Relationship Tuh Gini!
Selain itu, Glass juga mengatakan bahwa toxic relationship
membuat orang-orang yang terlibat di dalamnya merasa lelah dan tidak nyaman
secara berkepanjangan, sampai pada titik momen negatif mengalahkan momen
positif.
Seseorang, in every kind of dating relationship, itu tahu
betul mana yang menjadi value dia sehingga ketika dia bertemu sama seseorang,
dia memastikan value-nya sama atau tidak dengan pasangannya.
Jika seseorang sudah menyadari kalau pasangannya melanggar
value yang dipegang, contohnya posesif berlebih atau kekerasan, hal pertama
yang bisa dilakukan adalah mengomunikasikan hal itu terlebih dahulu. Dalam
suatu hubungan, dibutuhkan boundaries sebagai tahap pencegahan seseorang masuk
ke dalam toxic relationship.
Tanda Hubungan Masuk ke Toxic Relationship
Ada banyak tanda toxic relationship, relationship itu seharusnya take and give. Tapi, ada yang terus-terusan minta, tapi ga ngasih. Contohnya kayak ngutang mulu, tapi gapernah bayarin pasangannya, atau menuntut terus. Ada kan yang gini?
Tanda-tanda hubungan yang sedang dijalani merupakan toxic
relationship:
💁Merasa sangat lelah (terkuras), bukannya dipedulikan
saat bersama pasangan.
💁Perilaku dimotivasi oleh rasa takut, marah, atau
bersalah kepada pasangan.
💁Kebutuhan dan perasaan diabaikan oleh pasangan.
💁Merasa ‘berjalan di atas kulit telur’ karena takut
mengecewakan pasangan.
💁Sering merasa digunakan, dieksploitasi, atau tidak
dihargai oleh pasangan.
Penyebab dan Dampak Toxic Relationship
Toxic relationship dapat merusak mental, emosi, bahkan fisik salah satu atau kedua orang yang terlibat dalam hubungan tersebut. Orang-orang yang dengan atau tanpa disadari, menyakiti pasangannya secara konsisten, sering memiliki alasan dari perilaku tersebut, walaupun kadang hal itu tidak disadari.
Penyebab seseorang kemudian melakukan dan menerima perilaku
toxic dari pasangannya relatif sama. Faktor seseseorang menerima dan melakukan
perilaku toxic adalah karena adanya pengalaman buruk di masa lalu, sehingga
orang tersebut tidak memiliki contoh membangun hubungan yang baik. Selain itu,
self esteem seseorang juga berpengaruh kepada kesadaran toxic relationship.
Cara Menghadapi Toxic Relationship
Untuk semua relationship sebaiknya dibicarakan dulu, bukan
hanya bicara, tapi juga dari kesepakatan yang ada coba dilakukan. Namun, bila
kesepakatan tersebut sering dilanggar, maka harus mulai dipikirkan untuk
melepaskan itu. Kita membutuhkan support system yang baik untuk menyelesaikan
toxic relationship, entah dari keluarga atau teman.
Memiliki hubungan toxic relationship bukan berarti kita
harus memutuskan pasangan. Hal itu harus dilakukan jika pasangan sudah
melakukan hal yang terlalu parah, seperti bersikap abusive dan mengancam.
Namun, ada pula orang yang kemudian mampu mengubah sikap toxic-nya demi orang
yang ia sayangi.
“When being in a toxic relationship in life at times you may
have to step outside yourself, to see yourself, so you can find yourself and
love yourself again.”― Angel Moreira





Komentar
Posting Komentar