Sumatera dan Sulawesi.

Penumpasan Pemberontakan PRRI/Permesta

Penumpasan pemberontakan PRRI/Permesta pemerintah menggunakan kekuatan militer. Di Sumatera pemerintah mengirim pasukan dipimpin oleh Kolonel Ahmad Yani. Operasi militer ini diberinama Operasi 17 Agutus. Operasi ini berhasil mempersempit pergerakan pasukan PRRI. Pemerintah lewat Jenderal A.H Nasution melakukan diplomasi untuk mengajak PRRI menyerah dan kembali ke NKRI. Diplomasi dari A.H Nasution berhasil meyakinkan Letkol Ahmad Husein dan bersama pasukannya untuk menyerahkan diri ke pemerintah.

Lalu, pemberontakan Permesta juga dilakukan dengan cara militer yang mengirim Letkol Rukmintoo untuk memimpin Operasi Merdeka pada bulan April 1958. Penumpasan Permesta menghadapi tantangan yang sulit karena persenjataan yang lengkap dan saat operasi militer dilakukan terdapat bukti keterlibatan pihak asing. Tentara Indonesia menembak jatuh sebuah pesawat yang pilotnya bernama Allan Pope yang merupakan intelijen Amerika Serikat. Akhirnya di pada 1961, para pemimpin gerakan Permesta menyerahkan diri ke NKRI lalu diberikan sebuah pengampunan.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

Pajak

PAJAK Pengertian Pajak adalah iuran rakyat kepada negara bersifat wajib dan dapat dipaksakan yang diatur oleh undang-undang, dengan balas jasa tidak langsung. Fungsi Pajak   1. Anggaran     Pajak sebagai kontributor terbesar pembangunan fasilitas publik dan pembangunan nasional. 2. Regulasi     Pajak sebagai alat melaksanakan kebijakan sosial ekonomi, misalnya mengatur pajak untuk barang mewah dan perdagangan internasional.   3. Stabilitas     Pajak sebagai salah satu instrumen fiskal untuk mengatasi inflasi maupun deflasi.   4. Redistribusi pendapatan     Pajak digunakan untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggolongan Pajak   1. Pajak langsung     Beban pajak ini harus ditanggung langsung oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan. Contoh: PPh. 2. Pajak tidak langsung     Beban pajak ini dapat dialihkan kepada ...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...