Langsung ke konten utama

Konsep Realitas Sosial dan Gejala Sosial


Realitas atau fenomena sosial adalah kenyataan atau fakta yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Realitas terbentuk dari gejala-gejala sosial yang mengiringinya. Secara umum, realitas yang menjadi kajian ilmu sosiologi adalah sebagai berikut:

1.   Hubungan sosial, yaitu interaksi yang terjadi antarindividu, antarkelompok, dan individu dengan kelompok.

2.   Nilai dan norma, yaitu aturan-aturan dalam masyarakat yang berperan penting dalam menciptakan keteraturan sosial

3.   Sosialisasi, yaitu proses penanaman nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

4.   Lembaga sosial, yaitu sekumpulan norma sosial dan hubungan-hubungan terorganisasi yang menyatukan nilai-nilai tertentu dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

5.   Kelompok sosial, yaitu sekumpulan individu dengan norma, nilai, dan harapan yang sama saling berinteraksi secara teratur.

6.   Struktur sosial, yaitu susunan atau tatanan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat.

7.   Mobilitas sosial, yaitu perpindahan status seseorang atau kelompok sosial dari suatu lapisan sosial menuju lapisan sosial lain.

8.   Penyimpangan sosial, yaitu segala bentuk perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma masyarakat.

9.   Pengendalian sosial, yaitu upaya penertiban yang dilakukan oleh masyarakat dan bertujuan menjaga keteraturan serta keseimbangan dalam masyarakat.

10.         Perubahan sosial, yaitu segala perubahan yang terjadi di masyarakat sehingga mempengaruhi sistem sosial masyarakat.

 

Gejala Sosial

 

Gejala sosial bisa didefinisikan sebagai segala peristiwa yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat baik yang bersifat positif maupun negatif. Gejala sosial terjadi sebagai akibat pola interaksi atau hubungan sosial dalam masyarakat. Gejala sosial perlu dikaji untuk memahami fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Gejala sosial dapat dikenali dalam:

Tindakan Individu dan Tindakan Kolektif

Gejala sosial dapat terjadi akibat tindakan individu apabila tindakan tersebut diarahkan dan diikuti oleh orang lain. Selain itu, gejala sosial dapat terbentuk akibat tindakan kolektif. Tindakan kolektif yaitu suatu tindakan secara spontan, relatif tidak terorganisasi, dan hampir tidak bisa diduga sebelumnya.

Interaksi Antarindividu dan Antarkelompok

Interaksi merupakan hubungan dinamis yang terjadi antarindividu, individu dan kelompok, serta antara kelompok dan kelompok. Hasil interaksi dalam masyarakat ini akan menimbulkan gejala sosial di masyarakat.

Pengelompokan Sosial

Pada dasarnya manusia tidak bisa hidup sendirian karena manusia adalah makhluk sosial. Oleh karena itu, manusia menjalin hubungan sosial dengan manusia lainnya dengan membentuk kelompok-kelompok. Pembentukan kelompok ini dapat memengaruhi terjadinya gejala sosial dalam masyarakat.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

tribina

Kalian tau nggak apa itu Tribina? Tribina merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dibentuk oleh BKKBN dengan tujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat terkait dengan pembinaan keluarga, yang mengedepankan peran serta kepedulian anggota keluarga guna mencapai kesejahteraan di dalam keluarga. Tri Bina memiliki tujuan khusus untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan orangtua maupun anggota keluarga lainnya dalam membina balita maupun remaja. Untuk balita berhubungan dengan pola asuh balita, perkembangan fisik atau tumbuh kembang balita, kemampuan motorik. Sedangkan untuk remaja mengenai cara efektif berinteraksi dengan remaja, bimbingan kepada anak remaja, dan lain-lain. Selain itu, Tri Bina juga mengedepankan kesejahteraan lansia agar tetap memiliki produktifitas yang baik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, Tri Bina dibagi menjadi 3 bagian, diantaranya adalah BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), BKL (Bina Keluar...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...