GERAKAN TURKI MUDA
NASIONALISME TURKI
- Kesultanan Turki Utsmani
merupakan kekhalifahan Islam terakhir dan berdiri lebih dari hampir 700
tahun. Kesultanan Turki pernah menjadi salah satu negara adidaya dunia,
dengan wilayah kekuasaan yang membentang dari sepanjang jazirah Balkan,
Afrika Utara dan jazirah Arab. Lahirnya nasionalisme dan revolusi bangsa
Turki muncul setelah terjadinya Perang Dunia I. Turki berada di pihak yang
mengalami kekalahan dan harus patuh pada keputusan sekutu untuk
menyerahkan wilayah kekuasaannya. Faktor pendorong lahirnya nasionalisme
Turki yaitu:
INTERNAL
1.
Stagnasi ekonomi
2.
Kegagalan modernisasi
3.
Ekonomi perang
4.
Mandeknya inovasi dalam bidang militer
5.
Rapuhnya birokrasi pemerintah
6.
Berkembangnya nasionalisme berbasis etnis-keagamaan
EKSTERNAL
1.
Adanya intervensi dari negara negara Barat
2.
Persaingan negara Barat untuk menjadi kekuatan dominan di wilayah
kekuasaan kekaisaran Turki
3.
Pengaruh ajaran Revolusi Prancis yang memiliki semboyan
"fraternite, egalite, dan liberte"
4.
Kelahiran kaum terpelajar yang menganut paham - paham modern (Liberalisme,
Nasionalisme dan Demokrasi)
- Gerakan nasionalisme dipelopori
oleh sekelompok intelektual yang mengenyam pendidikan Barat (Perancis
& Inggris) yang tergabung kedalam Utsmani Muda (1865) dan Turki Muda
(1889). Utsmani Muda bertujuan untuk tetap mempertahankan eksistensi
kekaisaran dengan modernisasi ala Eropa. Utsmani Muda menuntut untuk
membentuk pemerintahan konstitusional yang berakar pada ajaran agama
Islam. Gerakan Turki Muda muncul untuk meneruskan perjuangan dari Utsmani
Muda, yang merupakan koalisi dari beragam kelompok reformis. Tokoh -
tokohnya antara lain adalah Mustafa Kemal Pasha, Midhat Pasha, Rasjid
Pasha, dan Ali Pasha. Pada tahun 1906, berdirilah organisasi perkumpulan
Tanah Air dan Kemerdekaan yang dipimpin oleh Mustafa Kemal Pasha . Gerakan
Turki Muda memiliki tujuan:
- - Menyelamatkan Turki dari
keruntuhan dengan mengandalkan reorganisasi pemerintahan yang lebih modern
- - Mengembangkan semangat
nasionalisme di Turki
- - Mengadakan perbaikan social,
ekonomi, dan budaya
- - Mengadakan pembaharuan
organisasi pemerintahan
- - Menyatukan Turki ke dalam
satu kesatuan bahasa, bangsa, dan negara
GERAKAN NASIONALISME INDIA
Gerakan Nasionalisme India muncul dari serangkaian proses yang
menyadarkan masyarakat India akan pentingnya arti kemerdekaan. Nasionalisme
India berawal dari adanya sebuah pemberontakan yang dikenal dengan
Pemberontakan Sepoy, yaitu sekumpulan pasukan tentara pribumi yang direkrut
oleh East India Company (EIC) untuk memperkuat kekuatan militernya di India.
Pemberontakan ini terjadi tanggal 10 Mei 1857 dan dilatarbelakangi oleh
beberapa faktor, yaitu:
1.
EIC menetapkan tanah sebagai milik pemerintah dan petani hanya
menjadi penggarap.
2.
EIC menghapuskan hukum waris Hindu.
3.
India dijadikan sebagai sumber pasokan bahan baku mentah.
4.
Orang India banyak yang memperoleh pendidikan dari Barat.
5.
Kasta Brahmana diwajibkan untuk berdinas ke seberang lautan.
6.
