Langsung ke konten utama

PKBR

Siapkan Sebelum Menikah?

Materi Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja adalah salah satu upaya untuk mengatasi masalah-masalah remaja yang berkaitan dengan praktek kehidupan dalam keluarga. Dengan memberikan informasi yang tepat dan benar tentang kehidupan berkeluarga sehingga para remaja mempunyai pengetahuan yang cukup tentang konsep kehidupan berkeluarga.

Mengapa PKBR diperlukan?


Karena remaja memerlukan banyak hal tentang informasi yang berkaitan dengan penyiapan dirinya untuk bekeluarga. Remaja perlu pribadi yang matang dalam mempersiapkan diri untuk membangun keluarga yang harmonis. Materi Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja,  PKBR ditinjau dari beberapa aspek yaitu: 8 Fungsi Keluarga, Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) Segi Kesehatan, Segi Ekonomi, Segi Psikologi, Segi Pendidikan, Segi Agama dan Segi Sosial

1.  8 Fungsi Keluarga

👪Fungsi Agama : jujur, taat, saleh, dermawan dan disiplin

👪Fungsi Sosial Budaya : gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan dan toleransi

👪Fungsi Cinta Kasih : empati, bersahabat, adil, pemaaf, setia, tanggungjawab, suka menolong

👪Fungsi Perlindungan : aman, pemaaf, tanggap dan tabah

👪Fungsi Reproduksi : Tanggungjawab, teguh hati dan sehat

👪Fungsi Sosialisasi pendidikan : percaya diri, luwes, bangga, rajin dan kreatif

👪Fungsi Ekonomi : hemat, teliti, disiplin, peduli dan ulet

👪Fungsi Lingkungan : bersih dan disiplin

2. Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP)

PUP adalah upaya untuk meningkatkan usia perkawinan pertama, sehingga pada saat perkawinan diharapkan mencapai usia minimal 20 tahun bagi perempuan 25 tahun bagi laki-laki.

PUP terdiri dari 3 masa reproduksi, yaitu :

👫Masa menunda perkawinan dan kehamilan (20 tahun-30 tahun)

👫Masa menjarangkan kehamilan (30 tahun-35 tahun)

👫Masa mengakhiri atau mencegah kehamilan (35 tahun keatas)

Pada fase diatas, mengingatkan kita pada 4T:

👩Terlalu muda melahirkan

👩Terlalu tua melahirkan

👩Terlalu dekat jarak melahirkan

👩Terlalu sering melahirkan

3. Segi kesehatan


Sehat adalah suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang lengkap dab bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan (WHO, 2005). UU No.23 tahun 1992 menyatakan Keadaan sejahtera dari fisik,mental dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi

Pola hidup sehat, terdiri dari:

Sehat Fisik

🙆Memahami tubuh sendiri

🙆Berkomunikasi dengan tubuh

🙆Mengatur pola makan

🙆Berolahraga

🙆Tidur

🙆Menghindari perilaku jelek

🙆Menghindari stress

🙆Sehat Mental

Ciri-ciri sehat mental:

💧Merasa nyaman terhadap dirinya

💧Merasa nyaman berhubungan dengan orang lain

💧Mampu memenuhi kebutuhan hidup

Sehat Sosial

Mampu berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain atau kelompok lain secara baik tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama atau kepercayaan, status sosial, ekonomi dan politik.

Masalah Kesehatan Yang Sering Dialami Remaja Secara Sosial :

💀Narkoba

💀Seks pranikah

💀Aborsi

💀Kawin muda

💀Infeksi Menular Seksual

4. Segi Ekonomi

Masalah Ekonomi Keluarga :

💲Kehilangan sumber mata pencaharian (PHK)

💲Kegagalan untuk mendapatkan pekerjaan yang baru

💲Pengeluaran lebih besar dari pendapatan

💲Keadaan dimana keluarga tersebut selalu merasa bahwa keluarga lain lebih kaya daripada keluarganya

💲Kebiasaan menjalani hidup boros atau konsumtif

Jenis kebutuhan keluarga:

💡Kebutuhan Primer

💡Kebutuhan Sekunder

💡Kebutuhan Tersier

💡Pengelolaan Keuangan Keluarga

💡Keterbukaan dan Kepercayaan

💡Mengajarkan nilai uang pada anak

💡Hindari kebiasaa konsumtif

💡Pengelolaan yang baik

💡Merencanakan anggaran untuk menabung

💡Pikirkan untuk berinvestasi

💡Pengendalian Keuangan Keluarga

💡Pelihara gaya hidup sesuai dengan kemampuan

💡Hemat pengeluaran rutin lainnya

💡Evaluasi anggaran keluarga

Solusi

Persiapan sebelum bekeluarga:

💵Menganalisis pemasukan dan pengeluaran

💵Mendiskusikan dengan calon pasangan tentang impian-impian yang diinginkan

💵Hidup hemat

💵Menabung

💵Investasi

💵Mencari pekerjaan tambahan

5. Segi Psikologi

Para Pemuda dan Pemudi yang ingin memilih pasangan sebaiknya mempertimbangkan kriteria berikut:

👫Mempunyai sifat yang serasi dan saling melengkapi

👫Sama-sama mempunyai keinginan untuk maju

Solusi

Pengenalan diri melalui Kontemplasi atau Meditasi, menurut descrates ada beberapa tahapan yaitu:

⌛Menyadari adanya masalah

⌛Menguji secara rasional segala hal yang ada

⌛Mengenali apa yang dikatakan orang

⌛Menyarankan atau Hipotesa

⌛Memberikan makna dari hipotesa

Mengikuti Pelatihan, training ESQ akan menemukan makna kebahagiaan yang hakiki yang dicari. Mengikuti Sesi Konseling, mediasi (Ahli utama, Pengadilan, Keluarga) apabila terjadi konflik berkepanjangan, sehingga harus ada pihak ketiga baik ahli, ulama, keluarga, bahkan sampai ke pengadilan.

6. Segi Pendidikan

Orang tua sebagai pendidik bagi anak-anaknya:

🔑Mencintai dan dicintai

🔑Perlindungan merasa aman dan kerasan

🔑Bimbingan

🔑Diakui

🔑Disiplin

7. Segi Agama

Persiapan sebelum Berkeluarga:

🎴Fisik

🎴Finansial

🎴Mental

🎴Moral spritual

Kriteria Dalam Memilih Jodoh:

💑Karena hartanya

💑Karena keturunannya

💑Karena kecantikannya

💑Karena agamanya

8. Segi Sosial

Berintraksi dengan :

👥Lingkungan Pendidikan Formal (sekolah)

👥Tetangga

👥Masyarakat

👥Pekerjaan

👥Media

Permasalahan Sosial yang Dihadapi dalam Keluarga

Masalah yang berkaitan dengan suami istri :

💫Kurang komunikasi dalam keluarga

💫Adanya pria/wanita idaman lain

💫Perceraian

💫Poligami

💫Kekerasan terhadap perempuan dan anak

Masalah Ekonomi Keluarga :

😷Kemiskinan

😷Pengangguran

😷Trafficking

😷Sengketa pembagian waris

Contoh Kehidupan Berkeluarga yang Patut Dicontoh

Pasangan  Habibie dan Ainun

48 tahun menjalani mahligai rumah tangga. Ketika Ibu Ainun wafat Habibie merasa sangat kehilangan, sehingga beliau mengatakan " Separuh Jiwaku Telah Pergi" dan kini mereka tetap bersama sampai diakhir hayat, karena segala persiapan sebelum menikah, sudah dipertimbangkan matang-matang.



 

 

 

Komentar