Langsung ke konten utama

Konflik Kamboja

 

 Konflik Kamboja

Awal Terjadinya Konflik

Pada 1955, Norodom Sihanouk memimpin Kamboja dengan menerapkan sistem monarki  dengan menerapkan ideologi kepercayaan Buddha. Pada masa ini Kamboja menerapkan sikap netralitas terhadap konflik yang terjadi di Vietnam. Sikap netralitas ini membuat Kamboja menjadi medan perang antara Vietnam dan Amerika Serikat dan membuat adanya pertentangan di Kamboja. Pada akhirnya, Norodom Sihanouk dikudeta oleh Jenderal Lon Nol.

Pemerintahan Republik Khmer

Jenderal Lon Nol mengubah Kamboja menjadi republik dengan nama Republik Khmer dibantu oleh Amerika Serikat. Mengetahui bahwa Kamboja menjadi sekutu Amerika Serikat, Norodom Sihanouk pergi ke Beijing dan bergabung dengan pasukan komunis yang disebut Khmer Merah.

Khmer Merah sangat menentang Amerika yang melakukan pengeboman di Vietnam, sikap Khmer Merah rupanya didukung oleh mayoritas rakyat Kamboja. Karena mendapat dukungan dari rakyat, pasukan Khmer Merah mencoba untuk melakukan kudeta terhadap pemerintahan Lon Nol. Pada 1975, pasukan Khmer Merah yang dipimpin oleh Pol Pot berhasil mengkudeta pemerintahan Jenderal Lon Nol.

Pemerintahan Khmer Merah

Pol Pot adalah pemimpin Kamboja yang sangat mengagumi komunisme ala Mao dan mengubah Kamboja menjadi negara komunis dengan nama Kampuchea. Khmer Merah mempunyai sebuah slogan yang terkenal yaitu ”To spare you is not profit, to destroy you is no loss” yang artinya menyelamatkan anda bukan sebuah keuntungan, menghacurkan anda juga tidak ada ruginya.

Dibawah pemerintahan Khmer Merah melakukan banyak pelarangan bagi rakyatnya, semua sektor kehidupan diatur oleh pemerintah dan jika menolak atau tertangkap basah melanggar akan dihukum mati. Pada masa pemerintahan Pol Pot ini Kamboja mengalami pembataian etnis atau genosida yang menimpa etnis-etnis minoritas di Kamboja salah satunya etnis Vietnam.

Invasi Vietnam ke Kamboja

Mendengar etnis Vietnam banyak menjadi korban genosida, pada 1978 Vietnam melakukan invasi terhadap Kamboja dan membuat pemerintah Khmer Merah harus jatuh. Pol Pot sebagai pemimpin Khmer Merah melaksukan gerakan gerilya untuk mengusir Vietnam dari Kamboja. Peperangan antara Kamboja dan Vietnam terjadi dari 1978 hingga 1989 saat Vietnam pergi dari Kamboja. Proses perdamaian antara Vietnam dan Kamboja dimediasikan oleh PBB dan ASEAN. ASEAN membentuk Jakarta Informal Meeting atau JIM yang didukung oleh pembentukan United Nation Transitional Authority in Cambodia atau UNTAC oleh PBB.

Proses Perdamaian Kamboja

Pada 1991, setelah dilakukannya mediasi terjadilah kesepakatan damai di Kamboja dan Buddha menjadi agama kepercayaan negara. Pemilu demorkatis Kamboja pertama kali diselenggarakan pada 1993. Setahun kemudian PBB, melakukan investigasi terhadap genosida yang terjadi di Kamboja dibawah Khemer Merah. Pada 1999, Khmer Merah dibubarkan.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

Siswa Madrasah Pelopor Moderasi Beragama

  Rencana Aksi Kegiatan Siswa Madrasah Sebagai Pelopor Moderasi Beragama, Inisiator Pada Masa Bonus Demografi, Dengan Memanfaatkan Revolusi Teknologi Oleh: Moh Suma Firman R – MAN 3 Tulungagung Perubahan dunia secara global kini tengah memasuki fase yang disebut dengan istilah revolusi industri 4.0. Era ini datang dan menuntut generasi muda untuk bepikir kreatif dan inovatif dalam segala aspek kehidupan terutama dalam hal penguasaan teknologi. Yang akan bergerak dinamis dan terus menghadirkan banyak perubahan yang tidak bisa dibendung. Dalam hal ini siswa madrasah patutnya menjadi panutan dan harapan masa depan bangsa yang mampu menempatkan Indonesia pada posisi yang tepat sesuai perubahan yang ada, dengan konsep moderasi beragama. Berdasar data siaran pers Bappenas (2017) penduduk Indonesia akan mencapai masa bonus demografi   pada tahun 2030 mendatang, yakni penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total proyeksi penduduk Indonesia sebesar 297 juta ji...

Pajak

PAJAK Pengertian Pajak adalah iuran rakyat kepada negara bersifat wajib dan dapat dipaksakan yang diatur oleh undang-undang, dengan balas jasa tidak langsung. Fungsi Pajak   1. Anggaran     Pajak sebagai kontributor terbesar pembangunan fasilitas publik dan pembangunan nasional. 2. Regulasi     Pajak sebagai alat melaksanakan kebijakan sosial ekonomi, misalnya mengatur pajak untuk barang mewah dan perdagangan internasional.   3. Stabilitas     Pajak sebagai salah satu instrumen fiskal untuk mengatasi inflasi maupun deflasi.   4. Redistribusi pendapatan     Pajak digunakan untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggolongan Pajak   1. Pajak langsung     Beban pajak ini harus ditanggung langsung oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan. Contoh: PPh. 2. Pajak tidak langsung     Beban pajak ini dapat dialihkan kepada ...