Apa sih 4T itu?
Yang dimaksud dengan Hindari 4T adalah : Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Dekat, Terlalu Banyak. Terlalu Muda misalnya Ibu hamil pertama usia kurang dari 21 Tahun secara fisik kondisi rahim dan panggul belum berkembang secara optimal. Terlalu Tua misalnya ibu hamil pertama pada usia kurang lebih 35 Tahun dapat menyebabkan kematian pada ibu dan bayinya.Terlalu Dekat yang dimaksud disini jarak antara kehamilan pertama dengan berikutnya kurang dari 2 Tahun yang menyebabkan dapat menghambat proses persalinan seperti gangguan kekuatan kontraksi, kelainan letak, dan posisi janin. Terlalu Banyak Anak misalnya ibu pernah hamil dan melahirkan lebih dari 2 kali yang menyebabkan dapat menghambat proses persalinan, seperti gangguan kontraksi, kelainan letak dan posisi janin, perdarahan pasca persalinan.
Ini Resiko 4T!
1. Terlalu Muda
Terlalu Muda (Primi Muda) adalah ibu hamil pertama pada usia kurang dari 20 tahun. Dimana kondisi panggul belum berkembang secara optimal dan kondisi mental yang belum siap menghadapi kehamilan dan menjalankan peran sebagai ibu.
Resiko yang dapat terjadi pada kehamilan terlalu muda
(primi muda) adalah :
๐ฐBayi lahir belum cukup bulan
๐ฐPerdarahan dapat terjadi sebelum bayi lahir
๐ฐPerdarahan dapat terjadi setelah bayi lahir
Alasan yang perlu diketahui adalah :
Secara fisik kondisi rahim dan panggul belun berkembang secara optimal, mengakibatkan kesakitan dan kematian bagi ibu dan bayinya. Pertumbuhan dan perkembangan fisik ibu terhenti/terhambat. Secara mental tidak siap menghadapi perubahan yang akan terjadi pada saat kehamilan.
Terlalu muda (Hamil Usia <20 tahun). Kehamilan terlalu muda beresiko bagi ibu dan juga bagi janinnya. Resiko bagi ibu antara lain adalah perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. Lebih mudah untuk mengalami abortus, kelahiran prematur, eklampsia/preeklamsia dan persalinan yang lama. Kemungkinan yang bisa dialami oleh janin yaitu lahir prematur, BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) berat saat lahir < 2500 gram) dan cacat janin.Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda.
Keguguran
Persalinan prematur
Berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan. Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksi, terutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan, berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. Cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan, pengetahuan akan asupan gizi rendah, pemeriksaan kehamilan kurang, keadaan psikologi ibu kurang stabil. Selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal, seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri.
Anemia kehamilan
Keracunan Kehamilan (Gestosis)
Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan
anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia
atau eklampsia. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena
dapat menyebabkan kematian.
Kematian ibu yang tinggi
Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena
perdarahan dan infeksi. Selain itu angka kematian ibu disebabkan karena
pengguguran kandungan yang cukup tinggi kebanyakan hal ini dilakukan oleh
tenaga non profesional (dukun).
2. Terlalu Tua
Terlalu Tua (Primi Tua) adalah ibu hamil pertama pada usia ≥ 35 tahun. Pada usia ini organ kandungan menua, jalan lahir tambah kaku, ada kemungkinan besar ibu hamil mendapat anak cacat, terjadi persalinan macet dan perdarahan.
Resiko yang dapat terjadi pada kehamilan terlalu tua(primi
tua ≥ 35 tahun) adalah :
๐ฎ Hipertensi/tekanan darah tinggi
๐ฎ Pre-eklamspsia
๐ฎ Ketuban pecah dini: yaitu ketuban pecah sebelum
persalinan dimulai
๐ฎ Persalinan macet: ibu yang mengejan lebih dari 1 jam,
bayi tidak dapat lahir dengan tenaga ibu sendiri melalui jalan lahir biasa.
๐ฎ Perdarahan setelah bayi lahir
๐ฎ Bayi lahir dengan berat badan lahir rendah/BBLR < 2500gr
Meningkatnya komplikasi medis dan persalian
Terlalu Tua (Hamil Usia > 35 tahun) Umur ibu juga mempengaruhi kapasitas tropiknya, sehingga pada ibu dengan umur lebih tua cenderung mempunyai bayi yang berat badannya lebih rendah. Pada umur 35 tahun atau lebih, kesehatan ibu sudah menurun, akibatnya ibu hamil pada usia itu mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mempunyai anak cacat, persalinan lama dan perdarahan. Selain itu, hal yang paling dikhawatirkan jika usia ibu diatas 35 tahun ialah kualitas sel telur yang dihasilkan juga tidak baik. Ibu yang hamil pada usia ini punya resiko 4 kali lipat dibanding sebelum usia 35 tahun
Dampak Kehamilan Resiko Tinggi Pada Usia Tua
Risiko kehamilan yang mungkin terjadi saat terjadi kehamilan
usia ibu mencapai 40 tahun atau lebih. Terdapat risiko pada ibu dan risiko pada
bayi. Sel telur itu kan sudah ada di dalam organ reproduksi sejak wanita
dilahirkan. Namun, setiap bulan sel telur itu dilepaskan satu per satu karena
sudah matang. Berarti, sel telur yang tersimpan selama hampir 40 tahun ini
usianya juga sudah cukup tua. Karena, selama itu sel telur mungkin terkena
paparan radiasi. Di usia ini, wanita akan lebih sulit mendapatkan keturunan
karena tingkat kesuburan yang sudah menurun.
