Langsung ke konten utama

BONUS DEMOGRAFI

Kalian tau nggak apa itu Bonus Demografi?

Bonus Demografi  adalah kondisi suatu daerah atau negara pada titik dimana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak daripada usia non produktif. Usia produktif itu berada pada rentang usia 15-64 tahun, sementara usia non produktif adalah usia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun. Jadi usia produktif itu adalah rentang usia dimana seseorang masih bisa memenuhi kebutuhan hidup minimal untuk dirinya sendiri, jadi dia tidak bergantung pada orang lain. Sementara usia non produktif adalah rentang usia dimana seseorang belum atau sudah tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup bahkan untuk dirinya sendiri, jadi harus menggantungkan kehidupannya pada orang usia produktif. 

Indonesia akan mengalami bonus demografi yang puncaknya sekitar tahun 2030, atau ada juga yang menyebutkan rentang waktu itu antara 2020-2035. Jadi pada rentang tahun itu jumlah penduduk usia produktif Indonesia akan mencapai 65% dari total proyeksi penduduk Indonesia sebanyak 297 juta jiwa. Kebayang nggak, sekitar 193 juta penduduk Indonesia adalah penduduk dengan usia produktif. Artinya jika negara Indonesia bisa memanfaatkan penduduknya yang produktif, maka Indonesia akan mampu menjadi negara produsen.

Bonus demografi terjadi karena adanya perubahan struktur umur penduduk Indonesia. Hal ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, angka kematian bayi (infant mortality rate) menurun sehingga jumlah bayi yang tetap hidup hingga dewasa terus meningkat. Kedua, angka kelahiran total (total fertility rate) menurun sehingga anak yang berusia di bawah 15 tahun pun berkurang.

Bonus demografi memiliki dampak yang besar bagi tatanan sosial dan ekonomi suatu negara. Fenomena ini bisa menjadi sebuah peluang baik bagi Indonesia. Namun, jika tidak dimanfaatkan dengan baik, bonus demografi justru bisa menjadi hal buruk bagi sebuah negara.Oleh karena itu, pemerintah dan kita sendiri harus siap dalam menghadapi bonus demografi. 

Terus, kenapa jika Indonesia mengalami Bonus Demografi?

Jika bonus demografi itu adalah penduduk usia produktif lebih banyak, maka bagaimana cara supaya aktivitasnya atau pekerjaannya benar-benar produktif, bukan hanya usianya saja yang produktif. Karena pada saat usia produktif pasti seseorang memiliki kemampuan energi yang masih kuat. Jika energi itu di kerjakan dalam bentuk positif, maka akan menghasilkan dampak positif yang luar biasa. Sedangkan, jika energi itu dikerjakan dalam bentuk negatif, maka akan menghasilkan dampak negatif yang luar biasa pula. Maka dari itu, sejak awal harus dipersiapkan supaya penduduk usia produktif ini benar-benar berdampak positif untuk negara.

Apa saja sih dampak dari Bonus Demografi?

Dampak positif dari bonus demografi diantaranya:

😍Meningkatkan produktifitas komoditas suatu daerah atau negara

😍Meningkatkan penghasilan masyarakat

😍Menaikkan pendapatan perkapita suatu daerah atau negara

😍Meningkatnya kualitas sumber daya manusia

😍Sejahtera hingga masa tua

Dampak negatif dari bonus demografi diantaranya:

🙅Kriminalitas meningkat

🙅Pengangguran meningkat

🙅Pendapatan perkapita suatu daerah atau negara menurun

🙅Menurunnya sumberdaya manusia

🙅Akan tetap miskin hingga tua

Fakta saat ini


Beberapa fakta saat ini menunjukan bahwa Indonesia perlu mendorong optimalisasi dalam menghadapi bonus demografi, karena saat ini sekitar 58% angkatan kerja Indonesia berpendidikan terakhir SMP. Hal ini akan mengakibatkan kemampuan literasi (membaca dan mengolah informasi) dan numerasi (membaca angka dan peluang statistika) masih rendah, pun akan berdampak pada produktifitasnya yang tidak maksimal mengakibatkan ketertinggalan dari negara-negara lain. Fakta lain menunjukan 25% anak usia 13-15 tahun sudah merokok, artinya anak-anak ini tidak dalam pengawasan orang tua atau guru. Padahal seharusnya di usia ini anak harusnya masih dalam pengawasan orang tua dan harus masih dalam proses belajar/sekolah.

