Kemiskinan
Kemiskinan diartikan sebagai kondisi masyarakat yang tidak mampu
hidup sesuai dengan standar layak di suatu tempat. Seseorang juga bisa disebut
miskin bila tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya (pangan, sandang, dan
papan).
Ada dua bentuk kemiskinan menurut Baswir dan Sumodiningrat.
Kemiskinan absolut
Kemiskinan yang terjadi karena keadaan masyarakat berada di bawah
standar minimum yang ada. Bersifat absolut/mutlak.
Kemiskinan relatif
Kemiskinan yang bersifat personal. Artinya, masyarakat dianggap
miskin menurut standarnya masing-masing dengan membandingkan tingkat
pendapatannya dengan masyarakat lain.
Selain yang dijelaskan di atas, terdapat tiga bentuk lain dari
kemiskinan berdasarkan penyebabnya:
Kemiskinan Alamiah
Kemiskinan ini disebabkan oleh faktor-faktor alam yang tidak
memadai untuk menopang kehidupan manusia. Contohnya adalah daerah yang tandus
dan berbatu sehingga menyebabkan kemiskinan bagi masyarakat yang tinggal di
daerah tersebut.
Kemiskinan Kultural
Kemiskinan yang disebabkan karena budaya masyarakat tertentu yang
dipertahankan. Misalnya, kebiasaan hidup boros dan tidak menabung.
Kemiskinan Struktural
Kemiskinan yang disebabkan oleh lemahnya sistem atau struktur
sosial di dalam masyarakat, seperti kebijakan ekonomi yang buruk dan
korupsi.
Kriminalitas
Kriminalitas adalah bentuk penyimpangan yang dilakukan masyarakat
dengan melanggar hukum yang berlaku. Pelanggaran yang dilakukan masyarakat
biasanya dalam bentuk pidana. Ada dua gejala kriminalitas yang berkembang di
masyarakat:
White Collar Crime (Kejahatan kerah putih)
Disebut juga sebagai kejahatan elite karena kejahatan ini
dilakukan oleh orang-orang yang memiliki status sosial tinggi dalam
pekerjaannya. Contohnya, pencucian uang atau tindakan korupsi, kolusi, dan
nepotisme yang dilakukan pejabat.
Blue Collar Crime (kejahatan kerah biru)
Adalah kejahatan yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Biasanya
dilakukan oleh masyarakat dengan status sosial menengah ke bawah. Contohnya
adalah perampokan, pemerkosaan dan penipuan.
Beberapa faktor terjadinya kriminalitas
1.
Adanya perubahan kondisi sosial, ekonomi, dan politik di
masyarakat. Seperti perang dan krisis ekonomi.
2.
Pemerintah korup dan lemah dalam mengontrol masyarakat.
3.
Adanya masalah dalam sistem kependudukan suatu negara, dan
banyaknya masyarakat yang memiliki masalah ekonomi.
4.
Kondisi mental masyarakat yang menyimpang.
5.
Tidak adanya, atau minimnya sosok yang bisa dijadikan tokoh di
dalam masyarakat.
Kriminalitas merupakan bagian dari perilaku menyimpang. Teori
perilaku menyimpang dianggap relevan untuk menjelaskan penyebab tindakan
kriminal. Berikut beberapa teori perilaku menyimpang:
Teori Asosiasi Diferensial (Edwin H. Southerland)
Teori ini menganggap seseorang menjadi pelaku penyimpangan karena
bergaul dan berinteraksi dengan orang-orang yang menyimpang.
Teori Anomi/Ketegangan (Robert K. Merton)
Teori ini menyatakan bahwa struktur sosial menyebabkan tekanan
sehingga terjadi sebuah anomie dan penyimpangan. Singkatnya, individu melakukan
perilaku menyimpang karena desakan keterpaksaan.
Komentar
Posting Komentar