Langsung ke konten utama

Kepribadian

 

Kepribadian mengacu pada pengaturan sikap-sikap seseorang untuk berbuat, berpikir, dan merasakan.Kepribadian mencakup kebiasaan, sikap dan sifat dari individu yang berkembang ketika seseorang berhubungan dengan orang lain.

SUSUNAN KEPRIBADIAN

Unsur-unsur akal dan jiwa yang ada pada manusia dapat menentukan bagaimana seseorang akan berperilaku. Unsur-unsur tersebut meliputi :

Pengetahuan, merupakan hasil pengamatan dan pengalaman mengenai berbagai hal di lingkungan individu.

Perasaan, merupakan suatu keadaan kesadaran manusia yang menghasilkan penilaian positif atau negatif terhadap sesuatu. Biasanya bersifat subjektif.

Dorongan Naluri, merupakan kemauan yang sudah merupakan naluri pada setiap manusia (misal : dorongan untuk mempertahankan hidup, dorongan seksual, dorongan untuk mencari makan, dorongan untuk berinteraksi)

TEMPERAMEN

Temperamen adalah sifat-sifat yang berhubungan dengan emosi seseorang. Temperamen merupakan perilaku seseorang yang menjadi ciri khas dalam memberikan tanggapan atau reaksi terhadap suatu peristiwa. 

WATAK

Watak adalah karakter yang melekat pada diri seseorang dalam menyikapi peristiwa di kehidupannya. Artinya, watak terbentuk sebagai sifat seseorang dalam bereaksi terhadap nilai-nilai kehidupan.

FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN

Pembentukan kepribadian seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:

1.   Faktor Biologis, persamaan biologis atau karakter fisik dapat menjadi penentu perkembangan kepribadian.

2.   Faktor Geografis, lingkungan fisik dan lingkungan geografis yang memengaruhi.

3.   Faktor Kebudayaan Khusus, dalam bentuk perbedaan kebudayaan.

4.   Faktor Pengalaman Kelompok. Anggota kelompok lain dapat memengaruhi kepribadian.

5.   Kelompok Acuan (Kelompok Referensi), merupakan kelompok tertentu yang dijadikan model atau acuan. Misal, keluarga sebagai kelompok acuan pada saat manusia masih bayi.

6.   Kelompok Majemuk, merupakan kelompok lain yang lebih beragam. Dalam kelompok ini, individu mulai menentukan yang baik dan benar bagi kepribadiannya. 

7.   Faktor Pengalaman Unik. Pengalaman yang berbeda-beda tiap individu dalam masa kehidupannya dapat memengaruhi kepribadiannya.

 

Teori dalam Sosialisasi

 

Teori Looking-Glass Self (Charles Horton Cooley)

Charles Horton Cooley menciptakan istilah looking-glass self untuk menggambarkan bahwa konsep diri seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain. Oleh karena itu, keberadaan seseorang berkembang berdasarkan interaksi dan persepsi orang lain khususnya orang terdekat. 

Cooley menyebutkan bahwa looking-glass self mengandung tiga unsur, yaitu:

1.   Seseorang membayangkan bagaimana ia tampak bagi orang-orang di sekelilingnya.

2.   Seseorang menarik kesimpulan mengenai dirinya melalui reaksi orang lain.

3.   Seseorang mengembangkan suatu konsep dirinya melalui reaksi orang lain.

 

Role-Taking (George Herbert Mead)

Menurut George Herbert Mead manusia yang baru lahir masih belum memahami mengenai diri yang terpisah dari orang lain. Melalui sosialisasi dan pembelajaran saat mengambil peran orang lain (role-taking), diri manusia berkembang secara bertahap. Adapun proses sosialisasi ini berlangsung dalam tahap berikut:

1.   Preparatory stage, tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, ketika seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya. Di dalamnya termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Ketika tahap ini anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.

2.   Play Stage, tahap ini ditandai ketika semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa terdekatnya.

3.   Game Stage, peniruan yang dilakukan anak sudah berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat karena ia telah memahami dan mengetahui peran yang harus dijalankannya.

4.   Generalized Stage/other, pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Ia bisa menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Pada tahap ini, individu telah berhasil menjadi bagian dari masyarakat dalam arti sepenuhnya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

tribina

Kalian tau nggak apa itu Tribina? Tribina merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dibentuk oleh BKKBN dengan tujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat terkait dengan pembinaan keluarga, yang mengedepankan peran serta kepedulian anggota keluarga guna mencapai kesejahteraan di dalam keluarga. Tri Bina memiliki tujuan khusus untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan orangtua maupun anggota keluarga lainnya dalam membina balita maupun remaja. Untuk balita berhubungan dengan pola asuh balita, perkembangan fisik atau tumbuh kembang balita, kemampuan motorik. Sedangkan untuk remaja mengenai cara efektif berinteraksi dengan remaja, bimbingan kepada anak remaja, dan lain-lain. Selain itu, Tri Bina juga mengedepankan kesejahteraan lansia agar tetap memiliki produktifitas yang baik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, Tri Bina dibagi menjadi 3 bagian, diantaranya adalah BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), BKL (Bina Keluar...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...