Nah pernyataan diatas adalah bukti bahwa di usia-usia yang seharusnya masih dalam proses pendidikan, tapi mereka malah putus sekolah, hal ini akan berdampak pada kehidupan selanjutnya, dalam dunia kerja dan berkeluarga. Dengan meningkatnya angka putus sekolah maka akan menurunkan kualitas SDM, baik secara moral maupun intelektual. Dengan menurunnya kualitas SDM maka akan menurunkan produktifitas penduduk. Dengan menurunnya produktifitas penduduk adalah indikasi bahwa Indonesia akan gagal dalam menghadapi bonus demografi, jangan sampai Indonesia gagal mengalami bonus demografi. Indonesia patutnya meniru negara-negara yang sudah berhasil menghadapi bonus demografi.

Beberapa Negara yang berhasil menghadapi bonus demografi

1. Jepang

Jepang adalah salah satu negara yang telah berhasil menghadapi bonus demografi. Mereka mampu memberdayakan dan meningkatkan kualitas SDM nya, sehingga saat ini jepang adalah negara dengan kemajuan teknologi terdepan.

2. Singapura

Singapura adalah negara yang berdiri pada 1965, lebih muda dari Indonesia, dengan daratan yang cukup kecil dan kepadatan penduduk yang tinggi, singapura mampu mengantarkan negara menjadi negara dengan pendapatan perkapita tertinggi ke-2 di Asia setelah Qatar. Walaupun tidak memiliki SDA yang begitu banyak, tapi dengan meningkatkan kualitas SDM nya, singapura menjadi negara maju sekarang.

3. Republik Rakyat Tiongkok

RRT juga menjadi salah satu negara yang sukses menghadapi bonus demografi. RRT juga pernah menerapkan program Keluarga Berencana dengan harus mempunyai 1 anak dalam satu keluarga. RRT sukses memberdayakan dan memanfaatkan banyaknya penduduk produktifnya, sehingga saat ini RRT menjadi negara produsen terbesar.

Tujuan 

Harapan dan tujuannya nanti, generasi produktif Indonesia bisa benar-benar menjadi pendongkrak nasib bangsa Indoensia kedepannya. Melanjutkan pendidikan, menyiapkan jenjang karir, adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Maka dari itu, selagi masih remaja, patutnya kita tetap melanjutkan pendidikan minimal SMA, dan meningkatkan keterampilan diri kita untuk tetap menjadi orang produktif dan benar-benar menjadi produsen, tentu untuk arah masa depan bangsa dan negara. Dengan harapan saat Indonesia pada masa Aging Society (Usia non produktif lansia mendominasi) bisa tercapai masa tua dengan keluarga dan masyarakat yang sejahtera dan bahagia. 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

Pajak

PAJAK Pengertian Pajak adalah iuran rakyat kepada negara bersifat wajib dan dapat dipaksakan yang diatur oleh undang-undang, dengan balas jasa tidak langsung. Fungsi Pajak   1. Anggaran     Pajak sebagai kontributor terbesar pembangunan fasilitas publik dan pembangunan nasional. 2. Regulasi     Pajak sebagai alat melaksanakan kebijakan sosial ekonomi, misalnya mengatur pajak untuk barang mewah dan perdagangan internasional.   3. Stabilitas     Pajak sebagai salah satu instrumen fiskal untuk mengatasi inflasi maupun deflasi.   4. Redistribusi pendapatan     Pajak digunakan untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggolongan Pajak   1. Pajak langsung     Beban pajak ini harus ditanggung langsung oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan. Contoh: PPh. 2. Pajak tidak langsung     Beban pajak ini dapat dialihkan kepada ...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...