Langsung ke konten utama

Elastisitas

 

A. Elastisitas Harga

 

Pengertian

Elastisitas harga permintaan membahas tentang perubahan jumlah barang yang diminta akibat adanya perubahan harga barang. Sedangkan elastisitas harga penawaran membahas tentang perubahan jumlah barang yang ditawarkan akibat adanya perubahan harga barang. 

Jenis elastisitas harga

1. Elastis: Memiliki koefisien elastisitas E > 1, dimana ∆P < ∆Q

Contohnya barang mewah.

2. InelastisMemiliki koefisien elastisitas E < 1, dimana ∆P > ∆Q

Contohnya kebutuhan pokok.

3. Uniter: Memiliki koefisien elastisitas E = 1, dimana ∆P = ∆Q

Contohnya barang kebutuhan sekunder.

4. Elastis Sempurna: Memiliki koefisien elastisitas E = ∞

Contohnya bahan bakar minyak (BBM).

5. Inelastis Sempurna: Memiliki koefisien elastisitas E = 0

Contohnya tanah.

Rumus Menghitung Elastisitas Harga

1. E\ =\ \frac{∆Q}{∆P} \times \frac{P}{Q}E = PQ×QP

2. E\ =\ \frac{∆\%Q}{∆\%P}E = ∆%P∆%Q

3. E\ =\ Q’ \times \frac{P}{Q}E = Q’×QP

4. E\ =\ \frac{1}{P’} \times \frac{P}{Q}E = P’1×QP

Keterangan:

P = Harga

Q = Jumlah output

Q' = Turunan fungsi Q

P' = Turunan fungsi P

Kurva Elastisitas Permintaan dan Penawaran

1. Kurva Elastisitas Permintaan

- Kurva Permintaan Elastis

 

- Kurva Permintaan Inelastis

 

- Kurva Permintaan Uniter

 

- Kurva Permintaan Elastis Sempurna

 

- Kurva Permintaan Inelastis Sempurna

 

 

2. Kurva Elastisitas Penawaran

- Kurva Penawaran Elastis

 

- Kurva Penawaran Inelastis

- Kurva Penawaran Uniter

 

- Kurva Penawaran Elastis Sempurna

 

- Kurva Penawaran Inelastis Sempurna

 

B. Elastisitas Silang

Elastisitas silang membahas tentang perubahan jumlah barang diminta atau dikonsumsi saat terjadi perubahan harga pada barang lainnya. Pada elastisitas silang membahas tentang barang jika dilihat dari hubungannya, yaitu barang substitusi (barang pengganti) dan barang komplementer (barang pelengkap). 

Rumus Elastisitas Silang:

E\ =\ \frac{∆Q_a}{∆P_b} \times \frac{P_b}{Q_a}E = PbQa​​×QaPb​​ 

 

atau

 

1. Barang substitusi

Ketika harga barang A naik, maka jumlah barang B yang diminta akan naik. Artinya antara harga dan kuantitas barang memiliki hubungan yang positif. Jika dihitung akan memiliki koefisien elastisitas silang E > 0.

2. Barang komplementer

Ketika harga barang A naik, maka jumlah barang B yang diminta akan turun. Artinya antara harga dan kuantitas barang memiliki hubungan yang negatif. Jika dihitung akan memiliki koefisien elastisitas silang E < 0.

C. Elastisitas Pendapatan

Elastisitas pendapatan membahas tentang perubahan jumlah barang yang diminta/ dikonsumsi saat terjadi perubahan pendapatan yang diterima.

Rumus Elastisitas Pendapatan:

E\ =\ \frac{∆Q}{∆Y}\times\frac{Y}{Q}E = YQ×QY

Keterangan:

Q = Jumlah barang

Y = Tingkat Pendapatan

Berdasarkan perhitungan elastisitas pendapatan, terdapat jenis barang jika dilihat dari elastisitas pendapatannya.

1. Barang Inferior: Barang yang akan ditinggalkan/ dikurangi konsumsinya saat tingkat pendapatan mengalami peningkatan. Memiliki koefisien elastisitas pendapatan E < 0.  Contohnya sandal jepit.

2. Barang Normal: Barang yang akan ditambah konsumsinya saat tingkat pendapatan mengalami peningkatan. Memiliki koefisien elastisitas pendapatan 0 < E < 1.  Contohnya kebutuhan pokok.

3. Barang Superior: Barang yang akan ditambah konsumsinya saat tingkat pendapatan mengalami peningkatan. Memiliki koefisien elastisitas pendapatan E > 1.  Contohnya barang mewah

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

tribina

Kalian tau nggak apa itu Tribina? Tribina merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dibentuk oleh BKKBN dengan tujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat terkait dengan pembinaan keluarga, yang mengedepankan peran serta kepedulian anggota keluarga guna mencapai kesejahteraan di dalam keluarga. Tri Bina memiliki tujuan khusus untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan orangtua maupun anggota keluarga lainnya dalam membina balita maupun remaja. Untuk balita berhubungan dengan pola asuh balita, perkembangan fisik atau tumbuh kembang balita, kemampuan motorik. Sedangkan untuk remaja mengenai cara efektif berinteraksi dengan remaja, bimbingan kepada anak remaja, dan lain-lain. Selain itu, Tri Bina juga mengedepankan kesejahteraan lansia agar tetap memiliki produktifitas yang baik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, Tri Bina dibagi menjadi 3 bagian, diantaranya adalah BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), BKL (Bina Keluar...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...