Langsung ke konten utama

MENULIS PUISI DENGAN STRATEGI KELINCI KOCOK

 

MENULIS PUISI DENGAN STRATEGI KELINCI KOCOK

 


ABSTRACT: This research is motivated by the lack of student interest in writing poetry. The view that writing poetry is boring results students are reluctant to write poetry. In learning students write poetry sometimes confused to start and still have not found the right idea to write. Therefore a precise and fun method is needed so that students interest in poetry writing can improve. One method used in this study is to use the shake rabbit strategy. This shake Rabbit form learning outside the classroom by carrying paper folds that have been taken. Then students are challenged to unfold the paper and develop word contained in paper folds become beautiful and interesting poems and are appropriate by the rules of writing poetry. It turns out students like this learning model and motivated so use to improve learning outcomes in writing poetry.

Keywords: Writing, Poetry Text, Shake Rabbit

ABSTRAK : Penelitian ini dilatar belakangi oleh minimnya minat siswa dalam menulis puisi. Pandangan jika menulis puisi merupakan hal yang membosankan mengakibatkan siswa enggan untuk menulis puisi. Dalam pembelajaran menulis puisi siswa terkadang bingung untuk memulai dan masih belum menemukan ide yang tepat untuk menulis. Maka dari itu diperlukan metode yang tepat dan menyenangkan agar minat siswa dalam menulis puisi dapat meningkat. Salah satu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Strategi Kelinci Kocok. Kelinci Kocok ini berupa pembelajaran diluar kelas dengan membawa lipatan-lipatan kertas yang sudah diambil. Selanjutnya siswa ditantang untuk membuka lipatan kertas tersebut dan mengembangkan kata yang terdapat dalam lipatan kertas menjadi puisi yang indah dan menarik serta sesuai dengan kaidah menulis puisi. Ternyata siswa menyukai model pembelajaran ini dan termotivasi sehingga dapat meningkatkan hasil pembelajaran menulis puisi.

Kata kunci : Menulis, Teks Puisi , Kelinci Kocok

 

Menurut KBBI menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, menulis surat dengan tulisan). Menulis berarti menuangkan isi hati si penulis ke dalam bentuk tulisan sehingga maksud hati penulis bisa diketahui oleh orang lain melalui apa yang telah dituliskan. Dalam menulis pasti mempunyai tujuan. Secara umum tujuan menulis antara lain tujuan memberitahukan atau menjelaskan yaitu untuk memberitahukan ataupun menjelaskan sesuatu. Tujuan selanjutnya adalah meyakinkan atau mendesak. Hal ini bisa kita lihat pada tulisan seseorang, terkadang untuk meyakinkan seorang pembaca bahwa apa yang disampaikan penulis tersebut benar penulis pun berharap pembaca mau mengikuti pendapat penulis. Selain itu tujuan menulis yakni untuk menceritakan sesuatu yang biasa kita sebut dengan karangan narasi.

Mempengaruhi pembaca juga termasuk dalam tujuan menulis karena tulisan terkadang bertujuan untuk memengaruhi atau membujuk pembaca agar mengikuti kehendak penulis. Selain tujuan secara umum, kegiatan menulis juga mempunyai tujuan yang dilihat dari segi kepentingan pengarangnya yakni tujuan penugasan, maksudnya adalah sebuah tulisan dibuat khusus untuk memenuhi tugas yang diberikan. Adapun sastrawan sering menganut tujuan estetis. Mereka menulis untuk tujuan menciptakan suatu keindahan melalui tulisan berbentuk puisi, novel maupun cerpen. Tujuan penerangan berkaitan dengan motivasi penulis yang membuat tulisan yang bertujuan memberikan informasi kepada pembaca. Tujuan pernyataan diri yakni tulisan dipakai untuk menegaskan siapa diri anda. Tujuan konsumtif, maksudnya adalah sebuah tulisan diselesaikan untuk dikonsumsi dan dijual oleh pembaca.

