Langsung ke konten utama

LATAR BELAKANG PERANG DINGIN DAN PERAN AKTIF INDONESIA DALAM PERANG DINGIN

 

 PERANG DINGIN

Perang Dingin adalah konflik perebutan pengaruh dan hegemoni antara Amerika Serikat yang menganut ideologi Liberalis - Kapitalis dan Uni Soviet yang menganut Ideologi Konunis Sosialis. Konflik ini berlangsung dari setelah berakhirnya Perang Dunia II tahun 1945 sampai dengan runtuhnya Uni Soviet tahun 1991.

FAKTOR PENDORONG PERANG DINGIN

1. Persaingan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dengan Ideologi masing masing

2. Adanya keinginan dari Amerika Serikat dan Uni Soviet untuk berkuasa dan mendominasi negara lain

3. Amerika Serikat dan Uni Soviet secara ekonomi dan geografis tidak terkena dampak Perang Dunia II

4. Munculnya negara - negara baru di wilayah Asia dan Afrika

 

JALANNYA PERANG DINGIN

1. Persaingan di bidang politik

Pembentukan pakta aliansi pertahanan sebagai upaya untuk memperkuat diri, Amerika Serikat membentuk North Atlantic Treaty Organization (NATO) yang berkedudukan di Kanada sedangkan Uni Soviet membentuk Pakta Warsawa yang berkedudukan di Warsawa.

Proxy War : Perang yang terjadi di negara-negara berkembang akibat adanya campur tangan dari Amerika Serikat dan Uni Soviet, seperti Konflik Jerman Barat - Timur, Perang Korea Utara - Selatan, Perang Vietnam Utara - Selatan dan krisis misil Kuba. Amerika Serikat dan Uni Soviet mengkhawatirkan adanya efek domino dari konflik ideologi yang dijalankan, yakni ketika ada satu negara yang menganut satu ideologi tertentu maka negara sekitarnya akan terpengaruh.

2. Persaingan di bidang ekonomi

Pemberian bantuan ekonomi kepada negara - negara yang terdampak Perang Dunia II dan negara - negara berkembang, yaitu:

Amerika Serikat : Doktrin Truman (Bantuan kepada Yunani dan Turki), Marshall Plan (Bantuan kepada negara Eropa Barat), Four Point Program (Bantuan kepada negara Asia)

Uni Soviet : Molotov Plan (Bantuan kepada negara Eropa Timur)

3. Persaingan bidang militer dan persenjataan

Perlombaan teknologi persenjataan dan peralatan perang (yang kemudian dibatasi dengan perjanjian SALT I dan SALT II) serta adanya ancaman perang nuklir (yang kemudian dibatasi oleh perjanjian Non - Nuclear Proliferation).

4. Persaingan bidang teknologi dan eksplorasi ruang angkasa

Pengiriman pesawat ulang alik untuk menunjukkan siapa yang lebih unggul dalam penguasaan teknologi, yaitu:

Amerika Serikat : Peluncuran pesawat Explorer, Vanguard, Apollo

Uni Soviet : Peluncuran pesawat Sputnik, Vostok

5. Persaingan spionase dan mata - mata

Gerakan spionase dilakukan untuk memata - matai kekuatan lawan sekaligus untuk mengetahui perkembangan politik dari negara lain. Amerika Serikat memiliki Central Intellegence Agency (CIA) sedangkan Uni Soviet memiliki Komitet Gosudartsvennoy Bezopasnosti (KGB).

BERAKHIRNYA PERANG DINGIN

Penanda berakhirnya Perang Dingin yang berlangsung selama 40 Tahun adalah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, lewat program perestroika yang digagas oleh Mikhail Gorbachev. Uni Soviet mengalami defisit yang sangat parah akibat Perang Dingin sehingga terjadi krisis ekonomi di kalangan masyarakat luas.

INDONESIA DALAM PERANG DINGIN

Indonesia menganut sistem politik luar negeri bebas aktif yang membuat Indonesia bersifat netral dalam menghadapi adanya konflik Perang Dingin. Indonesia merupakan salah satu pelopor berdirinya Gerakan Non Blok (GNB) bersama dengan Mesir, Ghana, Yugoslavia dan India. Negara GNB percaya jika Perang Dingin dapat diselesaikan jika muncul pihak ketiga yang bisa menengahi kedua kubu yang berseteru.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

Pajak

PAJAK Pengertian Pajak adalah iuran rakyat kepada negara bersifat wajib dan dapat dipaksakan yang diatur oleh undang-undang, dengan balas jasa tidak langsung. Fungsi Pajak   1. Anggaran     Pajak sebagai kontributor terbesar pembangunan fasilitas publik dan pembangunan nasional. 2. Regulasi     Pajak sebagai alat melaksanakan kebijakan sosial ekonomi, misalnya mengatur pajak untuk barang mewah dan perdagangan internasional.   3. Stabilitas     Pajak sebagai salah satu instrumen fiskal untuk mengatasi inflasi maupun deflasi.   4. Redistribusi pendapatan     Pajak digunakan untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggolongan Pajak   1. Pajak langsung     Beban pajak ini harus ditanggung langsung oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan. Contoh: PPh. 2. Pajak tidak langsung     Beban pajak ini dapat dialihkan kepada ...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...