Apa itu Reformasi Gereja?
Reformasi Gereja merupakan gerakan pembaharuan untuk mengoreksi
penyimpangan yang terjadi di dalam tubuh gereja sekaligus untuk memurnikan
ajaran Yesus Kristus.
Faktor Pendorong Terjadinya Reformasi Gereja
1. Adanya praktik penyimpangan yang dilakukan oleh golongan gereja
katolik, seperti penjualan surat pengampunan dosa (surat indulgensi) dan
penerapan pajak kepada masyarakat.
2. Berkembangnya paham humanisme, yang mendorong lahirnya sikap
kritis masyarakat.
3. Munculnya desakan dari kerajaan yang ada di Eropa untuk
berkuasa penuh dan lepas dari pengaruh Paus (pemimpin Gereja Katolik).
Proses Berjalannya Reformasi Gereja
Gerakan Reformasi Gereja dipelopori oleh Martin Luther pada awal
abad ke-15 di Jerman, tepatnya di kota Wittenberg. Martin Luther mengkritisi
ajaran Katolik yang dianggap sudah menyimpang dari ajaran Yesus Kristus yang
asli. Martin Luther menuliskan 95 dalil Luther, yang berisi tuntuntan terhadap
gereja.
Salah satu inti dari ajaran Luther adalah hubungan antara manusia
dan tuhan merupakan hal yang bersifat pribadi sehingga tidak memerlukan adanya
perantara. Luther juga menerjemahkan kitab Injil ke bahasa Jerman sehingga
masyarakat bisa mengerti isi dari ajaran Yesus secara langsung. Gerakan
pembaharuan ini kemudian menyebar ke seluruh Eropa dan mengakibatkan timbulnya
agama Kristen Protestan, yang terdiri dari beberapa aliran, seperti aliran
Calvin, Zwingli, Anglican, Puritan, Presbyteran, Independent dan lain
sebagainya.
Dampak Reformasi Gereja
1. Lahirnya agama Kristen Protestan dan berbagai alirannya.
2. Runtuhnya dominasi Paus di negara-negara Eropa.
3. Terciptanya tatanan kehidupan baru di masyarakat Eropa.
Komentar
Posting Komentar