Langsung ke konten utama

Desain Penelitian

 

 

Desain penelitian dapat digunakan baik untuk metode kualitatif maupun kuantitatif. Berikut ini masing-masing fungsi desain penelitian dalam metode kualitatif dan kuantitatif.

 

Desain Penelitian

Metode Kualitatif

Metode Kuantitatif

Desain Eksperimental

Jarang dilakukan sebab akan menghasilkan data yang bias atau tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Berguna dalam melakukan perbandingan subjek penelitian dan dalam melakukan kontrol pada subjek penelitian tersebut.

Desain Survei

Dapat dilakukan ketika peneliti menerapkan metode analisis pada sebuah wacana/literatur sejarah. 

Lebih lumrah dilakukan. Desain survei merupakan bagian dari penelitian kuantitatif dan digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang disusun.

Desain Longitudinal

Dapat dilakukan ketika peneliti menerapkan metode studi kasus, karena berguna dalam meneliti wacana/literatur mengenai masalah sosial secara berkala.

Lebih lumrah dilakukan. Desain longitudinal merupakan bagian dari penelitian kuantitatif. Berguna dalam menentukan hubungan sebab-akibat atas suatu peristiwa dan masalah sosial yang berjangka panjang.

Desain Studi Kasus

Hampir selalu digunakan dalam metode kualitatif. Berguna dalam memfokuskan masalah sosial yang akan diteliti. Biasanya desain penelitian ini dilakukan dengan terlibat secara langsung melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatoris. 

Lebih umum dilakukan melalui metode survei dengan penggunaan kuesioner sebagai instrumen penelitian.

Desain Komparatif 

Berguna dalam mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan studi literatur serta membandingkan antarkasus jika yang diteliti lebih dari satu masalah sosial. Studi komparatif lebih luas cakupannya daripada studi kasus.

Lebih umum dilakukan melalui metode survei dengan penggunaan kuesioner sebagai instrumen penelitian dalam membandingkan antarkasus yang berbeda.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

tribina

Kalian tau nggak apa itu Tribina? Tribina merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dibentuk oleh BKKBN dengan tujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat terkait dengan pembinaan keluarga, yang mengedepankan peran serta kepedulian anggota keluarga guna mencapai kesejahteraan di dalam keluarga. Tri Bina memiliki tujuan khusus untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan orangtua maupun anggota keluarga lainnya dalam membina balita maupun remaja. Untuk balita berhubungan dengan pola asuh balita, perkembangan fisik atau tumbuh kembang balita, kemampuan motorik. Sedangkan untuk remaja mengenai cara efektif berinteraksi dengan remaja, bimbingan kepada anak remaja, dan lain-lain. Selain itu, Tri Bina juga mengedepankan kesejahteraan lansia agar tetap memiliki produktifitas yang baik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, Tri Bina dibagi menjadi 3 bagian, diantaranya adalah BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), BKL (Bina Keluar...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...