EIC memperkenalkan senapan baru bernama Lee Enfield, yang
menggunakan minyak babi dan sapi yang menimbulkan kontroversi bagi umat Muslim
dan Hindu.
Pemberontakan Sepoy dimulai dari penolakan Mangal Pandey untuk
menggunakan senapan jenis Lee Enfield yang akhirnya membawanya ke tiang
gantung. Penolakan dari Mangal Pandey membuat pasukan Sepoy di Meerut turut
mengikuti jejaknya untuk tidak menggunakan senapan jenis Lee Enfield.
Para pasukan Sepoy yang membelot akhirnya dihukum penjara, sehingga pada bulan
Mei 1857. Peristiwa ini memicu terjadinya long march selama 5 hari ke New Delhi
untuk menuntut pembebasan anggota sepoy yang ditahan.
Pemberontakan Sepoy telah menyatukan rakyat India ke dalam
perasaan senasib-sepenanggungan hingga lahirnya berbagai macam organisasi
pergerakan nasional dengan satu visi ”KEMERDEKAAN”. Pada tahun 1885, organisasi
politik pertama di India berdiri dengan nama “All Indian National Congress (Kongres
Nasional India / KNI). Dalam kongres tahun 1906, KNI menuntut adanya reformasi
tatanan ketatanagaraan, dengan agenda rakyat India ingin dilibatkan di dalam
jajaran pemerintahan Inggris di India. Bahkan, KNI juga menuntut status
Swaraj/Dominion. Swapraja merupakan sejenis pemerintahan otonom, tetapi kepala
negara tetap berada di tangan monarki Inggris.
Pada tahun 1909, desakan Kongres untuk membentuk pemerintahan yang
representatif (swapraja) tidak ditanggapi. Bahkan, Inggris memindahkan ibukota
dari Kalkuta ke New Delhi pada tahun 1919. Di tahun yang sama,
banyak bermunculan aksi-aksi yang dilakukan oleh kaum revolusioner. Aksi ini
membuat Inggris mengeluarkan Rowlatt Act (orang yang dituduh
pengacau bisa ditahan tanpa proses pengadilan). Tahun 1920, ditengah dituasi
kacau, Mohandas Karamchand Gandhi terpilih sebagai pemimpin Kongres. Sejak
kongres 1920-1942, Kampanye Kongres dibagi dalam tiga fase:
1.
Nonkooperasi (1920-1922)
2.
Pembangkangan sipil (1931-1932)
3.
Gerakan Quit India (Agustus 1942)
Kampanye ini dilatarbelakangi oleh ajaran perjuangan Mahatma
Gandhi, yaitu:
- - Ahisma, yang berarti usaha melawan musuh tanpa adanya kekerasan
fisik.
- - Hartal, yang berarti gerakan pemogokan, sebagai bentuk protes
terhadap peraturan yang tidak adil dan tanda berkabung
- - Satyagraha, tetap setia kepada kebenaran dan menolak bekerja sama
dengan Inggris atau bersifat nonkooperatif.
- - Swadesi, artinya hidup dengan usaha sendiri. Ajaran ini
menganjurkan agar bangsa India dapat memenuhi kebutuhan hidup dari hasil
usaha sendiri.
Pada tahun 1935, pemerintahan Inggris mengeluarkan India
Act yang isinya meliputi:
1.
Dibentuknya negara federal India
2.
Provinsi-provinsi mendapat otonomi yang luas
3.
Segera diadakannya Pemilu di setiap provinsi yang diikuti semua
partai untuk memilih dewan provinsi.
Adanya India Act ini mendorong
pemerintahan Inggris untuk mengesahkan status dominion kepada India pada tahun
1947. Dengan syarat wilayah India harus dibagi menjadi 2 wilayah dominion,
yaitu India dan Pakistan. Tanggal 15 Agustus 1947 ditetapkan menjadi hari
kemerdekaan India dan tanggal 26 Januari 1947 India mengubah bentuk
pemerintahannya dari dominion menjadi republik. Rajendra Prasad ditetapkan
sebagai Presiden dan Jawaharlal Nehru sebagai Perdana Menteri.
Komentar
Posting Komentar