Langsung ke konten utama

Dampak Pendudukan Jepang di Indonesia

 

Dampak Pendudukan Jepang di Indonesia

 

Selama berkuasa sekitar tiga tahun di Indonesia, pendudukan Jepang membawa dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat Indonesia.

Dampak positif pendudukan Jepang di Indonesia

1. Semangat nasionalisme berkembang di kalangan bangsa Indonesia karena Jepang mendukung gerakan anti Barat.

2. Jepang menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi nasional sehingga penggunaannya semakin luas.

3. Dibentuknya strata masyarakat paling bawah, yaitu Rukun Tetangga (RT) yang dalam bahasa Jepang disebut tonarigumi.

4. Mobilisasi rakyat mudah dilakukan oleh tokoh-tokoh nasionalis melalui organisasi bentukan Jepang.

5. Pendirian koperasi (kumiai) sehingga rakyat Indonesia mengenal sistem perkoperasian.

6. Terbentuknya budaya disiplin yang diperkenalkan Jepang dalam kegiatan upacara bendera di sekolah.

7. Rakyat Indonesia diperkenalkan dengan sistem dan keahlian militer melalui organisasi militer dan semi-militer bentukan Jepang.

Dampak negatif pendudukan Jepang di Indonesia

1. Jepang menguasai wilayah yang strategis dan melakukan tindakan yang sewenang-wenang sehingga sumber daya Indonesia dieksploitasi.

2. Kesejahteraan rakyat Indonesia menurun karena mengalami siksaan secara fisik, penahanan tanpa alasan, perbudakan seks, hingga penerapan hukuman mati.

3. Sistem romusha (kerja paksa) mengakibatkan banyak korban meninggal dunia.

4. Perampasan hasil bumi dan sumber pangan rakyat menyebabkan rakyat Indonesia kelaparan.

5. Suara rakyat dibungkam melalui pembatasan pers.

6. Terciptanya kondisi yang tidak kondusif dan keresahan di masyarakat karena keterlibatan Jepang dalam Perang Dunia II.

7. Menurunnya standar dan kualitas pendidikan di Indonesia karena guru-guru dan sekolah-sekolah dikendalikan oleh Jepang.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

Pajak

PAJAK Pengertian Pajak adalah iuran rakyat kepada negara bersifat wajib dan dapat dipaksakan yang diatur oleh undang-undang, dengan balas jasa tidak langsung. Fungsi Pajak   1. Anggaran     Pajak sebagai kontributor terbesar pembangunan fasilitas publik dan pembangunan nasional. 2. Regulasi     Pajak sebagai alat melaksanakan kebijakan sosial ekonomi, misalnya mengatur pajak untuk barang mewah dan perdagangan internasional.   3. Stabilitas     Pajak sebagai salah satu instrumen fiskal untuk mengatasi inflasi maupun deflasi.   4. Redistribusi pendapatan     Pajak digunakan untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggolongan Pajak   1. Pajak langsung     Beban pajak ini harus ditanggung langsung oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan. Contoh: PPh. 2. Pajak tidak langsung     Beban pajak ini dapat dialihkan kepada ...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...