Langsung ke konten utama

Integrasi Sosial

 

Definisi Integrasi Sosial 

Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang dimaksud berbeda dalam hal ini, antara lain kedudukan sosial, ras, etnik, agama, bahasa, kebiasaan, dan nilai & norma. 

Dalam integrasi sosial terdapat kerjasama antar seluruh anggota, sehingga dapat  menghasilkan konsensus. Konsensus merupakan kesepakatan bersama, yang berarti masyarakat sudah bekerja sama sampai menghasilkan satu kesepakatan. Apabila masyarakat sudah menerima dan menyatukan unsur-unsur yang berbeda, berarti masyarakat sudah berintegrasi sosial. 

Syarat Terwujudnya Integrasi Sosial :

1. Para anggota masyarakat berhasil saling mengisi kebutuhannya. 

Kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan fisik dan sosial individu dalam tatanan sistem sosial masyarakat. Terpenuhinya kebutuhan tersebut menyebabkan anggota masyarakat saling menjaga keterikatan satu sama lain. 

2. Masyarakat berhasil mencapai konsensus mengenai nilai dan norma. 

Masyarakat yang berhasil membentuk kesepakatan (konsensus) bersama mengenai nilai dan norma yang berlaku akan bersikap sesuai menurut kebudayaan yang ada. Akibatnya, nilai dan norma yang dilestarikan dan dijadikan pedoman hidup akan membentuk pola perilaku masyarakat yang sesuai dengan hukum dan tujuan bersama.

3. Norma dan nilai sosial dijalankan secara konsisten dan tidak mudah berubah. 

Norma dan nilai sosial dalam masyarakat umumnya berlaku cukup lama, tidak mudah berubah, dan dijalankan secara konsisten oleh seluruh anggota masyarakat dengan tujuan menciptakan kehidupan yang tertib, aman, dan nyaman bagi sesama. Nilai dan norma sosial dalam masyarakat yang cepat mengalami perubahan hanya akan menimbulkan ketidakserasian unsur dalam masyarakat, sehingga menimbulkan kehidupan tanpa aturan (anomie)

Faktor yang Mempengaruhi Cepat atau Lambat Terjadinya Integrasi Sosial :

1. Homogenitas kelompok. 

Homogenitas kelompok menunjukkan tingkat kemajemukan dalam masyarakat. Semakin tinggi tingkat kemajemukan dalam masyarakat akan membuat proses integrasi sosial sulit dicapai dan memerlukan waktu yang lama. Sebaliknya, dalam kelompok masyarakat yang memiliki tingkat kemajemukan rendah atau homogen maka proses integrasi sosial semakin mudah untuk dilakukan. 

2. Besar kecilnya kelompok

Pada kelompok yang kecil, kemajemukan anggotanya relatif rendah sehingga integrasi sosial mudah untuk dilakukan. Hal itu dikarenakan hubungan sosial antaranggota yang terjadi secara intensif, proses pertukaran budaya akan terjadi dengan cepat dan penyesuaian atas perbedaan juga dapat dilakukan dengan cepat. Sedangkan, pada kelompok besar, kemajemukan anggotanya relatif tinggi sehingga integrasi sosial lebih sulit untuk dilakukan.

3. Mobilitas geografis

Pada masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi, proses integrasi akan sulit dilakukan sebab banyaknya anggota kelompok baru (pendatang) yang memerlukan penyesuaian kebudayaan dengan kelompok masyarakat yang sudah ada. Hal tersebut membuat integrasi sosial membutuhkan waktu lama untuk dilakukan. Sedangkan bagi masyarakat dengan mobilitas rendah atau suku terisolir, integrasi sosial dapat terjadi secara cepat akibat minimnya kontak dengan budaya lain.  

