Langsung ke konten utama

INDONESIA DI MASA ORDE BARU

 


Masa Orde Baru (Orba) dimulai ketika Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dikeluarkan pada tahun 1966.  Supersemar adalah perintah dari Pemimpin Orde Lama (Presiden Soekarno) kepada Letnan jenderal Soeharto untuk memulihkan kondisi keamanan negara yang kacau akibat peristiwa Gerakan 30 September 1965. Keluarnya Supersemar menyebabkan dualisme kepemimpinan antara Soekarno dan Soeharto. Hingga kemudian Soekarno diberhentikan sebagai Presiden dan selanjutnya Soeharto diangkat menjadi pejabat Presiden pada tanggal 12 Maret 1967. Setahun menjadi pejabat Presiden, Soeharto dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara atau MPRS pada tanggal 27 Maret 1968. 

Setelah dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia, Presiden Soeharto mengeluarkan beberapa kebijakan di bidang politik dan ekonomi, seperti: 

A. Kebijakan Politik

Pelaksanaan Pemilihan Umum

Pemerintahan Orde Baru berhasil melaksanakan Pemilu sebanyak enam kali, yaitu di tahun 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997. 

Penyederhanaan Partai Politik

Setelah Pemilu pertama di tahun 1971 berhasil, pemerintah mengeluarkan gagasan untuk menyederhanakan jumlah partai politik. Dari sekian banyak jumlah partai politik, pemerintah meleburnya menjadi dua partai politik, 1) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang merupakan gabungan partai-partai berhaluan nasionalis dan kristen-katolik dan 2) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan gabungan partai-partai Islam.  Selain dua partai ini, terdapat satu partai lainnya yaitu Golongan Karya atau Golkar. Jadi, pada masa Orde Baru, terdapat tiga partai politik. 

Penerapan Dwifungsi ABRI

Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau ABRI tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban negara, namun juga memegang kekuasaan dalam pemerintahan. Saat itu, militer diberi posisi strategis di jajaran pemerintahan seperti menjadi Menteri, Gubernur, Bupati, dan Walikota.  

Program Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4)

Pemerintah Orde Baru menyusun rancangan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau P4 yang disahkan pada tanggal 21 Maret 1978 melalui Ketetapan MPR Nomor 2 Tahun 1978. Program ini bertujuan untuk menanamkan karakter sesuai nilai-nilai Pancasila pada semua warga negara. Selain program P4, Pemerintah juga menerapkan kewajiban asas tunggal Pancasila untuk semua organisasi masyarakat. 

Kembali Bergabung Menjadi Anggota PBB

Setelah keluar dari keanggotaan PBB pada tanggal 7 Agustus 1965, Soeharto mulai menjalin kembali hubungan dengan PBB. Akhirnya, pada tanggal  28 September 1966, Indonesia resmi aktif kembali sebagai negara anggota PBB. 

2. Kebijakan Ekonomi

Trilogi Pembangunan

Kondisi ekonomi Indonesia pada masa awal orde baru sangat merosot. Untuk mengatasi persoalan ini, Pemerintah Orde Baru mengeluarkan tiga fokus kebijakan yang dikenal dengan nama Trilogi Pembangunan, yaitu peningkatan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. 

Pemulihan Ekonomi dan Investasi

Selain mengeluarkan kebijakan Trilogi Pembangunan, Pemerintah juga gencar membuka keran investasi asing ditandai dengan dikeluarkannya Undang-Undang (UU) Penanaman Modal Asing (PMA) pada tahun 1967.

Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita)

Pemerintah Orde Baru merancang program pembangunan secara bertahap dalam jangka waktu lima tahun. Dikenal dengan nama Repelita dan terbagi dalam beberapa tahap, yaitu Repelita I (dari tanggal 1 April 1969 hingga 31 Maret 1974), Repelita II (1 April 1974 hingga 31 Maret 1979), Repelita III (1 April 1979 hingga 31 Maret 1984), Repelita IV (1 April 1984 hingga 31 Maret 1989), Repelita V (1 April 1989 hingga 31 Maret 1994), dan Repelita VI (sejak tanggal 1 April 1994 hingga mundurnya Soeharto pada 1998).

Revolusi Hijau

Revolusi Hijau merupakan usaha mengembangkan teknologi pertanian agar produksi pangan meningkat.  Caranya, mengubah pola pertanian yang dulunya menggunakan peralatan tradisional menjadi penggunaan teknologi modern.  


Akhir Masa Orde Baru

Setelah berkuasa selama 32 tahun, Pemerintahan Orde Baru tumbang pada Mei 1998 akibat demonstrasi rakyat secara besar-besaran. Demonstrasi tersebut dipicu oleh beberapa hal diantaranya Krisis Moneter pada 1997, utang luar negeri yang membengkak, inflasi atau mahalnya harga-harga barang pokok, praktik korupsi yang begitu marak, dwifungsi ABRI, pembatasan kebebasan masyarakat, banyaknya pelanggaran hak asasi manusia, dan pola pemerintahan yang sentralistik dan otoriter. 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

Pajak

PAJAK Pengertian Pajak adalah iuran rakyat kepada negara bersifat wajib dan dapat dipaksakan yang diatur oleh undang-undang, dengan balas jasa tidak langsung. Fungsi Pajak   1. Anggaran     Pajak sebagai kontributor terbesar pembangunan fasilitas publik dan pembangunan nasional. 2. Regulasi     Pajak sebagai alat melaksanakan kebijakan sosial ekonomi, misalnya mengatur pajak untuk barang mewah dan perdagangan internasional.   3. Stabilitas     Pajak sebagai salah satu instrumen fiskal untuk mengatasi inflasi maupun deflasi.   4. Redistribusi pendapatan     Pajak digunakan untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggolongan Pajak   1. Pajak langsung     Beban pajak ini harus ditanggung langsung oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan. Contoh: PPh. 2. Pajak tidak langsung     Beban pajak ini dapat dialihkan kepada ...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...