A. Produksi Sebagai
Kegiatan Ekonomi
Produksi adalah setiap usaha manusia untuk menciptakan atau menambah guna
suatu barang atau benda untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Tujuan Produksi > menghasilkan barang untuk mendapatkan laba.
Fungsi Produksi
Secara matematis fungsi produksi dirumuskan sebagai berikut:
Q = f(C, L, R, T)
dengan:
Q = Quantity (jumlah barang yang dihasilkan)
f = Fungsi (simbol persamaan fungsional)
C = Capital (modal atau sarana yang digunakan)
L = Labour (tenaga kerja)
R = Resources (sumber daya alam)
T = Technology (teknologi dan kewirausahaan)
Faktor produksi:
a. Faktor produksi asli
1.
SDA, contoh: lahan
produksi, bahan baku, dll.
2.
SDM, contoh: karyawan.
b. Faktor produksi turunan
1.
Modal > alat yang digunakan sebagai penunjang proses produksi. Contoh:
mesin, kendaraan, dll.
2.
Kewirausahaan > kemampuan pengusaha untuk mengolah faktor-faktor produksi sehingga
dapat melakukan kegiatan produksi secara efektif dan efisien.
Produksi digolongkan dalam 5 bidang, yaitu:
1) Bidang ekstraktif > usaha
yang mengambil hasil alam secara langsung. Contoh: pertambangan, perikanan
laut, dll.
2) Bidang agraris > usaha
mengolah alam agar diperoleh hasil dari tumbuhan dan hewan. Contoh: perkebunan,
peternakan, dll.
3) Bidang industri > usaha
mengolah bahan mentah menjadi barang jadi. Contoh: Industri sepeda.
4) Bidang perdagangan > usaha
untuk membeli barang dan menjualnya kembali. Contoh: supermarket, grosir, toko
kelontong, dll.
5) Bidang jasa > usaha
memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan tujuan memperoleh keuntungan.
Contoh: ojek online, dll.
B. Biaya Produksi
1) Biaya produksi > jumlah keseluruhan biaya yang dikeluarkan produsen
untuk menghasilkan sejumlah output atau barang yang diproduksi.
Pada dasarnya biaya produksi ada 2 macam, yaitu:
1.
Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost = TFC) > biaya yang besarnya tidak tergantung pada unit
yang diproduksi, berapapun unit yang diproduksi, besarnya biaya tetap sama.
Contoh: biaya sewa gedung, biaya asuransi, dsb.
2.
Biaya Variabel Total (Total Variable Cost =TVC)
> biaya yang bergantung
pada unit yang diproduksi, semakin banyak jumlah yang diproduksi, semakin besar
biaya variabel yang dikeluarkan. Contoh: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja,
dsb.
Berikut ini hubungan antara TC, TFC, dan TVC:
1.
TFC karena besarnya biaya tetap, maka bentuk kurvanya adalah garis
lurus. Berapapun jumlah outputnya, besarnya TFC akan sama.
2.
TVC < TC, dan semakin banyak jumlah output, maka TVC akan
semakin meningkat.
2) Fungsi Biaya Produksi:
1.
Biaya Total (Total Cost =TC) > keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk
produksi.
TC = TFC + TVC atau TC = FC + VC
atau TC = a + bQ
2.
Biaya Tetap Rata-Rata (Average Fixed Cost = AFC)
> biaya tetap yang
dikeluarkan untuk memproduksi 1 unit barang.
AFC = TFC/Q
3.
Biaya Variabel Rata-Rata (Average Variable Cost =AVC)
> biaya variabel yang
dikeluarkan untuk memproduksi 1 unit barang.
AVC = TVC/Q
4.
Biaya Rata-Rata (Average Cost = AC) atau Biaya Total Rata-Rata (Average
Total Cost = ATC) >biaya total yang dikeluarkan untuk
memproduksi 1 unit barang.
AC = AFC + AVC atau AC = TC/Q
5.
Biaya Marginal (Marginal Cost = MC) > tambahan biaya karena adanya tambahan 1 unit
produksi
MC = ∆TC/∆Q atau MC = TC’
(turunan pertama dari TC)
6.
Biaya total minimum dalam produksi terjadi saat,
TC’ = 0 atau MC = 0
7.
Biaya rata-rata minimum dalam produksi terjadi saat,
MC = AC
3) Kurva Biaya Produksi
Gambar di atas merupakan kurva biaya produksi. Dari kurva di atas,
kita peroleh informasi sebagai berikut:
1.
Perusahaan berada pada zona shutdown (berhenti
beroperasi dan keluar dari pasar) ketika P < AVC.
2.
Perusahaan harus shutdown ketika P = AVC atau MC
berpotongan dengan AVC.
3.
Perusahaan mengalami kerugian namun masih dapat beroperasi ketika
P < AC.
4.
Perusahaan memperoleh laba normal (zero-profit) ketika P =
AC atau MC berpotongan dengan AC.
5.
Perusahaan memperoleh laba ekonomi ketika P > AC.
C. Penerimaan Produsen
(Revenue)
Penerimaan produsen (revenue) > penerimaan yang diperoleh produsen
dari hasil penjualan output.
1.
Penerimaan Total (Total Revenue = TR) > penerimaan produsen dari hasil penjualan seluruh
outputnya.
TR = P x Q
2.
Penerimaan Rata-Rata (Average Revenue = AR) > penerimaan produsen per unit output. AR sama
dengan harga jual per unit output.
AR = TR/Q atau AR = P
3.
Penerimaan Marjinal (Marginal Revenue = MR) > kenaikan penerimaan total (TR) akibat tambahan 1
unit output.
MR = ∆TR/∆Q atau MR = TR’
(turunan pertama dari TR)
4.
Penerimaan total maksimum (TR maksimum) terjadi saat,
MR = 0 atau TR’ = 0
D. Laba dan Rugi
1.
Laba/Rugi (ℼ)
ℼ = TR - TC
Jika TR>TC maka laba
Jika TR<TC maka rugi
2.
Titik impas atau tidak laba dan tidak rugi (break even
point = BEP),
TR = TC
Laba normal: apabila TR = TC
Laba ekonomi: apabila TR > TC
3.
Laba maksimum, dan kerugian minimum,
MR = MC atau TR’ = TC’
Komentar
Posting Komentar