4. Efektivitas komunikasi

Komunikasi yang baik dalam masyarakat akan mempercepat proses integrasi sosial. Efektivitas komunikasi yang tinggi dalam masyarakat akan membuat integrasi sosial cepat tercapai, sebaliknya efektivitas komunikasi yang rendah dalam masyarakat akan membuat integrasi sosial sulit untuk tercapai. 

Proses Integrasi Sosial :

1.   Interaksi: proses saat masyarakat saling mengerti dan saling menjaga hak dan kewajiban dari setiap pihak, masyarakat saling berkomunikasi sehingga masyarakat saling mengerti satu sama lain,

2.   Identifikasi: setiap pihak sudah dapat menerima dan memahami karakter pihak lain.

3.   Kerjasama: setiap pihak menyadari bahwa mereka memiliki kepentingan yang sama dan bersama-sama berusaha untuk memenuhi kepentingan tersebut.

4.   Akomodasi: terjadi jika ada pertentangan dalam tahap kerjasama, pertentangan terjadi ketika masyarakat di tahap kerja sama memiliki perbedaan pendapat atau pandangan. Namun, apabila terjadi pertentangan, pertentangan diselesaikan dengan tidak menjatuhkan pihak lawan.

5.   Asimilasi: usaha setiap pihak untuk berubah dan saling menyesuaikan dengan cara mengurangi perbedaan-perbedaan yang ada.

6.   Integrasi: sudah ada penyesuaian terhadap perbedaan-perbedaan dan sudah ada keserasian hidup.

Bentuk Integrasi Sosial 

1.   Integrasi normatif merupakan proses bersatunya masyarakat karena ada kesepakatan yang sama dalam norma dan nilai yang sama yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Contoh: bhineka tunggal ika 

2.   Integrasi fungsional merupakan proses bersatunya masyarakat karena para anggota masyarakatnya memiliki fungsi-fungsi tertentu. Contoh: di kelas, setiap siswa memiliki tugas atau perannya masing-masing, seperti tugas ketua memimpin anggota kelas, dan sekretaris mencatat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas 

3.   Integrasi koersif merupakan proses bersatunya masyarakat karena ada paksaan dari pihak yang berkuasa. Contoh: penertiban PKL oleh Satpol PP melalui penggusuran 

Faktor Pendorong Integrasi Sosial 

1.   Toleransi pada perbedaan kebudayaan, dapat memunculkan komunikasi yang efektif,

2.   Kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi, 

3.   Sikap saling menghargai, mengakui kekurangan dan kelebihan budaya masing-masing dan tidak memandang rendah budaya lain, 

4.   Keterbukaan para penguasa, golongan penguasa yang adil dan memberikan kesempatan yang sama pada setiap golongan yang ada dalam masyarakat,

5.   Persamaan dalam unsur kebudayaan, dan menghilangkan prasangka pada masyarakat,

6.   Amalgamasi, perkawinan campuran antar dua kebudayaan yang berbeda,

7.   Adanya musuh bersama, berbagai kelompok dari kebudayaan yang berbeda akan bersatu untuk melawan musuh mereka bersama. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

Pajak

PAJAK Pengertian Pajak adalah iuran rakyat kepada negara bersifat wajib dan dapat dipaksakan yang diatur oleh undang-undang, dengan balas jasa tidak langsung. Fungsi Pajak   1. Anggaran     Pajak sebagai kontributor terbesar pembangunan fasilitas publik dan pembangunan nasional. 2. Regulasi     Pajak sebagai alat melaksanakan kebijakan sosial ekonomi, misalnya mengatur pajak untuk barang mewah dan perdagangan internasional.   3. Stabilitas     Pajak sebagai salah satu instrumen fiskal untuk mengatasi inflasi maupun deflasi.   4. Redistribusi pendapatan     Pajak digunakan untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggolongan Pajak   1. Pajak langsung     Beban pajak ini harus ditanggung langsung oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan. Contoh: PPh. 2. Pajak tidak langsung     Beban pajak ini dapat dialihkan kepada ...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...