Setiap orang mengatakan bahwa puisi merupakan salah satu genre karya sastra paling awal ditulis manusia (Herman Waluya) tersebut sangat susah untuk diciptakan. Namun, sebagian orang mengatakan bahwa menulis puisi itu sangat mudah jika ada bakat dan kemauan yang sangat keras untuk menciptakan sebuah puisi. Orang yang menulis puisi disebut dengan penyair. Hal itu karena puisi mempunyai kesamaan dengan sebuah syair meskipun setiap syair belum tentu bersifat puitis. Beberapa pandangan ini berdasarkan pemahaman bahwa puisi bersumber dari kata poetry (bahasa Inggris) yang merupakan roh dari syair, sajak, atau poem (bahasa Inggris).  

Pendapat tentang pengertian puisi ini datang dari para ahli sastra, antara lain Sumardi, Pradopo, James Reevas, Thomas Carlye, dan Herbert Spencer. Sumardi berpendapat bahwa puisi merupakan karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias atau imajinatif. Menurut Pradopo puisi adalah rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, diubah dalam wujud yang paling berkesan. Sementara Reevas berpendapat bahwa puisi adalah ekspresi bahasa yang kata-katanya penuh dengan daya pikat. Thomas Carlye menambahkan bahwa puisi adalah ungkapan pikiran yang bersifat musikal. Lain lagi Herbert Spencer, beliau berpendapat bahwa puisi merupakan bentuk pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan efek keindahan. Sedangkan menurut Kosasih puisi adalah bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata indah dan kaya akan makna. Dalam hal ini penyair menciptakan puisi disertai dengan makna ataupun pesan yang dapat diambil oleh pembaca.

Dalam genre sastra puisi mempunyai struktur fisik dan struktur batin. Struktur yang bersifat fisik terdiri dari tipografi, diksi, gaya bahasa, kata konkret, rima dan imaji. Sedangkan struktur batin lebih mengacu pada isi puisi antara lain berupa nada, rasa, makna, dan intention. Dalam karya sastra pasti terdapat jenis-jenis. Jenis-jenis puisi disini antara lain jenis puisi berdasarkan bentuknya yakni puisi terikat dengan aturan bait dan baris dan puisi bebas yang tidak terikat dengan bait dan baris. Jenis puisi berdasarkan isinya antara lain balada, romansa, elegi, ode, himne, epigram, dan satire. Sedangkan jenis puisi berdasarkan zaman terbagi menjadi dua yakni puisi lama yang terdiri dari pantun, seloka, karmina, gurindam, syair, mantra, dan talibun dan puisi baru yang terdiri dari distikon, terzina, kuatren, kuint, sektet, septima, stanza, dan soneta.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

  1. Deskripsi Strategi Pembelajaran Berbasis “Kelinci Kocok”

Strategi pembelajaran berbasis “Kelinci Kocok” terdiri dari beberapa kata yakni “Ke-Li-N-Ci” yang mempunyai kepanjangan Ketahui, Lihat, Nyatakan dan Perinci. Sedangkan kata “kocok” sendiri merupakan gerakan yang akan dilakukan peserta didik untuk mengambil lipatan kertas untuk menentukan dan memilih  judul apa yang akan mereka pakai untuk menulis puisi. Kegiatan ini digunakan untuk mengukur kompetensi dan minat peserta didik dalam menulis puisi tanpa ada rasa ragu, jenuh maupun bosan.

Faktor pendukung untuk melaksanakan pembelajaran pasti terdapat strategi-strategi yang digunakan. Hal itu untuk mempermudah pendidik dalam memberi materi pelajaran. Strategi yang dapat digunakan oleh pendidik ini salah satunya adalah strategi “kelinci”. Strategi “kelinci” sangat cocok untuk materi puisi karena strategi ini memanfaatkan alam untuk mengembangkan ide-ide yang dimunculkan oleh siswa. Selain mengembangkan ide-ide, strategi “kelinci” ini secara tidak langsung akan mengembangkan bakat menulis peserta didik. Sehingga sebuah karya akan diciptakan dan dihasilkan dengan baik dan kreatif.