1) Resiko Pada Bayi
2) Risiko pada ibu.
3. Terlalu Dekat Jarak Kehamilan
Terlalu Dekat Jarak Kehamilan adalah jarak antara kehamilan satu dengan berikutnya kurang dari 2 tahun (24 bulan). Kondisi rahim ibu belum pulih, waktu ibu untuk menyusui dan merawat bayi kurang. Resiko yang mungkin terjadi pada kehamilan jarak dekat adalah Keguguran, Anemia, Bayi lahir belum waktunya, Berat badan lahir rendah (BBLR), Cacat bawaan, Tidak optimalnya tumbuh kembang balita, Alasan yang perlu diketahui adalah, Kondisi rahim ibu belum pulih, Dapat mengakibatkan terjadinya penyulit dalam kehamilan, Waktu ibu untuk menyusui dan merawat bayi kurang.
Menjaga jarak antara kehamilan memiliki beberapa tujuan, di antaranya adalah:
Memberikan waktu istirahat untuk mengembalikan otot-otot tubuhnya seperti semula. Untuk memulihkan organ kewanitaan wanita setelah melahirkan. Rahim wanita setelah melahirkan, beratnya menjadi 2 kali lipat dari sebelum hamil. Untuk mengembalikannya ke berat semula membutuhkan waktu sedikitnya 3 bulan, itu pun dengan kelahiran normal. Untuk kelahiran dengan cara caecar membutuhkan waktu lebih lama lagi.Menyiapkan kondisi psikologis ibu yang mengalami trauma
pasca melahirkan karena rasa sakit saat melahirkan atau saat dijahit. Ini
membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat wanita siap lagi untuk hamil
dan melahirkan.
Bagi wanita dengan riwayat melahirkan secara caecar, bayi
lahir cacat, pre eklamsia, dianjurkan untuk memberi jarak antar kehamilan yang
cukup. Karena mereka memiliki resiko lebih besar dari pada wanita dengan
riwayat kelahiran normal dan supaya bayi yang sudah lahir mendapatkan ASI
eksklusif dari ibunya.
4. Terlalu Banyak Anak
Terlalu Banyak Anak (Grande Multi) adalah ibu pernah hamil atau melahirkan lebih dari 4 kali atau lebih. Kemungkinan akan di temui kesehatan yang terganggu, kekendoran pada dinding perut, tampak pada ibu dengan perut yang menggantung.
Resiko yang dapat terjadi pada kehamilan terlalu
banyak anak (4 kali melahirkan) adalah
๐
Kelainan letak, persalinan letak lintang
๐
Robekan rahim pada kelainan letak lintang
๐
Persalinan lama
๐ Perdarahan pasca persalinan
Dampak
Terlalu Sering Dan Terlalu banyak Melahirkan
Di Indonesia sendiri, saat ini perdarahan masih menjadi penyebab utama kematian ibu saat melahirkan. Rahim, organ tempat janin berkembang, terdiri dari jaringan otot. Kehamilan yang terlalu rapat akan mengendurkan otot-otot tersebut sehingga setelah persalinan rahim menjadi sulit berkontraksi untuk kembali ke ukurannya yang semula dan terjadilah perdarahan. Obat-obatan biasanya kurang berhasil mengatasinya. Risiko placenta previa dan plasenta akreta meningkat. Placenta previa adalah kelainan letak plasenta yang seharusnya di atas rahim malah di bawah, sehingga menutupi jalan lahir. Meningkatnya intervensi dalam persalinan seperti pemasangan infus atau induksi (rangsangan) agar tanda persalinan muncul. Induksi bisa dilakukan dengan pemberian obat-obatan atau memecahkan kantung ketuban. Usia ibu yang terlalu tua juga menyebabkan risiko kecacatan janin, komplikasi pada ibu (preeklampsia atau diabetes gestasional). Risiko bayi dilahirkan prematur akibat jaringan parut dari kehamilan sebelumnya bisa menyebabkan masalah pada plasenta bayi.
Slogan “Banyak Anak Banyak Rejeki” saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh keluarga modern. Alasan utama tentu adalah semakin meningkatnya biaya hidup dan pendidikan. Namun apabila dikaji menurut ilmu kesehatan, para ilmuwan menyebutkan bahwa ternyata banyak anak juga bisa memperpendek usia khususnya pada wanita.
Mencegah dan penanganan 4 Terlalu
๐ Pelayanan KB berkualitas pasca persalinan, pasca
keguguran,pelayanan KB berkualitas pasca persalinan, pasca keguguran.
๐ Meningkatkan partisifasi aktif dan pemanfaatan kerjasama lintas program dan sektor antara lain dengan jalan menjalin kemitraan dengan pemda, organisasi profesi.
๐ Sosialisasi dan advokasi melalui penyusunan hasil
informasi cakupan program dan data informasi tentang masalah yang dihadapi.
Manfaat yang akan diperoleh dalam menghindari 4 Terlalu
๐ Bagi kehamilan yang akan terjadi adalah kehamilan yang
diinginkan, maka proses kehamilan dan persalinan dapat dilalui dengan aman dan
sehat.
๐ Ibu akan mempunyai kesehatan reproduksi yang prima dan
memiliki waktu yang cukup untuk merawat diri dan keluarga.
๐ Anak akan tumbuh dan berkembang dengan optimal, sehat,
cerdas, dan mempunyai peluang mendapatkan pendidikan yang lebih baik.
๐ Keluarga mempunyai peluang untuk meningkatkan kemandirian
dalam mengembangkan kesejahteraan.











Komentar
Posting Komentar