Desain penelitian dapat digunakan baik untuk
metode kualitatif maupun kuantitatif. Berikut ini masing-masing fungsi desain
penelitian dalam metode kualitatif dan kuantitatif.
|
Desain Penelitian |
Metode Kualitatif |
Metode Kuantitatif |
|
Desain Eksperimental |
Jarang dilakukan sebab akan menghasilkan data yang bias
atau tidak sesuai dengan fakta di lapangan. |
Berguna dalam melakukan perbandingan subjek penelitian dan
dalam melakukan kontrol pada subjek penelitian tersebut. |
|
Desain Survei |
Dapat dilakukan ketika peneliti menerapkan metode analisis
pada sebuah wacana/literatur sejarah. |
Lebih lumrah dilakukan. Desain survei merupakan bagian
dari penelitian kuantitatif dan digunakan untuk menjawab rumusan masalah yang
disusun. |
|
Desain Longitudinal |
Dapat dilakukan ketika peneliti menerapkan metode studi
kasus, karena berguna dalam meneliti wacana/literatur mengenai masalah sosial
secara berkala. |
Lebih lumrah dilakukan. Desain longitudinal merupakan
bagian dari penelitian kuantitatif. Berguna dalam menentukan hubungan sebab-akibat
atas suatu peristiwa dan masalah sosial yang berjangka panjang. |
|
Desain Studi Kasus |
Hampir selalu digunakan dalam metode kualitatif. Berguna
dalam memfokuskan masalah sosial yang akan diteliti. Biasanya desain
penelitian ini dilakukan dengan terlibat secara langsung melalui wawancara
mendalam dan observasi partisipatoris. |
Lebih umum dilakukan melalui metode survei dengan
penggunaan kuesioner sebagai instrumen penelitian. |
|
Desain Komparatif |
Berguna dalam mengumpulkan data melalui wawancara,
observasi dan studi literatur serta membandingkan antarkasus jika yang
diteliti lebih dari satu masalah sosial. Studi komparatif lebih luas
cakupannya daripada studi kasus. |
Lebih umum dilakukan melalui metode survei dengan
penggunaan kuesioner sebagai instrumen penelitian dalam membandingkan
antarkasus yang berbeda. |
Komentar
Posting Komentar