Adanya strategi “kelinci” ini, siswa akan lebih mudah dalam menciptakan puisi sesuai dengan kemampuan dan ide-ide kreatifnya. Untuk melaksanakan strategi ini, siswa harus mengetahui terlebih dahulu apa kepanjangan dari “kelinci”. Strategi “kelinci” merupakan singkatan  strategi untuk menciptakan puisi antara lain “Ketahui, Lihat, Nyatakan dan Perinci”.

Secara operasional, berikut ini adalah Strategi Pembelajaran Berbasis “Kelinci Kocok” :

1.      Strategi pertama yang dilakukan adalah siswa mampu menulis puisi dengan cara mengetahui apa makna puisi, unsur-unsur puisi dan semua yang berhubungan dengan tata cara menulis puisi. Kegiatan ini dilakukan dengan cara peserta didik membaca materi yang terdapat dalam buku pendamping siswa, jika ada yang belum dipahami dari materi puisi tersebut peserta didik bisa bertanya kepada guru yang mendampingi saat itu.

2.      Strategi yang kedua adalah peserta didik satu per satu disuruh ke depan kelas untuk mengambil satu lipatan kertas yang digunakan untuk menentukan dan memilih judul puisi yang akan ditulis.

3.      Strategi ketiga yakni peserta didik disuruh keluar kelas atau pembelajaran diluar kelas (taman) dengan sudah berbekal pengetahuan tentang menulis puisi dan lipatan kertas. Kemudian siswa melihat dan mengamati alam sekitar (taman). Hal ini bertujuan untuk menambah wawasan dan inspirasi siswa serta mengembangkan ide-ide yang didapat.

4.      Strategi yang keempat adalah setelah melihat dan mengamati alam sekitar serta membaca lipatan yang telah diambil. Kemudian peserta didik menyatakan dan menuangkan ide-ide yang muncul dan didapat melalui tulisan.

5.      Strategi yang kelima yaitu peserta didik mampu memerinci kata ataupun bahasa yang digunakan dengan lebih mengindahkan kata-kata atau bahasa yang telah didapat.

Dari langkah-langkah di atas, siswa diharapkan mampu menulis puisi tanpa adanya kesulitan mengenai makna dan tata cara menulis puisi yang baik dan benar. Menghilangkan rasa bosan dengan tempat yang dipakai untuk menulis puisi. Selain itu siswa dapat memunculkan dan mengembangkan ide kreatifnya dengan memadukan alam sekitar (taman).

  1. Pengimplementasian Tahapan Operasional Strategi Pembelajarn Berbasis “Kelinci Kocok”

Pertama kalinya peserta didik masih bingung mengenai materi puisi dan bagaimana cara menulis puisi yang baik. Selain itu peserta didik belum memahami mengenai strategi yang akan digunakan dalam menulis puisi. Oleh karena itu pada pertemuan pertama peserta didik hanya diminta membaca materi tentang teks puisi seperti makna puisi, unsur-unsur puisi, tujuan adanya puisi, struktur yang terdapat dalam puisi dan contoh dari puisi yang telah disediakan. Lalu diberikan teks pertanyaan mengenai isi puisi, unsur-unsur puisi dan struktur puisi diakhir pembelajaran. Pada pertemuan kedua, penulis menyampaikan penjelasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan puisi dan strategi yang akan digunakan dalam menulis puisi yakni "Menulis Puisi dengan Kelinci Kocok”.

1.      Kegiatan Awal Pembelajaran

Pukul 07.00 bel masuk kelas berbunyi. Peserta didik memasuki kelas. Setelah semua duduk ditempatnya masing-masing, ketua kelas memimpin do’a. Peserta didik memberi salam dan guru menjawab salam tersebut. Kemudian guru memeriksa kehadiran peserta didik dan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pertemuan tersebut. Setelah itu, guru melakukan motivasi dan apersepsi. Pada akhir apersepsi, peserta didik harus berada diluar kelas untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan.

