Dinamika Kelompok Sosial
Masyarakat bersifat dinamis termasuk kelompok-kelompok sosial.
Artinya, kelompok sosial terus mengalami perubahan maupun perkembangan. Kondisi
ini disebut sebagai dinamika kelompok.
Aspek Dinamika Kelompok Sosial
Masing-masing kelompok mengalami perubahan maupun perkembangan
yang berbeda. Ada yang terjadi secara cepat, ada pula yang mengalami secara
lambat. Adapun aspek-aspek dinamika kelompok yaitu:
1.
Komunikasi yaitu
ketika keefektifan komunikasi dalam kelompok dapat memengaruhi kondisi dalam
kelompok. Apabila terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi dapat menyebabkan
terjadi perselisihan antaranggota.
2.
Konflik yaitu
ketika terdapat perselisihan dalam kelompok dapat menyebabkan terhambatnya
aktivitas kelompok.
3.
Kohesi kelompok
yaitu tingkat keeratan hubungan antaranggota kelompok.
4.
Kekuatan pemecahan masalah dalam kelompok yang dapat memengaruhi proses penyelesaian
hambatan untuk mencapai tujuan kelompok.
Fungsi Dinamika Kelompok Sosial
Dinamika kelompok memiliki fungsi sebagai berikut.
1.
Menciptakan kerja sama antaranggota kelompok sehingga akan
menguntungkan satu sama lain.
2.
Memudahkan penyelesaian pekerjaan yang dimiliki oleh kelompok.
3.
Memberikan kesempatan kepada semua orang untuk memberikan pendapat
atau gagasan yang dimilikinya.
Indikator Dinamika Kelompok Sosial
1.
Adaptasi kelompok. Proses adaptasi suatu kelompok akan berjalan dengan baik
jika setiap individu dan kelompok memiliki keterbukaan dalam menerima informasi
baru serta gagasan dari anggota lain tanpa saling terganggu.
2.
Pencapaian tujuan kelompok. Dalam mencapai tujuan kelompok diharapkan tiap anggota kelompok
mampu menunjukkan pengetahuan dan kemampuannya kepada anggota kelompok lain.
Selain itu, tiap anggota diharapkan mampu menjalin relasi dengan berbagai pihak
serta mengesampingkna kepentingan pribadi demi terciptanya tujuan bersama.
Faktor Pendorong Dinamika Kelompok
Proses dinamika kelompok sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor
penyebab, baik faktor dari dalam maupun dari luar kelompok.
Faktor dari dalam (intern)
- Konflik antarindividu dalam
kelompok akibat adanya ketidakseimbangan kekuatan.
- Adanya perbedaan kepentingan
sehingga menimbulkan ketidakadilan atau ketidakseimbangan pada anggota
kelompok.
- Perbedaan pendapatan yang
terjadi antaranggota kelompok dalam upaya memenuhi tujuan kelompok.
Faktor dari luar (ekstern)
- Perubahan situasi atau keadaan
kelompok. Perubahan biasanya datang dari luar kelompok berupa ancaman dari
kelompok lain.
- Pergantian anggota kelompok
yang memengaruhi perubahan kelompok. Pada situasi ini beberapa anggota
akan mengalami guncangan (shock).
- Perubahan situasi sosial dan
ekonomi kelompok.
Faktor Penghambat Dinamika Sosial
Selain faktor pendorong dinamika kelompok sosial, terdapat faktor
penghambat yang mempersulit terjadinya proses dinamika sosial.
- Isolasi di mana suatu kelompok
menolak pengaruh dari luar kelompok.
- Adanya keinginan yang tertanam
kuat seperti mempertahankan kedudukan atau kondisi sehingga menolak segala
informasi dan masukan.
- Adanya beberapa tradisi yang
dipegang erat oleh anggota masyarakat sehingga menghambat dinamika sosial.
Partikularisme Kelompok
Adanya kelompok-kelompok di masyarakat dapat menimbulkan perbedaan
sosial. Perbedaan sosial tersebut dapat memberikan dampak positif apabila
masyarakat mampu menerapkan perilaku saling menghormati perbedaan. Akan tetapi,
salah satu masalah yang dapat terjadi di masyarakat akibat perbedaan sosial
adalah munculnya partikularisme kelompok. Partikularisme kelompok adalah paham
yang mementingkan diri atau kelompok sendiri daripada orang atau kelompok lain.
Adapun beberapa contoh partikularisme kelompok dalam kehidupan masyarakat
adalah:
1.
Etnosentrisme,
yaitu paham yang menganggap kebudayaan sendiri lebih baik dan unggul daripada
kebudayaan kelompok lain.
2.
Diskriminasi sosial,
yaitu perlakuan tidak adil atau berbeda yang ditujukan pada seseorang atau
suatu kelompok karena mereka memiliki ciri-ciri tertentu.
3.
Chauvinisme,
yaitu paham yang mengagungkan tanah air dan bangsa secara berlebihan sehingga
memandang bangsa lain lebih rendah.
4.
Rasisme, yaitu kepercayaan
berlebih atau perasaan superioritas terhadap ras tertentu.
5.
Separatisme,
yaitu paham yang bertujuan untuk memisahkan diri dari negara atau daerah tempat
tinggal untuk merdeka dan berdaulat.
6.
Nepotisme,
yaitu perbuatan yang mengutamakan kelompok atau keluarga berdasarkan
hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya.
7.
Eksklusivisme,
yaitu paham sebuah kelompok untuk mengeksklusifkan diri, sehingga menjadi sulit
untuk dimasuki anggota lain.
Komentar
Posting Komentar