Langsung ke konten utama

Konsumsi

 

Konsumsi Sebagai Kegiatan Ekonomi

1. Konsumsi > Kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang dan jasa.

2. Konsumen > Orang atau pihak yang melakukan kegiatan konsumsi.  

Tujuan :

- Mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap

- Menghabiskan nilai guna barang sekaligus

- Memuaskan kebutuhan secara fisik

- Memuaskan kebutuhan rohani

3. Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi:

a. Faktor internal

- Pendapatan

- Usia dan jenis kelamin

- Pola hidup

- Selera

b. Faktor eksternal

- Kebudayaan

- Lingkungan

- Harga 

Nilai Tukar dan Nilai Pakai

Nilai barang dan jasa dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Nilai pakai (value in use> Kemampuan suatu barang untuk memuaskan kebutuhan.

a. Nilai Pakai Subjektif Nilai barang atau jasa yang diberikan oleh seseorang karena barang atau jasa tersebut dapat memenuhi kebutuhan orang tersebut. Contoh: heater tidak dibutuhkan semua orang, tetapi dibutuhkan oleh orang-orang di negara dengan musim dingin.

b. Nilai Pakai Objektif > Nilai barang atau jasa yang diberikan oleh manusia karena barang tersebut dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan manusia pada umumnya. contoh: makan dan minum dibutuhkan semua orang.

2. Nilai Tukar (value in exchange) > Kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang lain di pasar.

a. Nilai Tukar Subjektif > Nilai suatu barang yang diberikan seseorang karena barang tersebut dapat ditukarkan dengan barang lain menurut orang tertentu. Contoh: mobil antik memiliki nilai tukar subjektif bagi kolektor.

b. Nilai Tukar Objektif > Nilai suatu barang yang diberikan manusia karena barang tersebut dapat ditukarkan dengan barang lain pada umumnya. Contoh: Uang memiliki nilai tukar objektif.

Teori Nilai

A. Teori Nilai Objektif

1.  Teori Nilai Pasar > Nilai suatu barang tergantung pada permintaan dan penawaran barang di pasar. 

2.  Teori Nilai Biaya Produksi > Nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah biaya produksi yang dikeluarkan oleh produsen untuk memproduksi barang tersebut. 

3.  Teori Nilai Tenaga Kerja > Nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah biaya tenaga kerja yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang tersebut. 

4.  Teori Nilai Biaya Reproduksi > Nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang itu kembali (reproduksi).

5.  Teori Nilai Kerja Rata-Rata > Nilai suatu barang didasarkan pada biaya rata-rata tenaga kerja di masyarakat. 

B. Teori Nilai Subjektif

1. Hukum Gossen I

- Dikenal sebagai hukum kepuasan marginal yang menurun atau the law of diminishing marginal utility yang berbunyi “Semakin banyak barang yang dikonsumsi, maka pertambahan nilai guna atau kepuasan yang diperoleh dari setiap penambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan berkurang". 

- Hukum Gossen I berlaku dengan syarat:

a. Benda yang dikonsumsi satu macam dan sejenis.

b. Konsumsi dilakukan berlangsung secara terus menerus, tanpa tenggang waktu.

c. Tidak berlaku untuk benda-benda yang termasuk narkoba.

2. Hukum Gossen II

- Dikenal dengan hukum perata nilai batas atau the law of marginal utility yang berbunyi:

“Manusia akan berusaha untuk memenuhi berbagai macam kebutuhannya sampai pada tingkat intensitas yang sama”.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

Pajak

PAJAK Pengertian Pajak adalah iuran rakyat kepada negara bersifat wajib dan dapat dipaksakan yang diatur oleh undang-undang, dengan balas jasa tidak langsung. Fungsi Pajak   1. Anggaran     Pajak sebagai kontributor terbesar pembangunan fasilitas publik dan pembangunan nasional. 2. Regulasi     Pajak sebagai alat melaksanakan kebijakan sosial ekonomi, misalnya mengatur pajak untuk barang mewah dan perdagangan internasional.   3. Stabilitas     Pajak sebagai salah satu instrumen fiskal untuk mengatasi inflasi maupun deflasi.   4. Redistribusi pendapatan     Pajak digunakan untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggolongan Pajak   1. Pajak langsung     Beban pajak ini harus ditanggung langsung oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan. Contoh: PPh. 2. Pajak tidak langsung     Beban pajak ini dapat dialihkan kepada ...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...