2.      Kegiatan Inti Pembelajaran

            Hal pertama yang dilakukan, guru menanyakan kembali pembelajaran sebelumnya mengenai makna teks puisi dan struktur dalam puisi. Beberapa peserta didik menjawab dengan benar. Guru pun menjelaskan kembali apa yang telah ditanyakan tersebut. Setelah itu guru memberi pertanyaan mengenai unsur-unsur dari puisi tersebut tetapi tidak ada yang menjawab. Guru menggunakan konsep membaca pemahaman. Guru menyuruh untuk membuka buku kembali mengenai materi puisi dan memahami unsur-unsur yang terdapat dalam puisi.

            Setelah memahami mengenai seluk-beluk puisi peserta didik ditugasi untuk menulis puisi sesuai tema yang akan diambil. Dalam hal ini guru memberi beberapa lipatan kertas untuk diambil setiap peserta didik untuk memilih tema yang akan dipakai. Kemudian guru meminta membuka lipatan kertas yang telah dibawa. Setelah mengetahui isi dari lipatan kertas tersebut peserta didik disuruh keluar kelas dan menuju taman sekolah. Di taman tersebut peserta didik harus menulis puisi sesuai dengan tema yang telah didapat dan mengembangkan ide-ide kreatifnya kedalam puisi yang akan ditulis. Setelah satu jam pelajaran guru menyuruh peserta didik untuk berkumpul dalam satu bundaran. Guru pun menjelaskan tujuan kegiatan yang telah dilakukan di taman tersebut. Guru kemudian memberi penguatan kenapa pembelajaran ada di taman, hal itu supaya peserta didik tidak merasa bosan dalam menulis puisi, dan peserta didik mampu mengembangkan ide-ide atau imajinasi yang telah diperoleh untuk dituangkan ke dalam teks puisi.

  1. Kegiatan Akhir Pembelajaran

            Pada akhir pembelajaran guru dan peserta didik menyimpulkan hasil kegiatan menulis puisi dengan strategi “kelinci kocok” lalu merefleksi hasil pembelajaran. Penilaian direncanakan pada pertemuan selanjutnya melalui postes berupa ulangan harian membaca puisi yang telah peserta didik tulis. Mereka akan membacakan puisi tersebut didepan teman-temannya.

 

  1. Hasil yang Dicapai Setelah implementasi Tahapan Operasional Strategi Pembelajarn Berbasis “Kelinci Kocok”

Hasil pembelajaran yang dicapai setelah menggunakan “Strategi Kelinci Kocok” antara lain :

  1. Meningkatkan pemahaman peserta didik dalam hal menulis puisi. Dari hasil pengamatan penulis mengenai pemahaman menulis puisi didapatkan pada pertemuan pertama ke pertemuan kedua. Dalam hal ini peserta didik mempunyai pemahaman dalam hal materi puisi karena setiap peserta didik membaca materi dan apabila belum paham maka mereka bertanya pada guru pendamping.
  2. Mengembangkan kreatifitasnya dalam menulis puisi dengan memakai bahasa-bahasa yang indah. Saat itulah untuk mengembangkan kreatifitas peserta didik, penulis mengetahui bagaimana peserta didik dalam menulis puisi dan kata-kata maupun bahasa-bahasa yang digunakan dalam menulis puisi
  3. Meningkatkan kemampuan menulis peserta didik. Dalam hal ini peserta didik mempunyai minat dan motivasi yang kuat dalam menulis puisi. Penulis mengetahui mengenai kemampuan peserta didik dalam menulis melalui puisi yang dipaparkan dan ditulis oleh peserta didik tersebut.
  4. Menghilangkan rasa bosan dan jenuh dalam menulis puisi. Dari kegiatan yang dilakukan peserta didik sangat semangat dalam menulis puisi. Hal ini terjadi karena tempat yang dipakai untuk menulis puisi berada di alam terbuka (taman) sehingga peserta didik tidak merasa bosan dan jenuh untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran menulis puisi.

