Definisi Modernisasi, Westernisasi, dan Sekularisasi
Modernisasi berasal
dari kata modernus yaitu modo berarti cara
dan ernus berarti periode waktu masa kini. Modernisasi adalah
suatu proses perubahan sosial yang di mana masyarakat sedang memperbaharui
dirinya dengan cara berusaha untuk mendapatkan ciri-ciri atau karakteristik
yang dimiliki oleh masyarakat modern
Westernisasi adalah
menjadikan negara Barat sebagai pedoman dalam melakukan setiap hal.
Sekularisasi adalah
suatu proses pemisahan antara nilai-nilai keagamaan dengan nilai-nilai duniawi
yang memiliki penekanan di kepentingan duniawi.
Persamaan Modernisasi, Westernisasi, dan Sekularisasi
1.
Sama-sama memiliki kepentingan soal keduniawian
2.
Sama-sama berasal dari barat
3.
Sama-sama sebagai hasil perbandingan dari berbagai aspek kehidupan
manusia yang dirasionalisasikan
4.
Sama-sama merupakan proses perubahan
Perbedaan Modernisasi, Westernisasi, dan Sekularisasi
Modernisasi :
1.
Mutlak ada dan diperlukan oleh setiap negara yang ingin maju
2.
Tidak mempersoalkan atau menyampingkan nilai-nilai keagamaan
3.
Proses perkembangannya lebih bersifat umum
Westernisasi :
1.
Mutlak pembaratan
2.
Tidak mempersoalkan/mempertentangkan kebudayaan Barat dengan
kebudayaan setempat
3.
Westernisasi seringkali dipandang sebagai satu-satunya kemungkinan
yang ada dan dijadikan sebagai acuan
Sekularisme :
1.
Berorientasi semata-mata pada masalah dunia
2.
Tidak memiliki ikatan pada nilai-nilai agama dan biasanya
cenderung bersifat ilmiah
3.
Proses perkembangannya terjadi di bidang keagamaan
Modernisasi Mencakup Hal-Hal Berikut :
1.
Proses perubahan sosial dari masyarakat yang awalnya bersifat
tradisional berubah menjadi masyarakat yang lebih modern, yang ditandai dengan
adanya perubahan di segala bidang kehidupan
2.
Adanya perubahan peralatan dari yang sederhana ke teknologi
yang lebih maju dan canggih
3.
Perubahan yang ke arah lebih maju dengan cara tidak meninggalkan
nilai-nilai kepribadian bangsa yang masih relevan dengan kehidupan sekarang
Syarat-Syarat Modernisasi Menurut Soerjono Soekanto :
1.
Cara berpikir ilmiah yang sudah melembaga dan tertanam kuat dalam
kalangan pemerintah maupun masyarakat luas,
2.
Sistem administrasi negara yang baik dan benar-benar mewujudkan
birokrasi,
3.
Sistem pengumpulan data yang baik, teratur, dan terpusat pada
suatu lembaga atau badan tertentu seperti BPS (Biro Pusat Statistik),
4.
Penciptaan iklim yang menyenangkan/favourable terhadap modernisasi
terutama media massa,
5.
Tingkat organisasi tinggi, terutama disiplin diri,
6.
Sentralisasi wewenang dalam perencanaan sosial yang tidak
mementingkan kepentingan pribadi atau golongan.
Menurut Alex Inkeles Ciri Masyarakat Modern :
1.
Memiliki sikap hidup untuk menerima hal-hal yang baru dan terbuka
untuk perubahan
2.
Memiliki keberanian untuk menyatakan pendapat atau opini mengenai
lingkungannya sendiri atau kejadian yang terjadi jauh di luar lingkungannya,
serta dapat bersikap demokratis
3.
Menghargai waktu dan lebih banyak berorientasi ke masa depan
daripada masa lalu
4.
Memiliki perencanaan dan pengorganisasian
5.
Percaya diri
6.
Perhitungan
7.
Menghargai harkat hidup manusia lain
8.
Percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi
9.
Menjunjung tinggi sikap dimana imbalan yang diterima seseorang
harus sesuai dengan prestasinya dalam masyarakat
Gejala-Gejala Modernisasi
1.
Bidang budaya, ditandai dengan semakin memudarnya budaya tradisional akibat dari
masuknya pengaruh budaya dari luar, sehingga budaya asli atau tradisional
semakin pudar dan lama-kelamaan akan hilang
2.
Bidang politik, ditandai dengan semakin banyaknya negara yang lepas dari
bayang-bayang penjajahan, munculnya negara-negara yang baru merdeka, semakin
banyaknya negara-negara yang menganut sistem demokrasi, lahirnya
lembaga-lembaga politik yang baru dan semakin diakuinya hak-hak asasi manusia
3.
Bidang ekonomi, ditandai dengan semakin kompleks dan banyak kebutuhan
manusia akan barang-barang dan jasa sehingga sektor industri dibangun secara
besar-besaran untuk terus menerus memproduksi barang
4.
Bidang sosial, ditandai
dengan semakin banyaknya kelompok-kelompok baru yang bermunculan di dalam suatu
masyarakat, contohnya seperti kelompok buruh, kaum intelektual, kelompok
manajer, dan kelompok ekonomi kelas menengah dan kelompok ekonomi kelas atas
Komentar
Posting Komentar