Langsung ke konten utama

 

5 Transisi Kehidupan itu seperti apa ya?


Remaja adalah usia seseorang setelah fase anak-anak dan sebelum dewasa. Usia remaja ini adalah usia labil, usia penentu, dan usia aktif. Di usia remaja ini kita pasti terpancing untuk melakukan berbagai hal yang belum kita ketahui sebelumnya. Ya, rasa ingin tahu yang tinggi. Untuk menghadapi usia remaja ini, kita perlu menyiapkan berbagai hal untuk menunjang kehidupan masa depan kita. Ada 5 transisi remaja awal sampai remaja pra dewasa. Apabila 5 transisi ini dilakukan dengan optimal, maka akan menghasilkan hasil akhir yang membahagiakan.

1. Melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Hidup bersih dan sehat harusnya dilakukan oleh para remaja. Karena di usianya yang sudah mengerti tentang kebersihan dan kesehatan, hendaknya selalu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. PHBS ini jika tidak dilakukan dengan baik, akan bedampak buruk pada transisi selanjutnya, jika dilakukan dengan baik, di transisi selanjutnya juga akan berdampak baik. 

2. Melanjutkan Pendidikan

Pendidikan adalah kebutuhan dasar intelektual pada manusia. Untuk mendapat kualitas SDM yang bermutu, maka tingkat pendidikan juga harus sesuai. Di Indonesia sekarang harus wajib sekolah minimal SMA/ sederajat, untuk mendapat jaminan yang lebih besar dalam melanjutkan di dunia pekerjaan nanti. Jangan putus sekolah dan gapai cita-citamu setinggi mungkin.

3. Mencari Pekerjaan

Manusia dalam hidupnya pasti mempunyai keinginan dan kebutuhan, kebutuhan ini akan dipenuhi dengan aktifitas ekonomi, pemenuhan ekonomi akan dianggap kompleks jika sudah berkeluarga. Oleh karenanya menyiapkan jenjang karir sebelum berkeluarga sangatlah penting. Dan salah satu syarat umum dalam membangun dunia karir adalah ketika jenjang pendidikannya terpenuhi. 

4. Kembali ke Masyarakat


Saat setelah masuk dalam dunia kerja, maka kehidupan bersosial masyarakat sudah terjadi. Dalam hal ini peran remaja berkualitas akan menjadi bintang masyarakat dan bukan sampah masyarakat. Jika jenjang karir sudah terpenuhi, maka dalam masyarakat juga akan berdampak baik, dan tidak merugikan orang lain.

5. Memulai Kehidupan Berkeluarga

Transisi finalnya adalah memulai kehidupan berkeluarga, karena esensinya mengoptimalkan transisi kehidupan ini adalah untuk tercapainya kehidupan berkeluarga, bermasyarakat yang bahagia dan sejahtera. Jika empat transisi sebelumnyua sudah terpenuhi dan dilewati dengan baik, maka selanjutnya adalah menikah sebagai fitrahnya manusia, dan menjadi keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera.

Nah itu dia 5 transisi kehidupan remaja, untuk tercapainya keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

tribina

Kalian tau nggak apa itu Tribina? Tribina merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dibentuk oleh BKKBN dengan tujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat terkait dengan pembinaan keluarga, yang mengedepankan peran serta kepedulian anggota keluarga guna mencapai kesejahteraan di dalam keluarga. Tri Bina memiliki tujuan khusus untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan orangtua maupun anggota keluarga lainnya dalam membina balita maupun remaja. Untuk balita berhubungan dengan pola asuh balita, perkembangan fisik atau tumbuh kembang balita, kemampuan motorik. Sedangkan untuk remaja mengenai cara efektif berinteraksi dengan remaja, bimbingan kepada anak remaja, dan lain-lain. Selain itu, Tri Bina juga mengedepankan kesejahteraan lansia agar tetap memiliki produktifitas yang baik di lingkungan keluarga dan masyarakat. Berdasarkan uraian tersebut, Tri Bina dibagi menjadi 3 bagian, diantaranya adalah BKB (Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja), BKL (Bina Keluar...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...