PENUTUP

Kesimpulan

Hasil pembelajaran yang menggunakan Strategi Kelinci Kocok serta hasil karya dari peserta didik ada beberapa kesimpulan antara lain peserta didik memahami tentang puisi dan tata cara menulis puisi, peserta didik mampu mengembangkan ide-ide kreatifnya untuk menulis puisi, mendapatkan pengetahuan yang luas mengenai alam dan pembelajaran, serta peserta didik menjadi kreatif dalam menggabungkan bahasa-bahasa kiasan atau diksi yang terdapat dalam puisi. Selain itu minat untuk menulis puisi akan semakin meningkat karena  tempat yang dipakai pun dapat menumbuhkan imajinasi peserta didik. Selain itu, tempat tersebut dapat membuat peserta didik nyaman dan senang sehingga pembelajaran pun berlangsung lancar dan sesuai dengan yang diharapkan.

 

Saran

Hasil penelitian yang diperoleh dari pembelajaran dengan menggunakan Strategi “Kelinci Kocok” pada materi teks puisi, penulis memberikan rekomendasi yakni pada pembelajaran dengan menggunakan strategi “kelinci kocok” guru diharapkan memerhatikan alokasi waktu dan tempat pada saat melaksanakan strategi ini. Sehingga waktu untuk menulis puisi dapat dilakukan pada pertemuan itu juga. Dalam melaksanakan strategi “kelinci kocok” guru harus selalu mengawasi setiap peserta didik supaya apa yang direncanakan guru dapat berlangsung dengan baik.

 

DAFTAR RUJUKAN

Ahmad. 2019. Pengertian dan Struktur Puisi. http://www.yuksinau.id/. Diunduh tanggal 27 November 2019.

 

Ardiyanto, Rama. 2019. Pengertian Puisi, Ciri-ciri dan Jenis.

https://rumus.co.id/pengertian-puisi. Diunduh tanggal 27 November 2019.

 

Kosasih, E. 2012. Dasar-dasar Keterampilan Sastra. Bandung:Yrama Widya.

 

Prasetiyo, Yudi. 2015. Menulis Itu Apa?.

https://www.kompasiana.com.cdn.ampproject.org/v/s/www.kompasiana.com/amp/yudiprasetiyo/menulis-itu-apa. Diunduh tanggal 27 November 2019.

 

Riadi, Muchlisin. 2013. Pengertian, Tujuan, dan Tahapan Menulis.

https://www.kajianpustaka.com/2013/07/pengertian-tujuan-dan-tahapan-menulis.html?m=1. Diunduh tanggal 27 November 2019.

 

Rosidi, Imron. 2009. Menulis, Siapa Takut?.

https://pengertianahli.id/2014/01/pengertian-menulis-dan-tujuan menulis.html. Diunduh tanggal 16 Oktober 2019.

 

Wintala achmad, Sri. 2016. Menulis Kreatif Itu Gampang. Yogyakarta: Araska

Publiser.

 

                                                                                                                

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

Pajak

PAJAK Pengertian Pajak adalah iuran rakyat kepada negara bersifat wajib dan dapat dipaksakan yang diatur oleh undang-undang, dengan balas jasa tidak langsung. Fungsi Pajak   1. Anggaran     Pajak sebagai kontributor terbesar pembangunan fasilitas publik dan pembangunan nasional. 2. Regulasi     Pajak sebagai alat melaksanakan kebijakan sosial ekonomi, misalnya mengatur pajak untuk barang mewah dan perdagangan internasional.   3. Stabilitas     Pajak sebagai salah satu instrumen fiskal untuk mengatasi inflasi maupun deflasi.   4. Redistribusi pendapatan     Pajak digunakan untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggolongan Pajak   1. Pajak langsung     Beban pajak ini harus ditanggung langsung oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan. Contoh: PPh. 2. Pajak tidak langsung     Beban pajak ini dapat dialihkan kepada ...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...