Langsung ke konten utama

Fintech

 

Pengertian

Fintech (Financial technology) adalah sebuah inovasi pada industri jasa keuangan yang didasarkan pada kemajuan teknologi.

Kategori Fintech menurut Bank Indonesia

1. Sistem Pembayaran

2. Pendukung pasar

3. Manajemen investasi dan manajemen resiko

4. Pinjaman, pembiayaan, dan penyediaan modal

5. Jasa finansial lainnya

Regulasi Fintech di Indonesia

1. Bank Indonesia (BI)

    Fintech yang produknya berkaitan dengan sistem pembayaran. Hal ini karena dapat memengaruhi kestabilan nilai mata uang.

2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

    Fintech yang produknya berupa pelayanan jasa keuangan selain sistem pembayaran, atau yang regulasinya tidak dipegang oleh BI.

Jenis Fintech yang berkembang di Indonesia

1. Payment, Clearing, Settlement

   Fintech jenis ini berkaitan dengan sistem pembayaran. Jenis ini sering kali digunakan untuk transaksi jual beli. Misalnya : e-money dan e-wallet.

2. Market Aggregator

   Fintech ini bergerak di bidang informasi keuangan. Biasanya digunakan oleh konsumen untuk mencari tahu informasi tentang produk keuangan yang akan dibeli. 

3. Manajemen Risiko dan Investasi

   Fintech jenis ini memiliki produk  berupa perencanaan keuangan, baik investasi maupun asuransi. Misalnya aplikasi investasi reksadana.

4. Peer-to-Peer (P2P) Lending

Fintech ini merupakan platform yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dan pihak yang memberikan dana. Bunga yang ditetapkan pada P2P lending didasarkan pada kesepakatan antara dua belah pihak.

Keunggulan Fintech

1. Kemudahan layanan finansial

2. Kemudahan memperoleh dana usaha

3. Mempercepat perkembangan usaha

4. Mempermudah manajemen keuangan

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerjasama dan Teori Perdagangan Internasional

  A. Kerjasama Internasional Bentuk Kerjasama Internasional 1.    Bilateral:  Kerjasama antar negara, misalnya perjanjian dagang antara Indonesia dan Korea Selatan. 2.    Regional:  Kerjasama antar beberapa negara pada kawasan tertentu, misalnya ASEAN. 3.    Multilateral:  Kerjasama yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia. Misalnya perdagangan bebas CAFTA ( China Asean Free Trade Area ) dan organisasi minyak dunia (OPEC) Manfaat Kerjasama Internasional 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2. Mempercepat pembangunan dalam negeri 3. Efektivitas dan efisiensi kegiatan ekonomi 4. Menjalin hubungan dengan negara lain 5. Perkembangan dan kemajuan IPTEK B. Perdagangan Internasional Pengertian Perdagangan internasional merupakan proses tukar menukar barang atau jasa antarnegara. Faktor Pendorong 1.    Perbedaan sumber daya yang dimiliki 2.    Perbedaan teknologi dan biaya produksi. 3. ...

Pajak

PAJAK Pengertian Pajak adalah iuran rakyat kepada negara bersifat wajib dan dapat dipaksakan yang diatur oleh undang-undang, dengan balas jasa tidak langsung. Fungsi Pajak   1. Anggaran     Pajak sebagai kontributor terbesar pembangunan fasilitas publik dan pembangunan nasional. 2. Regulasi     Pajak sebagai alat melaksanakan kebijakan sosial ekonomi, misalnya mengatur pajak untuk barang mewah dan perdagangan internasional.   3. Stabilitas     Pajak sebagai salah satu instrumen fiskal untuk mengatasi inflasi maupun deflasi.   4. Redistribusi pendapatan     Pajak digunakan untuk pemerataan pendapatan masyarakat. Penggolongan Pajak   1. Pajak langsung     Beban pajak ini harus ditanggung langsung oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan. Contoh: PPh. 2. Pajak tidak langsung     Beban pajak ini dapat dialihkan kepada ...

Kurva Kemungkinan Produksi dan Cara Meningkatkan Mutu Produksi

  Kurva Kemungkinan Produksi ( Production Possibility Curve )   Kurva kemungkinan produksi  (KKP) > kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi dua barang yang dapat diproduksi dengan faktor produksi yang sama.  Misalnya suatu perusahaan memproduksi dua jenis barang yaitu barang X dan barang Y. Jumlah total maksimum barang yang dapat diproduksi adalah sebesar 100 unit, pilihan kombinasi maksimum yang dapat dipilih akan terlihat seperti gambar berikut.   Kurva Kemungkinan Produksi   Dari gambar diatas, sepanjang kurva kemungkinan produksi, jumlah produksi maksimum adalah 100 unit dengan asumsi sebagai berikut: 1.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik A, artinya perusahaan memilih kombinasi 100 unit yang terdiri dari 30 unit barang Y dan 70 unit barang X. 2.    Jika perusahaan memilih kombinasi di titik B, artinya perusahaan memilih kombinasi maksimum yang terdiri dari 10 unit barang Y dan 90 unit...