Langsung ke konten utama

Globalisasi dan Dampaknya Terhadap Perubahan Sosial di Tingkat Lokal atau Komunitas

 

Terdapat dua reaksi masyarakat terhadap globalisasi, yakni masyarakat pro globalisasi dan anti globalisasi. Kelompok pro beranggapan bahwa globalisasi membawa kesejahteraan kepada masyarakat. Sementara kelompok anti globalisasi beranggapan bahwa lembaga-lembaga dan perdagangan internasional tidak dibutuhkan. 

Ada beberapa sikap yang dapat diterapkan masyarakat dalam menghadapi globalisasi, terutama bagi bangsa Indonesia. Sikap-sikap tersebut adalah, selektif, arif dan bijaksana. Untuk menangkal penetrasi berlebihan dari negara asing juga diperlukan ketahanan budaya nasional.

Menurut Selo Soemardjan terdapat beberapa unsur kepribadian yang berguna untuk menghadapi tantangan globalisasi:

1.  Individu yang memiliki pengetahuan luas.

2.  Individu yang memiliki keahlian.

3.  Memiliki cita-cita atau tujuan.

4.  Memiliki rasa percaya diri yang baik untuk berpartisipasi ke dalam masyarakat.

5.  Kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.

6.  Berperilaku sesuai dengan nilai dan hukum yang berlaku di masyarakat.

7.  Kemampuan berpikir yang rasional.

 

Globalisasi dan Dampak Ketimpangan Sosial

 

Permasalahan Sosial Akibat Globalisasi

Globalisasi tidak hanya memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berkembang, namun juga sebaliknya. Ada beberapa permasalahan sosial yang dapat terjadi akibat globalisasi.

Culture Shock (Gegar budaya)

Kondisi dimana masyarakat tidak siap secara mental untuk menerima pengaruh budaya asing. Hal ini biasanya terjadi pada generasi yang lebih tua. Gegar budaya apabila parah dapat mengakibatkan depresi dan perilaku menyimpang. Misalnya, orang tua yang tidak bisa menerima gaya berpakaian anak-anak zaman sekarang.

Cultural Lag (Ketimpangan budaya)

Ini adalah kondisi dimana budaya masyarakat tidak berubah secepat perkembangan globalisasi. Contohnya adalah mobil listrik. Masuknya mobil listrik di Indonesia tidak serta merta mengubah budaya masyarakat yang lebih menyukai mobil berbahan bakar bensin.

Disorganisasi dalam Masyarakat

Ini adalah dampak dari pergeseran nilai yang ada di masyarakat. Nilai-nilai baru yang dibawa globalisasi menggeser budaya-budaya lama yang dianut. Sehingga, perubahan sosial dalam sekelompok masyarakat tidak terelakan. Berubahnya struktur atau nilai masyarakat membuat susunan organisasi sosial turut berubah, bahkan bisa menimbulkan ketidaknyamanan.

Ketimpangan Sosial

Perubahan sosial yang dibawa globalisasi juga dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial. Ini adalah kondisi dimana tidak meratanya perkembangan di dalam masyarakat. Ada masyarakat yang tumbuh dengan baik ada pula yang tidak.

Ketimpangan Sosial Akibat Globalisasi

Beberapa bentuk ketimpangan yang ada di masyarakat antara lain:

1.  Ketimpangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh, bedanya penguasaan teknologi masyarakat kota dan desa.

2.  Ketimpangan ekonomi. Contoh, perbedaan penghasilan dan kondisi ekonomi masing-masing individu.

3.  Ketimpangan politik. Contoh, ada kepala daerah, atau pejabat pemerintah yang memiliki kuasa besar, ada pula yang biasa-biasa aja.

4.  Ketimpangan sosial budaya. Contoh, perbedaan gaya hidup yang diakibatkan ketidakmampuan suatu kelompok dalam menerima globalisasi.

 

Strategi dan Berbagai Pendekatan Pemberdayaan untuk Mengatasi Ketimpangan Sosial Akibat Globalisasi

 

Komunitas sebagai sebuah sistem sosial di masyarakat juga memiliki peran untuk menghadapi dampak negatif dari globalisasi. Menurut Talcott Parsons, komunitas memiliki peran untuk menyeimbangkan perkembangan zaman dan nilai-nilai bangsa. Untuk mencapai ini, terdapat empat fungsi yang dibutuhkan sistem sosial. Parsons merangkumnya dalam komponen AGIL:

1.  Adaptasi, adalah kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Adaptasi juga bisa dilihat sebagai kemampuan untuk bertahan hidup dalam bentuk apapun.

2.  Goal attainment, maksudnya, sebuah komunitas harus memiliki tujuan yang jelas. Tujuan ini akan menentukan sumber daya apa saja yang dibutuhkan oleh komunitas.

3.  Integrasi, adalah keterhubungan antar komponen di dalam komunitas. 

4.  Latensi, adalah kemampuan untuk memelihara, melengkapi dan memperbaiki budaya masyarakat.

Strategi Pemberdayaan 

Salah satu upaya untuk mengatasi ketimpangan adalah dengan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya meningkatkan harkat dan martabat golongan masyarakat yang mengalami kondisi miskin, sehingga mereka dapat melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. 

Menurut Jim Ife konsep pemberdayaan terbagi menjadi power (daya) dan disadvantaged (ketimpangan). Sebagai upaya pemberdayaan masyarakat, Jim Ife mengidentifikasi beberapa kekuatan atau power yang dimiliki masyarakat. 

Jenis kekuatan atau power yang dimaksud, antara lain:

1.  Kekuatan atas pilihan pribadi,

2.  Kekuatan dalam menentukan kebutuhan sendiri, 

3.  Kekuatan dalam kebebasan berekspresi, 

4.  Kekuatan kelembagaan, 

5.  Kekuatan sumber daya ekonomi, 

6.  Kekuatan dalam kebebasan reproduksi.

Strategi Pemberdayaan 

Selain mengidentifikasi kekuatan yang dapat digunakan, Jim Ife juga membagi strategi pemberdayaan, antara lain :

1.  Pemberdayaan melalui perencanaan dan kebijakan, 

2.  Pemberdayaan melalui aksi-aksi sosial dan politik, dan 

3.  Pemberdayaan melalui pendidikan dan penumbuhan kesadaran. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

tribina

Kalian tau nggak apa itu Tribina? Tribina merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dibentuk oleh BKKBN dengan tujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat terkait dengan pembinaan keluarga, yang mengedepankan peran serta kepedulian anggota keluarga guna mencapai kesejahteraan di dalam keluarga. Tri Bina memiliki tujuan khusus untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan orangtua maupun anggota keluarga lainnya dalam membina balita maupun remaja. Untuk balita berhubungan dengan pola asuh balita, perkembangan fisik atau tumbuh kembang balita, kemampuan motorik. Sedangkan untuk remaja mengenai cara efektif berinteraksi dengan remaja, bimbingan kepada anak remaja, dan lain-lain. Selain itu, Tri Bina juga mengedepankan kesejahteraan lansia agar tetap memiliki produktifitas yang baik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, Tri Bina dibagi menjadi 3 bagian, diantaranya adalah BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), BKL (Bina Keluar...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...