Langsung ke konten utama

Globalisasi

 

Pengertian Globalisasi

Globalisasi adalah kondisi dimana masyarakat saling bergantung satu sama lain dalam skala dunia. Ketergantungan ini terbentuk melalui kegiatan perdagangan, wisata, konsumsi budaya populer atau hal apapun yang memungkinkan interaksi sosial antar negara. Karena cakupannya luas, globalisasi disebut memiliki banyak wajah. Internasionalisasi, liberalisasi, westernisasi sampai deteritorialisasi merupakan bentuk-bentuk lain dari globalisasi dengan skala dan fokusnya masing-masing.

Pendapat para tokoh mengenai globalisasi:

1.  Anthony Giddens, melihat globalisasi sebagai sarana radikalisasi dan universalisasi nilai-nilai barat.

2.  Peter Drucker,  melihat globalisasi sebagai proses ekonomi global.

3.  Malcolm Waters, melihat globalisasi sebagai keterhubungan masyarakat dari sisi politik, ekonomi dan budaya.

4.  Cochrane dan Pain, meyakini globalisasi sebagai ikatan manusia secara global yang menghasilkan sistem ekonomi dan budaya global.

5.  Rosabeth Moss Kanter, berpendapat bahwa globalisasi sebagai wadah pertukaran gagasan global.

6.  Mansour Fakih, melihat globalisasi sebagai akibat dari berkembangnya kapitalisme.

Karakteristik Globalisasi

1.  Konsep ruang dan waktu yang semakin cepat dan terbatas.

2.  Ekonomi yang semakin tergantung satu sama lain.

3.  Meningkatnya interaksi masyarakat dalam bidang kebudayaan.

4.   Seiring dengan meningkatnya hubungan dengan negara lain, maka masalah bersama yang harus dihadapi semakin banyak dan semakin kompleks.

Faktor Pendorong Globalisasi

Terdapat tiga faktor yang mendorong terjadinya globalisasi. 

1.  Ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju.
Perkembangan teknologi komunikasi menjadi kunci terjadinya globalisasi. Dengan adanya Internet, pertukaran informasi menjadi lebih cepat dan sampai memudarkan batas negara. Hal ini membawa perubahan dalam interaksi sosial masyarakat.

2.  Sistem ekonomi yang semakin terbuka
Kegiatan perekonomian meliputi kegiatan perdagangan dan produksi yang menyentuh banyak aspek dalam masyarakat, termasuk sosial budaya. Hal ini menyebabkan interaksi antar masyarakat semakin luas diiringi dengan pertukaran pengaruh dan budaya.

3.  Pasar uang global.
Dengan meningkatnya pasar uang global maka kegiatan ekonomi akan semakin besar. Peningkatan kegiatan ekonomi berpengaruh terhadap interaksi sosial masyarakat.

 

Masalah Sosial Akibat Globalisasi

 

Interaksi dan saling bergantung antarnegara menimbulkan perubahan sosial  di masyarakat. Dampak-dampak ini terjadi pada tingkat lokal sampai komunitas. Tak jarang globalisasi dapat berdampak kepada kesenjangan sosial masyarakat.

Beberapa dampak globalisasi pada tingkat lokal atau komunitas:

1.  Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa kota. Hal ini terjadi karena masyarakat desa melihat kota memiliki banyak daya tarik, yakni daya tarik ekonomi, sosial, pendidikan dan budaya. Daya tarik ini muncul karena kurangnya hal-hal tersebut di desa.
Alhasil, kota menjadi semakin ramai karena jumlah penduduknya bertambah. Hal ini menimbulkan masalah baru di masyarakat seperti peningkatan jumlah pengangguran dan kriminalitas.

2.  Kesenjangan sosial ekonomi
Globalisasi menguntungkan masyarakat yang memiliki akses pendidikan dan teknologi yang baik sehingga menyebabkan perbedaan tingkat pertumbuhan sosial dan ekonomi di masyarakat. masyarakat yang tidak memiliki akses akan tertinggal. Inilah yang kemudian menimbulkan kesenjangan.

3.  Pencemaran lingkungan
Kecanggihan teknologi dan semakin terbukanya keran ekonomi cenderung membuat manusia ingin menguasai alam. Hal ini memungkinkan manusia untuk mengeksploitasi alam secara berlebihan dan berpotensi menyebabkan bencana.

4.  Kriminalitas
Kriminalitas atau kejahatan biasanya terjadi akibat adanya keterbatasan dan tekanan sosial di masyarakat. Globalisasi secara langsung dan tidak langsung menyebabkan beberapa masalah yang menjadi penyebabnya. Di antaranya adalah menipisnya rasa kekeluargaan, masyarakat yang semakin individualis, persaingan yang semakin ketat dan pola hidup yang semakin konsumtif.

5.  Lunturnya jati diri bangsa
Globalisasi yang terjadi sekarang membuat batas-batas negara semakin kabur sehingga dapat melunturkan jati diri bangsa sendiri karena terpapar informasi-informasi dari budaya bangsa lain secara terus menerus.

 

 

Komentar