Langsung ke konten utama

Nilai Sosial Norma Sosial

 

 

Nilai sosial didefinisikan sebagai konsep abstrak tentang prinsip standar atau patokan yang baik, dicita-citakan, penting, dan berguna bagi kehidupan manusia. Nilai sosial berperan mengarahkan perilaku seseorang dalam kehidupan bermasyarakat.

Ciri-Ciri Nilai Sosial

Nilai sosial bersifat abstrak sehingga tidak dapat dilihat secara langsung. Namun, nilai sosial dapat dimengerti melalui ciri-ciri yang tampak. Adapun ciri-ciri nilai sosial sebagai berikut:

1.   Hasil interaksi anggota masyarakat

2.   Berbeda pengaruh pada masyarakat

3.   Terbentuk melalui proses belajar

4.   Memiliki pengaruh positif sekaligus negative

5.   Berisi anggapan masyarakat secara umum

6.   Keberadaan nilai saling berkaitan

Jenis Nilai Sosial

Nilai sosial dapat dibedakan menjadi berbagai jenis. Nilai sosial dapat dibagi berdasarkan kriteria berikut ini

Berdasarkan Kegunaannya

1.   Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kebutuhan fisik/jasmani manusia dalam bentuk material.

2.   Nilai vital, yaitu segala sesuatu baik benda maupun abstrak yang memiliki posisi sangat penting bagi manusia untuk hidup dan beraktivitas.

3.   Nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna memenuhi kebutuhan rohani manusia. Nilai rohani dapat dibagi menjadi empat jenis yaitu nilai kebenaran/logika, nilai kebaikan/moral, nilai keindahan/estetika, dan nilai religius.

Berdasarkan Cirinya

1.   Nilai dominan, yaitu nilai yang dianggap lebih penting daripada nilai lainnya dalam suatu kelompok masyarakat.

2.   Nilai yang mendarah daging, yaitu nilai yang telah menjadi kebiasaan dan membentuk kepribadian seseorang sehingga pelaksanaannya tidak membutuhkan banyak pertimbangan.

Berdasarkan Fungsinya 

1.   Nilai integratif, yaitu nilai yang berfungsi untuk mengarahkan bahkan memberikan tuntukan kepada individu/kelompok untuk mewujudkan cita-cita bersama.

2.   Nilai disintegratif, yaitu nilai yang hanya berlaku pada sekelompok orang di wilayah tertentu.

Fungsi Nilai Sosial

Ada beberapa peranan atau fungsi umum dari nilai-nilai sosial. Adapun beberapa fungsi nilai sosial adalah:

1.   Menentukan harga dan kelas sosial dalam stratifikasi sosial.

2.   Memberi pengaruh cara bertingkah laku serta berpikir dalam sejumlah masyarakat.

3.   Mendorong manusia agar berperilaku sesuai peran untuk mencapai suatu tujuan.

4.   Mengawasi, membatasi, dan mendorong perilaku individu dalam masyarakat.

5.   Menjadi alat solidaritas di kalangan anggota kelompok dan masyarakat.

 

Norma Sosial

 

Norma sosial terdiri dari larangan dan perintah yang digunakan sebagai petunjuk hidup bermasyarakat serta sanksi bagi individu yang melanggar. Norma dibentuk dan diciptakan untuk menjaga dan mempertahankan nilai sosial.

Ciri-Ciri Norma Sosial

Norma sosial erat kaitannya dengan nilai sosial. Meskipun demikian, norma sosial dapat dikenali melalui ciri-cirinya yang diamati. Adapun ciri-ciri norma sosial adalah:

1.   Memiliki sanksi

2.   Hasil kesepakatan bersama

3.   Berbentuk lisan maupun tertulis

4.   Dapat menyesuaikan dan disesuaikan dengan perubahan sosial

Jenis Norma Sosial

Norma sosial memiliki beberapa jenis berdasarkan pembagian kriteria yang ada. Adapun jenis-jenis norma sosial berdasarkan kriteria adalah:

Berdasarkan Daya Ikat atau Sanksinya

1.   Cara (usage), yaitu norma yang memiliki sanksi sangat lemah dan tidak mengakibatkan adanya hukuman namun berupa teguran.

2.   Kebiasaan (folkways), yaitu norma ini diakui keberadaannya di tengah-tengah masyarakat sebagai salah satu standar dalam interaksi sosial karena telah dilakukan secara berulang sehingga menjadi kebiasaan. Bila terjadi pelanggaran, si pelaku bisa dicemooh atau digunjingkan.

3.   Tata kelakuan (mores), yaitu norma ini mencerminkan sifat-sifat hidup dari sekelompok manusia yang dilakukan secara sadar guna melaksanakan pengawasan oleh sekelompok masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Norma tata kelakuan memiliki unsur yang memaksa atau melarang suatu perbuatan. Sering kali norma ini diasosiasikan dengan norma kesusilaan.

4.   Adat istiadat (custom), norma ini bersifat kekal dan terintegrasi sangat kuat terhadap masyarakat yang memilikinya. Anggota yang melanggar norma ini mendapatkan sanksi adat yang cukup berat seperti dikucilkan.

5.   Hukum (laws), norma tertulis yang pada umumnya sangat tegas dan diketahui oleh sekelompok besar masyarakat. Pelanggarnya akan dikenakan sanksi melalui sarana hukum pengadilan.

Berdasarkan Aturan Perilaku Tertentu

1.   Norma agama merupakan norma yang sering dianggap mengandung kebenaran mutlak karena berisi peraturan hidup yang diterima sebagai perintah, larangan, dan anjuran yang berasal dari Tuhan.

2.   Norma kesusilaan bersumber dari hati nurani manusia yang membentuk akhlak seseorang. Norma kesusilaan juga disebut sebagai norma moral, sehingga seseorang yang melanggar disebut sebagai orang yang tidak bermoral atau asusila.

3.   Norma kesopanan terdiri atas tata krama atau aturan sopan santun menyangkut perilaku individu dalam kehidupan bermasyarakat.

4.   Norma kebiasaan mengacu pada petunjuk hidup dan berperilaku yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama

5.   Norma hukum merupakan norma tertulis yang mengatur kehidupan masyarakat dalam suatu negara.

Fungsi Norma Sosial

Norma sosial mempunyai sejumlah fungsi dan peranan. Adapun fungsi norma sosial dalam masyarakat sebagai berikut:

1.   Sebagai sistem kontrol dalam masyarakat.

2.   Sebagai alat menertibkan dan menstabilkan kehidupan sosial.

3.   Sebagai pedoman/aturan perilaku seseorang dalam hidup bermasyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

tribina

Kalian tau nggak apa itu Tribina? Tribina merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dibentuk oleh BKKBN dengan tujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat terkait dengan pembinaan keluarga, yang mengedepankan peran serta kepedulian anggota keluarga guna mencapai kesejahteraan di dalam keluarga. Tri Bina memiliki tujuan khusus untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan orangtua maupun anggota keluarga lainnya dalam membina balita maupun remaja. Untuk balita berhubungan dengan pola asuh balita, perkembangan fisik atau tumbuh kembang balita, kemampuan motorik. Sedangkan untuk remaja mengenai cara efektif berinteraksi dengan remaja, bimbingan kepada anak remaja, dan lain-lain. Selain itu, Tri Bina juga mengedepankan kesejahteraan lansia agar tetap memiliki produktifitas yang baik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, Tri Bina dibagi menjadi 3 bagian, diantaranya adalah BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), BKL (Bina Keluar...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...