Langsung ke konten utama

MASA DEMOKRASI LIBERAL

 


 

Masa Demokrasi Liberal atau Demokrasi Parlementer berawal ketika pembubaran Republik Indonesia Serikat (RIS) pada tanggal 17 Agustus 1950 dan berakhir saat dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Sistem pemerintahan yang digunakan adalah sistem parlementer. Dalam sistem ini, kegiatan pemerintahan dijalankan oleh perdana menteri yang bertanggung jawab langsung kepada DPR, sementara presiden bertindak sebagai kepala negara. 

Kabinet-Kabinet pada Masa Demokrasi Liberal

Pada masa Demokrasi Liberal, terjadi tujuh kali pergantian kabinet pemerintahan. Kabinet-kabinet dinamakan sesuai nama Perdana Menteri yang berkuasa, yaitu:

1. Kabinet Natsir

 

Berkuasa sejak tanggal 6 September 1950 sampai 21 Maret 1951. Kabinet ini merupakan kabinet koalisi dari PNI dan Masyumi.  

2. Kabinet Sukiman

 

Berkuasa sejak 27 April 1951 hingga 3 April 1952. Kabinet ini merupakan gabungan koalisi antara partai PNI dan Masyumi.

3. Kabinet Wilopo

 

Berkuasa sejak 3 April 1952 hingga 3 Juni 1953. Kabinet ini merupakan koalisi dari partai PNI, Masyumi, dan non-partai.

4. Kabinet Ali Sastroamidjojo I

 

Berkuasa sejak 31 Juli 1953 hingga 12 Agustus 1955. Kabinet ini merupakan gabungan koalisi antara PNI dan NU.

5. Kabinet Burhanuddin Harahap

 

Berkuasa sejak 12 Agustus 1955 hingga 3 Maret 1956. Kabinet ini merupakan gabungan koalisi antara partai Masyumi dan NU.

6.  Kabinet Ali Sastroamidjojo II

 

Berkuasa sejak 20 Maret 1956 hingga 4 Maret 1957. Kabinet ini merupakan gabungan antara koalisi partai PNI, Masyumi, dan NU.

7. Kabinet Djuanda

 

Berkuasa sejak 9 April hingga 5 Juli 1959. Kabinet ini merupakan kabinet non-partai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

Pajak

PAJAK Pengertian Pajak adalah iuran rakyat kepada negara bersifat wajib dan dapat dipaksakan yang diatur oleh undang-undang, dengan balas jasa tidak langsung. Fungsi Pajak   1. Anggaran     Pajak sebagai kontributor terbesar pembangunan fasilitas publik dan pembangunan nasional. 2. Regulasi     Pajak sebagai alat melaksanakan kebijakan sosial ekonomi, misalnya mengatur pajak untuk barang mewah dan perdagangan internasional.   3. Stabilitas     Pajak sebagai salah satu instrumen fiskal untuk mengatasi inflasi maupun deflasi.   4. Redistribusi pendapatan     Pajak digunakan untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggolongan Pajak   1. Pajak langsung     Beban pajak ini harus ditanggung langsung oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan. Contoh: PPh. 2. Pajak tidak langsung     Beban pajak ini dapat dialihkan kepada ...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...